Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kesalahan Memakai Toner yang Bisa Mengganggu Kondisi Kulit
pexels.com/SHVETS production
  • Pemilihan toner perlu disesuaikan dengan kandungan dan kebutuhan kulit, karena formula hidrasi, AHA, BHA, maupun astringen memiliki fungsi serta karakter berbeda.
  • Sensasi perih bukan tanda toner bekerja efektif; hentikan penggunaan bila kulit terasa sakit, kering, gatal, kemerahan, atau semakin tidak nyaman.
  • Toner eksfoliasi tidak boleh digunakan berlebihan, dan aplikasinya harus lembut agar gesekan serta bahan aktif tidak memicu iritasi kulit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Toner memang bukan produk yang sulit digunakan. Namun, bukan berarti penggunaannya bisa dilakukan tanpa memperhatikan kondisi kulit.

Pemilihan formula, frekuensi pemakaian, hingga cara mengaplikasikannya tetap perlu diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah baru.

Terlebih, ada beberapa kesalahan memakai toner yang bisa mengganggu kondisi kulit dan sering dianggap sepele.

Apa saja? Popbela akan membahasnya dalam ulasan berikut ini.

1. Asal pilih toner tanpa memperhatikan kandungannya

pexels.com/SHVETS production

Setiap toner memiliki kandungan dan fungsi yang berbeda.

Toner yang diformulasikan untuk memberikan hidrasi tentu memiliki karakter berbeda dari produk yang mengandung AHA, BHA, atau bahan astringen.

Oleh karena itu, selain mempertimbangkan manfaat yang ditawarkan produk, perhatikan juga daftar kandungannya dan sesuaikan dengan kebutuhan kulit agar penggunaannya tetap nyaman.

2. Menganggap sensasi perih sebagai tanda toner bekerja

pexels.com/Andrea Piacquadio

Rasa perih atau menyengat setelah memakai toner bukan berarti produk tersebut sedang bekerja lebih efektif.

Sensasi ini bisa muncul akibat kandungan tertentu yang kurang cocok dengan kondisi kulit, terutama pada kulit yang sensitif atau sedang mengalami iritasi.

Jika toner terasa menyakitkan atau membuat kulit semakin tidak nyaman, sebaiknya hentikan pemakaian dan evaluasi kembali formulanya.

3. Terlalu sering memakai toner eksfoliasi

pexels.com/Ron Lach

Toner yang mengandung AHA atau BHA memang dapat membantu mengangkat sel kulit mati, tetapi bukan berarti semakin sering digunakan hasilnya akan semakin baik.

Pemakaian yang terlalu intens justru dapat membuat kulit kering, kemerahan, atau terasa perih.

Frekuensinya sebaiknya disesuaikan dengan jenis kulit dan konsentrasi bahan aktif dalam produk.

4. Menggosok kulit terlalu keras saat mengaplikasikan toner

freepik.com/lookstudio

Cara mengaplikasikan toner juga perlu diperhatikan.

Jika menggunakan kapas, cukup usapkan secara perlahan tanpa menggosok wajah berulang kali.

Gesekan yang terlalu kuat, terutama saat toner mengandung bahan eksfoliasi, dapat membuat kulit lebih mudah mengalami iritasi.

Mengaplikasikannya dengan telapak tangan juga bisa menjadi pilihan jika sesuai dengan jenis produknya.

5. Tetap memakai toner meski kulit menunjukkan tanda tidak cocok

pexels.com/Alena Darmel

Toner bukan langkah skincare yang wajib digunakan oleh semua orang.

Jika setelah pemakaian kulit justru terasa kering, perih, gatal, atau kemerahan, tidak perlu memaksakan diri untuk tetap menggunakannya.

Kebutuhan kulit setiap orang berbeda, sehingga rutinitas skincare yang sederhana dan sesuai kondisi kulit justru lebih penting daripada mengikuti banyak tahapan.

Itu dia kesalahan memakai toner yang bisa mengganggu kondisi kulit. Meski terlihat sederhana, penggunaan toner tetap perlu disesuaikan dengan formula produk dan kebutuhan kulit.

Jadi, jangan hanya fokus pada seberapa sering atau banyak toner digunakan, tetapi perhatikan juga bagaimana kulit meresponsnya agar rutinitas skincare tetap nyaman dan sesuai kebutuhan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article