5 Tanda Tubuh Kurang Mendapat Aktivitas Fisik, Apa Saja?

- Tubuh yang jarang bergerak dapat mudah lelah saat aktivitas ringan dan mengalami penurunan kekuatan otot, sehingga kegiatan seperti naik tangga atau membawa belanjaan terasa lebih berat.
- Minim aktivitas fisik juga dapat berkaitan dengan tidur kurang nyenyak serta kenaikan berat badan, meski keduanya turut dipengaruhi faktor lain seperti stres, pola makan, dan kondisi medis.
- Kebiasaan duduk terlalu lama saat bekerja atau bersantai menandakan aktivitas harian kurang; menyelinginya dengan berdiri, berjalan, atau peregangan membantu mengurangi risiko kesehatan.
Kesibukan sehari-hari sering membuat seseorang menghabiskan lebih banyak waktu untuk duduk, baik saat bekerja di depan komputer maupun bersantai di rumah.
Padahal, tubuh membutuhkan gerakan yang cukup agar fungsi otot, kesehatan jantung, dan kualitas tidur tetap terjaga.
Jika kebiasaan kurang bergerak berlangsung terus-menerus, ada beberapa perubahan yang patut diperhatikan.
Berikut tanda tubuh kurang mendapat aktivitas fisik yang perlu kamu ketahui.
1. Tubuh mudah lelah saat melakukan aktivitas ringan

pexels.com/Ron Lach Baru menaiki tangga atau berjalan sebentar, tetapi sudah merasa kehabisan tenaga? Kondisi ini bisa berkaitan dengan rendahnya kebugaran fisik.
Aktivitas fisik secara rutin membantu meningkatkan kemampuan tubuh menggunakan oksigen dan mendukung kerja sistem kardiovaskular.
Ketika tubuh jarang bergerak, aktivitas yang membutuhkan tenaga dapat terasa lebih berat.
Meski begitu, kelelahan juga bisa disebabkan oleh kurang tidur, anemia, atau masalah kesehatan lainnya.
2. Otot terasa lemah dan tubuh kurang bertenaga

pexels.com/www.kaboompics.com Jarang menggunakan otot untuk bergerak atau menahan beban dapat membuat kekuatan otot berkurang secara bertahap.
Akibatnya, kegiatan sederhana seperti membawa belanjaan, berdiri dari posisi duduk, atau berjalan jauh mungkin terasa lebih melelahkan.
Aktivitas yang melibatkan penguatan otot secara teratur membantu mempertahankan kekuatan dan kemampuan tubuh dalam menjalankan kegiatan sehari-hari.
3. Tidur kurang nyenyak

pexels.com/cottonbro studio Sulit tidur atau sering terbangun pada malam hari juga bisa berkaitan dengan pola hidup yang minim aktivitas fisik.
Melansir Centers for Disease Control and Prevention (CDC), aktivitas fisik secara teratur dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Namun, gangguan tidur tidak selalu disebabkan oleh kurang bergerak karena stres, konsumsi kafein, dan kondisi medis tertentu juga dapat memengaruhinya.
4. Berat badan lebih mudah bertambah

pexels.com/Annushka Ahuja Ketika tubuh jarang bergerak, energi yang digunakan untuk beraktivitas cenderung lebih sedikit.
Jika asupan energi terus melebihi jumlah yang digunakan tubuh, berat badan dapat meningkat seiring waktu.
Meski demikian, perubahan berat badan tidak hanya dipengaruhi aktivitas fisik, tetapi juga pola makan, kualitas tidur, obat-obatan, dan faktor hormonal.
5. Lebih banyak menghabiskan waktu dengan duduk

pexels.com/Mikhail Nilov Kebiasaan duduk terlalu lama saat bekerja, menonton televisi, atau bermain ponsel bisa menjadi tanda bahwa aktivitas fisik sehari-hari masih kurang.
Jika tidak diselingi gerakan, waktu duduk yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit kardiovaskular dan diabetes tipe 2.
Untuk menguranginya, cobalah berdiri, berjalan sebentar, atau melakukan peregangan di sela-sela aktivitas.
Nah, itu dia tanda tubuh kurang mendapat aktivitas fisik yang perlu kamu ketahui. Yuk, mulai biasakan lebih banyak bergerak setiap hari agar tubuh tetap bugar dan kesehatan terjaga!





















