Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

13 Kata Bahasa Bali Punya Arti beda dalam Bahasa Indonesia dan Daerah

13 Kata Bahasa Bali Punya Arti beda dalam Bahasa Indonesia dan Daerah
Unsplash.com/Harry Kessell
Share Article

Bali merupakan salah satu pulau populer di Indonesia yang memiliki daya tarik dalam kuliner, keindahan alam, budaya, bahkan bahasa.

Mengutip situs Kemendikbud, bahasa Bali banyak dipengaruhi bahasa Jawa dan bahasa Sunda.  Tak heran jika ada kosakata bahasa Bali menyerupai dua rumpun bahasa tersebut.

Bahasa Bali menjadi kearifan lokal masyarakat yang masih digunakan dalam percakapan sehari-hari.

Mengutip berbagai sumber, berikut sejumlah kosakata bahasa Bali yang serupa dengan bahasa Indonesia dan bahasa daerah lainnya, namun memiliki arti berbeda.

  1. 1. Kenyang

    BP Guide
    BP Guide

    Dalam bahasa Indonesia, kenyang adalah suatu kondisi di mana perut seseorang sudah penuh dengan makanan dan tidak merasa lapar lagi.

    Tetapi dalam bahasa Bali, kenyang memiliki arti cukup vulgar, yaitu suatu keadaan di mana alat kelamin pria mengalami ereksi. Perlu hati-hati nih kalau lagi ngobrol di Bali!

  2. 2. Cicing

    BP Guide
    BP Guide

    Memiliki arti yang berbeda jauh, cicing bermakna diam dalam bahasa Sunda. Sedangkan, cicing dalam bahasa Bali berarti anjing.

  3. 3. Gedang

    BP Guide
    BP Guide

    Warganet kerap memperdebatkan arti dari kata gedang.Dalam bahasa Jawa, gedang memiliki arti pisang. Sedangkan gedang bermakna pepaya dalam bahasa Bali dan bahasa Sunda.

  4. 4. Cokor

    instagram.com/tarabasro
    instagram.com/tarabasro

    Cokor dalam bahasa Jawa berarti kaki, namun dalam tingkatan bahasa Jawa kasar. Akan tetapi, kata cokor di Bali masuk dalam tingkatan basa alus yang juga bermakna kaki. Sedangkan, tingkatan basa kasar dari kaki adalah batis.   

  5. 5. Mbok

    instagram.com/miktambayong
    instagram.com/miktambayong

    Dalam bahasa Jawa, Mbok atau Embok merupakan panggilan untuk ibu. Tetapi dalam bahasa Bali, mbok berarti kakak perempuan. 

  6. 6. Banyu

    BP Guide
    BP Guide

    Banyu dalam bahasa Jawa berarti air. Tetapi, kata banyu dalam bahasa Bali berarti air beras. Sedangkan air dalam bahasa Bali bermakna tirta.

  7. 7. Rabi

    Pinterest.com
    Pinterest.com

    Bahasa Bali dan Jawa mengartikan rabi dengan makna yang berlainan, nih. Rabi dalam bahasa Jawa berarti menikah. Sementara, kata rabi dalam bahasa Bali berarti istri.

  8. 8. Ngajeng

    instagram.com/inijedar
    instagram.com/inijedar

    Sama-sama bahasa yang halus, ternyata penggunaan kata ngajeng dalam bahasa Bali dan Jawa sangatlah berlawanan. Di mana dalam bahasa Bali, kata ngajeng berarti 'makan' sedangkan dalam bahasa Jawa berarti 'depan'.

  9. 9. Prabu

    Pinterest.com
    Pinterest.com

    Kata prabu dalam bahasa Bali bermakna kepala, dengan konteks pemimpin atau kepala keluarga yang perlu dihormati. Sedangkan dalam bahasa Jawa kata prabu berartikan raja.

  10. 10. Memek

    Instagram.com/happysalma
    Instagram.com/happysalma

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, memek memiliki arti merengek-rengek (kata kerja) dan kemaluan perempuan atau vagina (kata benda). Meskipun kata ini cukup vulgar, memek dalam bahasa Bali bermakna ibu. 

  11. 11. Budal

    BP Guide
    BP Guide

    Budal memiliki arti yang berlawanan, yakni berangkat dalam bahasa Jawa, sedangkan dan bermakna pulang dalam bahasa Bali.

  12. 12. Cokot

    Instagram.com/ralineshah
    Instagram.com/ralineshah

    Cokot dalam bahasa Jawa bermaknakan gigit atau menggigit. Meskipun sama-sama kata kerja, namun, cokot dalam bahasa Bali berarti mengambil.

  13. 13. Ngadek

    instagram.com/dhikaananta_
    instagram.com/dhikaananta_

    Ngadek dalam bahasa Jawa berarti berdiri, sedangkan ngadek dalam bahasa Bali berarti mencium bau. Wah, berbeda jauh ya, Bela!

    Nah, itu tadi deretan kosakata bahasa Bali yang memiliki makna berbeda dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah lainnya. Ketika di Bali, sebaiknya kamu perlu mempelajari kosakata di atas agar tidak salah paham ketika mengobrol dengan masyarakat Bali, ya Bela! 

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More