Fenomena ini sebenarnya punya kembaran yang pernah diperkenalkan oleh WHO pada tahun 1980-an, yaitu Sick Building Syndrome (SBS). Istilah ini dipakai untuk menggambarkan munculnya berbagai keluhan kesehatan akibat terlalu lama berada di dalam bangunan tertentu, meski nggak ada diagnosis penyakit spesifik.
Gejalanya pun sangat akrab di kalangan anak kantor, seperti:
Sakit kepala dan mata lelah
Hidung tersumbat dan tenggorokan gatal
Kulit jadi ekstra kering dan kusam
Brain fog alias susah konsentrasi
Ajaibnya, semua gejala ini biasanya makin parah saat kamu terus-terusan di kantor, tapi langsung mereda begitu kamu keluar gedung dan menghirup udara segar! Sindrom ini makin marak seiring berkembangnya arsitektur gedung modern.
Demi efisiensi energi dan penghematan biaya AC, banyak gedung perkantoran didesain kedap udara. Efek sampingnya? Sirkulasi udara segar jadi sangat terbatas, membuat udara di dalam ruangan hanya berputar di satu titik saja.
Menurut penelitian pakar kedokteran sosial Sumedha Joshi pada tahun 2008, Sick Building Syndrome ini terbukti bikin produktivitas anjlok dan angka absensi karyawan meningkat.
Nah, buat mengatasi office ageing dan sindrom gedung sakit ini, solusi utamanya simpel tapi krusial, tingkatkan kualitas ventilasi, rajin take a break di sela kerja, dan pintar-pintar kelola stres di tempat kerja.