5 Penyebab Ketiak Tetap Basah Padahal Sudah Pakai Deodorant

Ketiak tetap basah meski memakai deodorant dapat dipicu hiperhidrosis, yaitu kondisi kelenjar keringat terlalu aktif dan menghasilkan keringat berlebihan tanpa pemicu jelas.
Stres, cemas, aktivitas fisik intens, serta suhu lingkungan panas dapat meningkatkan produksi keringat, sehingga deodorant mungkin tidak cukup menahan lembap dan bau.
Pemakaian deodorant tanpa antiperspirant dapat membuat ketiak tetap basah; produk berkandungan ACH, AZG, atau aluminum sesquichlorohydrate disebut mampu mengurangi produksi keringat sementara.
Siapa nih di antara kamu yang pernah merasa kesal karena ketiak tetap basah padahal sudah pakai deodorant? Kondisi ini tentu bisa membuat kamu kurang percaya diri, apalagi saat harus beraktivitas seharian atau bertemu banyak orang.
Ternyata, ada beberapa faktor yang bisa menyebabkan ketiak tetap basah meski kamu sudah menggunakan deodorant, mulai dari cuaca panas hingga kondisi kesehatan tertentu. Yuk, cari tahu penyebab ketiak tetap basah padahal sudah pakai deodorant agar kamu bisa menemukan cara mengatasinya dengan tepat!
Table of Content
1. Keringat berlebih (hiperhidrosis)

pexels.com/cottonbro studio Berkeringat merupakan mekanisme tubuh yang normal bagi manusia. Sebab berkeringat menjadi usaha tubuh untuk menurunkan suhu tubuh secara alami pada saat tertentu. Sayangnya, jika jumlahnya mulai berlebihan kamu patut waspada.
Keringat yang berlebih tadi bisa menjadi tanda adanya kondisi hiperhidrosis. Hiperhidrosis dikenal sebagai kondisi di mana kelenjar keringat seseorang terlalu aktif sehingga menghasilkan keringat dalam jumlah berlebihan tanpa pemicu yang jelas.
Bagi mereka yang menderita hiperhidrosis, deodorant atau antiperspirant biasa saja tidak cukup efektif. Pasalnya, kelenjar keringat akan tetap memproduksi keringat dalam jumlah yang besar.
2. Mengalami stres atau cemas berlebih
Saat kamu merasa stres, cemas, atau gugup, tubuh bisa merespons dengan meningkatkan produksi keringat. Hal ini sebenarnya adalah respons alami tubuh saat mengalami tekanan emosional.
Keringat yang dihasilkan akibat stres tersebut berasal dari kelenjar apokrin yang biasanya bisa lebih bau dibandingkan dari keringat kelenjar ekrin.
3. Aktivitas fisik yang terlalu intens

pexels.com/Anastasia Shuraeva Ketika kamu melakukan aktivitas fisik yang terlalu intens seperti olahraga, keringat akan cenderung keluar dalam jumlah yang lebih banyak. Kondisi ini merupakan respons alami sehingga tubuh memproduksi keringat untuk mendinginkan suhu tubuh yang meningkat secara signifikan.
Meski demikian, hal itulah yang terkadang membuat deodorant tidak mampu menahan bau dan basahnya ketiak.
4. Suhu lingkungan terlalu panas
Suhu lingkungan juga bisa menjadi salah satu penyebab ketiak tetap basah padahal sudah pakai deodorant. Apalagi saat cuaca di luar rumah terasa sangat panas, tubuh akan memproduksi lebih banyak keringat untuk menjaga suhu tetap stabil.
Akibatnya, ketiak bisa berkeringat lebih banyak dari biasanya. Jika suhu terlalu tinggi dan keringat yang keluar sangat deras, deodoran mungkin tidak cukup efektif untuk mengatasi bau badan dan rasa lembap di area ketiak.
5. Pemilihan produk yang kurang tepat

magnific.com Jika kamu menggunakan deodorant biasa tanpa kandungan antiperspirant, maka ketiakmu bisa tetap basah, Bela. Oleh karena itu, sebelum membeli deodorant, sebaiknya cek label produk dan pastikan ada kandungan antiperspirant jika kamu ingin benar-benar mengurangi ketiak basah.
Coba pilih deodorant antiperspirant yang mengandung ACH (aluminum chlorohydrate), AZG (aluminum zirconium tetrachlorohydrex), atau aluminum sesquichlorohydrate. Ketiga bahan ini mampu mengurangi produksi keringat dengan cara membentuk sumbatan sementara di saluran keringat.
Demikian beberapa penyebab ketiak tetap basah padahal sudah pakai deodorant. Untuk mencegah ketiakmu basah, kamu bisa berganti ke produk deodorant antiperspirant, gunakan pakaian yang menyerap keringat, dan jangan lupa kelola stresmu, ya!





















