Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab Melasma yang Perlu Kamu Ketahui
Freepik
  • Melasma ditandai bercak cokelat keabu-abuan di wajah akibat produksi melanin berlebih, dengan pemicu yang dapat berbeda pada setiap orang.
  • Paparan sinar ultraviolet dapat memicu atau memperburuk melasma dengan merangsang melanosit; penggunaan tabir surya membantu mengurangi radiasi UV yang mencapai kulit.
  • Perubahan hormon, riwayat keluarga, serta peradangan atau penggunaan produk perawatan tertentu dapat meningkatkan aktivitas melanosit dan memicu hiperpigmentasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Melasma merupakan kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bercak berwarna cokelat keabu-abuan pada area wajah seperti pipi, dahi, dan hidung. Gangguan pigmentasi ini terjadi akibat produksi melanin yang berlebihan di kulit. 

Beberapa faktor pemicu melasma antara lain paparan sinar matahari, perubahan hormon, penggunaan produk perawatan kulit tertentu, faktor keturunan, serta konsumsi obat-obatan yang membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar UV.

Untuk mengetahui penyebab melasma lebih lanjut, simak informasi selengkapnya berikut ini.

1. Paparan sinar matahari

Freepik.com

Paparan sinar matahari, terutama sinar ultraviolet, merupakan salah satu faktor yang dapat memicu atau memperburuk melasma. Hal ini terjadi lantaran sinar ultraviolet menstimulasi melanosit pada kulit, sehingga bisa memicu kulit mengeluarkan bintik hitam.

Kondisi ini membuat tabir surya memiliki peran yang sangat penting dalam perlindungan kulit, agar kulit bebas dari bahaya paparan sinar ultraviolet, karena tabir surya bekerja dengan menyerap, memantulkan, hingga menghamburkan radiasi sinar ultraviolet sehingga mengurangi jumlah sinar berbahaya tersebut yang mencapai kulit.

2. Produk perawatan kulit yang kamu gunakan

Freepik.com

Bukan hanya paparan sinar matahari saja yang bisa membuat kulit mengalami melasma, produk perawatan kulit yang kamu gunakan juga ternyata bisa membuat kulit mengalami masalah satu ini.

Hal ini terjadi karena apabila kulit yang mengalami peradangan, termasuk ketika salah menggunakan produk perawatan kulit bisa menstimulasi melanosit untuk memproduksi lebih banyak melanin, sehingga memicu atau memperparah hiperpigmentasi. 

Tidak hanya itu, beberapa bahan aktif, seperti retinoid dan AHA, dapat meningkatkan sensitivitas kulit terhadap sinar matahari jika digunakan tanpa perlindungan tabir surya yang cukup. 

3. Perubahan hormon

Freepik.com

Tahukah kamu bahwa perubahan hormon juga dapat memengaruhi kesehatan dan penampilan kulit? Perubahan kadar hormon, terutama estrogen dan progesteron, dapat meningkatkan aktivitas melanosit sehingga memicu terbentuknya bercak hiperpigmentasi pada kulit.

Kondisi yang sama juga bisa kamu alami apabila tengah mengandung. Kondisi tersebut erat dengan istilah chloasma. Chloasma adalah melasma yang muncul akibat perubahan hormon, terutama selama masa kehamilan.

4. Faktor genetik

Freepik.com

Bukan akibat paparan sinar matahari, penggunaan produk perawatan kulit yang tidak tepat atau perubahan hormon, melasma juga bisa terjadi karena faktor genetik. Hal ini terjadi karena seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan melasma cenderung memiliki kecenderungan genetik yang meningkatkan aktivitas melanosit, sehingga lebih rentan mengalami hiperpigmentasi. 

Dari paparan sinar matahari hingga faktor genetik, setiap orang yang mengalami melasma memiliki pemicu yang berbeda-beda. Namun, satu yang pasti, mengaplikasikan tabir surya setiap hari menjadi langkah yang tepat untuk menangkal dan mencegah perparahan kondisi kulit satu ini.

Curated For You

Editorial Team

Related Article