Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Kulit Terasa Lebih Kering saat Berada di Ruangan Ber-AC?
pexels.com/Cadeau Maestro
  • AC menurunkan kelembapan udara, sehingga air pada lapisan terluar kulit lebih mudah menguap dan kulit terasa kering, kasar, atau tertarik.
  • Lingkungan kering meningkatkan transepidermal water loss; hembusan AC langsung dalam waktu lama dapat mempercepat rasa kurang nyaman, terutama pada wajah dan tangan.
  • Kulit yang cenderung kering dapat makin sensitif karena fungsi pelindungnya terpengaruh; gunakan pelembap rutin dan hindari paparan hembusan AC langsung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Berada di ruangan ber-AC selama berjam-jam memang terasa nyaman, terutama saat cuaca sedang panas. Namun, setelah beberapa waktu, kulit justru bisa terasa lebih kering, tertarik, bahkan sedikit kasar.

Kondisi ini biasanya lebih terasa pada area wajah, tangan, dan bagian tubuh yang tidak tertutup pakaian. Tak heran jika banyak yang bertanya-tanya, kenapa kulit terasa lebih kering saat berada di ruangan ber-AC?

Untuk mengetahui penyebabnya, simak ulasan Popbela berikut ini.

1. Udara ber-AC cenderung lebih kering

unsplash.com/Israel Andrade

AC tidak hanya menurunkan suhu ruangan, tetapi juga dapat menurunkan kelembapan udara.

Ketika udara di sekitar memiliki kelembapan yang rendah, air dari permukaan kulit lebih mudah menguap sehingga kulit kehilangan kelembapannya.

Kondisi tersebut dapat membuat stratum corneum, yaitu lapisan terluar kulit, memiliki kandungan air yang lebih rendah.

Penelitian mengenai pengaruh lingkungan dengan kelembapan rendah menemukan bahwa paparan udara kering dapat mengurangi kadar air pada lapisan terluar kulit dan membuat tekstur kulit menjadi lebih kasar.

Itulah sebabnya kulit bisa terasa lebih kering setelah berlama-lama di ruangan ber-AC, meskipun sebelumnya terasa baik-baik saja.

2. Air dari kulit lebih mudah menguap

pexels.com/Andrea Piacquadio

Kulit sebenarnya terus-menerus kehilangan sejumlah kecil air melalui proses yang disebut transepidermal water loss (TEWL).

Dalam kondisi lingkungan yang kering, proses penguapan ini dapat membuat kulit lebih cepat kehilangan air.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology menunjukkan bahwa kelembapan lingkungan berkaitan dengan perubahan transepidermal water loss.

Artinya, kondisi udara di sekitar memang dapat memengaruhi bagaimana air berpindah dari kulit ke lingkungan.

Ketika kehilangan air berlangsung terus-menerus, kulit dapat terasa kurang kenyal, lebih kasar, atau seperti tertarik.

3. Hembusan AC dapat membuat kulit terasa semakin kering

pexels.com/rdne

Selain suhu yang lebih rendah, hembusan udara dari AC yang terus mengenai kulit juga dapat membuat rasa kering semakin terasa. Terutama jika kamu duduk tepat di bawah atau di depan AC selama berjam-jam.

Aliran udara tersebut membuat kulit terus terpapar udara dengan kelembapan rendah. Akibatnya, kulit bisa terasa lebih kering, tertarik, atau kurang nyaman dibandingkan area yang tidak terkena hembusan AC secara langsung.

4. Kulit yang sudah kering bisa terasa semakin tidak nyaman

freepik.com/freepik

Jika kulit memang cenderung kering, berada di ruangan ber-AC dalam waktu lama dapat membuat kondisinya terasa semakin mengganggu.

Kulit bisa menjadi lebih kasar, terasa tertarik, atau tampak kurang kenyal.

Kelembapan udara yang rendah juga dapat memengaruhi fungsi lapisan pelindung kulit.

Ketika kondisi ini berlangsung terus-menerus, kulit bisa menjadi lebih mudah terasa sensitif terhadap berbagai faktor dari lingkungan.

Jadi, rasa kering yang muncul setelah berlama-lama di ruangan ber-AC bukan hanya soal kulit kekurangan air, tetapi juga berkaitan dengan kondisi lapisan pelindung kulit.

5. Tips menjaga kulit tetap lembap di ruangan ber-AC

pexels.com/Ron Lach

Salah satu cara sederhana untuk mengurangi rasa kering saat sering berada di ruangan ber-AC adalah menggunakan pelembap secara rutin.

Produk ini membantu menjaga kadar air pada lapisan terluar kulit sehingga kulit tetap terasa lebih lembut dan nyaman.

Gunakan pelembap setelah mencuci wajah atau mandi, lalu aplikasikan kembali jika kulit mulai terasa kering.

Untuk kulit yang mudah kering, formula dengan bahan yang membantu menjaga kelembapan dan memperkuat lapisan pelindung kulit dapat menjadi pilihan.

Selain menggunakan pelembap, perhatikan juga posisi duduk.

Jika wajah terus terkena hembusan AC secara langsung, memindahkan posisi atau mengubah arah aliran udara bisa menjadi langkah sederhana untuk mengurangi rasa kering.

Nah, sekarang sudah tahu kan kenapa kulit terasa lebih kering saat berada di ruangan ber-AC. Jadi, jangan lupa menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan pelembap secara rutin dan menghindari paparan AC secara langsung terlalu lama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article