Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Badabida, Lulur Ketan Hitam Warisan Perempuan Kaili
chatgpt
  • Badabida merupakan lulur tradisional beras ketan hitam dari perempuan suku Kaili di Sulawesi Tengah.
  • Ramuan ini digunakan dalam ritual nombungu sebagai perawatan calon pengantin sebelum hari pernikahan.
  • Nelam Ayu Kusuma memodernkan bubuk badabida menjadi body scrub dengan bahan ketan hitam dari Dolo Barat, Kabupaten Sigi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dahulu

Wajah calon pengantin dibalut scrub beras ketan hitam yang dipercaya membuat kulit tampak bersih, bersinar, dan sehat. Ramuan dibuat sebagai bedak dingin, masker wajah, maupun lulur tubuh.

saat ini

Badabida menjadi bagian dari tren heritage beauty yang sedang naik daun, khususnya di Asia Tenggara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Badabida adalah scrub atau masker tradisional berbahan dasar beras ketan hitam.
  • Who?
    Perempuan suku Kaili di Sulawesi Tengah menggunakannya secara turun-temurun; Nelam Ayu Kusuma memodernkannya menjadi body scrub.
  • Where?
    Tradisi badabida berasal dari Sulawesi Tengah, dengan ketan hitam diperoleh dari petani di Dolo Barat, Kabupaten Sigi.
  • When?
    Badabida digunakan turun-temurun dan kini menjadi bagian dari tren heritage beauty yang sedang naik daun.
  • Why?
    Badabida dipakai dalam ritual nombungu untuk persiapan tubuh dan wajah calon pengantin menjelang pernikahan.
  • How?
    Ramuan ketan hitam dibuat sebagai bedak dingin, masker wajah, atau lulur tubuh; bubuknya juga dimodernkan menjadi body scrub.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Badabida adalah lulur dari ketan hitam yang dipakai perempuan suku Kaili di Sulawesi Tengah. Lulur ini dipakai saat ritual sebelum menikah. Sekarang Nelam Ayu Kusuma membuat bubuk badabida jadi body scrub yang lebih praktis. Orang-orang percaya lulur ini bisa membuat kulit lebih halus, tetapi manfaatnya belum dari uji klinis besar.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pengembangan badabida menjadi body scrub praktis menunjukkan tradisi perawatan perempuan Kaili tetap dapat dijaga melalui bentuk yang lebih mudah digunakan sehari-hari. Penggunaan ketan hitam dari petani Dolo Barat serta pemanfaatan dedak dan abu sangrai juga memperlihatkan upaya mengurangi bahan terbuang dalam proses produksinya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia punya banyak warisan dari leluhur, termasuk warisan kecantikan. Salah satu yang POPBELA mau bahas kali ini adalah badabida. Ini merupakan warisan leluhur perempuan Kaili, Sulawesi Tengah yang kembali naik daun. Badabida sendiri punya usianya jauh lebih tua dari istilah "skincare" itu sendiri.

Ini adalah lulur tradisional yang berasal dari beras ketan hitam. Kerap digunakan sebagai ritual perawatan menjelang pernikahan, yuk cari tahu tentang badabida di bawah ini!

Apa itu Badabida?

chatgpt

Badabida adalah scrub atau masker tradisional berbahan dasar beras ketan hitam, yang secara turun-temurun digunakan perempuan suku Kaili, Sulawesi Tengah untuk menghaluskan dan mencerahkan kulit. Bahan ini menjadi bagian penting dari ritual pranikah bernama nombungu, di mana calon pengantin menjalani serangkaian perawatan tubuh dan wajah sebagai persiapan fisik sekaligus batin menjelang hari pernikahan.

Dahulu, wajah calon pengantin dibalut scrub dari beras ketan hitam ini karena dipercaya membuat kulit tampak bersih, bersinar, dan sehat di hari pernikahan. Kala itu, ramuan ketan hitam tersebut dibuat dalam bentuk bedak dingin, masker wajah, maupun lulur tubuh.

Manfaat yang diklaim untuk kulit

pexels.com/anntarazevich

Ketan hitam sebagai bahan utama badabida kaya akan antioksidan (seperti antosianin), vitamin E, serta serat halus yang kaya nutrisi bagi kulit. Berdasarkan pengalaman turun-temurun dan testimoni pengguna, badabida dipercaya memberikan beberapa manfaat, antara lain:

  1. Menghaluskan dan mencerahkan kulit yang kusam, di mana dipercaya bahwa kandungan antioksidan dalam ketan hitam dapat membantu meratakan warna kulit dan memudarkan bekas noda

  2. Membantu mengatasi kulit kering dan mengelupas menurut beberapa pengguna setelah pemakaian rutin

  3. Dipercaya membantu meredakan gangguan kulit tertentu

  4. Eksfoliasi alami sebagai scrub karena tekstur bulir ketan hitam membantu mengangkat sel kulit mati tanpa mengikis kelembapan alami kulit

  5. Nutrisi alami pada ketan hitam dan rempah pendamping membantu mengencangkan serta menjaga kelembutan kulit, serta menjaga elastisitasnya

Penting dicatat, klaim-klaim ini bersumber dari pengalaman pribadi dan tradisi keluarga, bukan dari uji klinis berskala besar. Jadi meskipun menarik sebagai warisan budaya, kamu harus tetap berkonsultasi dahulu dengan profesional jika ingin mencoba lulur atau scrub satu ini.

Salah satu tren heritage beauty

pexels.com/polina-kovaleva

Badabida menjadi bagian dari tren heritage beauty atau kecantikan berbasis warisan budaya lokal yang sedang naik daun saat ini, khususnya di Asia Tenggara. Banyak pelaku usaha yang justru memilih memodernkan praktik leluhur sambil tetap menjaga akar budayanya.

Dari dapur nenek ke kemasan modern

Dok. Nelamayu Tradisional

Salah satu tokoh yang mengangkat kembali tradisi ini adalah Nelam Ayu Kusuma, perempuan asal Sulawesi Tengah yang memodernkan bubuk badabida menjadi produk body scrub yang lebih praktis digunakan sehari-hari. Resepnya bersumber dari sang nenek, seorang herbalis desa yang dahulu meracik bahan-bahan alami seperti beras dan aneka dedaunan obat, bahkan sejak masa pendudukan Jepang.

Ketan hitam yang digunakan untuk membuat badabida ini diperoleh dari petani di Dolo Barat, Kabupaten Sigi. Proses produksinya juga berusaha mengurangi bahan yang terbuang. Dedak hasil penggilingan beras dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau disalurkan kembali kepada petani. Abu dari proses sangrai digunakan sebagai abu gosok rumah tangga.

Selain badabida, Nelam juga mengembangkan bada kumba, bedak dingin tradisional yang biasa digunakan untuk membantu memulihkan dan menjaga kesehatan kulit bayi maupun anak-anak.

Itu dia salah satu heritage beauty dari Sulawesi, kamu mau coba, Bela?

Curated For You

Editorial Team

Related Article