Cara Perkuat Skin Immunity dari Wardah Derma Longevity Lab

Wardah Derma Longevity Lab mengajak pengunjung memahami pentingnya membangun skin immunity untuk kesehatan kulit jangka panjang.
Analisis AI, Skin ID Blueprint, dan bantuan dermatologist digunakan untuk mengenali sinyal kulit serta kebutuhan perawatan yang lebih personal.
Perawatan dasar, produk yang menenangkan, nutrisi, dan aktivitas fisik turut diingatkan sebagai bagian dari kesehatan kulit.
Kulit reaktif, seperti kulit merah, kering, terasa panas, gatal, perih, atau mengalami breakout sering dianggap muncul secara tiba-tiba. Padahal, kondisi tersebut bisa terus berulang dan membuat proses recovery kulit menjadi semakin kompleks, lho, Bela.
Kondisi kulit tiap orang juga berbeda satu sama lainnya. Nggak heran kalau personalized skincare itu sekarang makin diminati, biar tahu apa yang kulit kamu benar-benar butuhkan. Sehubungan dengan ini, Wardah menghadirkan Wardah Derma Longevity Lab, di Main Atrium Pondok Indah Mall 2 (24–27 September 2026) yang mengajak para beauty enthusiast buat paham kalau skincare itu bukan cuma soal memanjakan kulit saat bermasalah aja atau sebagai problem solver, tapi bagaimana membangun skin immunity demi kesehatan kulit jangka panjang (skin longevity)
Nah, berikut ada beberapa cara memperkuat skin immunity dari acara tersebut!
Skin Longevity, perawatan untuk bikin kulit tangguh

Dok. Wardah Tren kecantikan sekarang sudah bergeser, Bela! Kalau dulu hanya fokus mengobati jerawat atau kulit kering yang muncul hari ini, kini muncul pendekatan skin longevity yang fokus bikin kulit tangguh dari stresor atau paparan harian. Kondisi kulit sendiri bisa dipengaruhi faktor dari dalam atau luar tubuh, mulai dari gaya hidup, cuaca atau udara, polusi, dan lainnya.
"Masa depan skincare bukan sekadar memperbaiki apa yang terlihat hari ini, tapi memperkuat kemampuan kulit untuk pulih, beradaptasi, dan tetap resilien dari waktu ke waktu," kata Segolene, Global Paragon Wardah Researcher.
"Buat aku, kulit yang sehat adalah kulit yang punya skin immunity yang kuat untuk menghadapi berbagai skin problems. Saat kulit sedang reaktif, kembali ke basic skincare, jangan pakai produk yang harsh, tapi yang calming dan soothing," ungkap beauty influencer Tasya Farasya.
Bedah sinyal kulit dengan Derma Longevity Intelligence™

Dok. Wardah Penting buat perhatian dan paham sinyal dari kulit kamu. Ini merupakan cara terbaik untuk merawatnya dan memulihkannya. Buat tahu kondisi kulitmu seperti apa, di Wardah Derma Longevity Lab kamu bisa skin check dengan analisis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang objektif.
Prosesnya dimulai dari sesi Skin Problem Triggers dengan Wardah Advanced Personalized Skin Analyzer (AI-PSA). Di sini, kamu akan mengisi beberapa pertanyaan terkait kondisi kulit dan 6 gaya hidup kamu (tidur, tingkat stres, nutrisi, gut health, aktivitas fisik, dan paparan harian).
Teknologinya akan mengidentifikasi skin signals dan kaitannya dengan skin exposome, yaitu keseluruhan paparan eksternal dan internal yang mempengaruhi kondisi kulit. Faktor tersebut meliputi paparan dari physical (UV, panas, dingin, angin), chemical (kosmetik, sabun, air, polutan), psychological (stres) dan hormonal (menstrual cycle).
Setelahnya, ada Diagnostic Assessment untuk memahami kondisi kulit secara lebih personal. Hasil dari tes yang telah kamu isi itu akan hadir dalam bentuk Skin ID Blueprint yang akan menghubungkan skin signals, kondisi skin barrier, dan lifestyle. Jangan takut bingung akan hasilnya, ada dermatologist yang membantu kamu untuk menginterpretasikannya. Kalau ada kondisi yang perlu dievaluasi, dermatologist akan melakukan pemeriksaan tambahan atau Dermascope dan Temperature Provocation Test.
Ada pula Dryness Test yang digunakan ketika kulit menunjukkan tanda kering, terasa tight, atau terdapat indikasi gangguan skin barrier. Hasilnya membantu menunjukkan kebutuhan recovery kulitmu. Ada pula teknologi Dino-Lite sebagai high-magnification skin surface imaging untuk membandingkan tampilan permukaan kulit sebelum dan sesudah penggunaan moisturizer.
Nggak hanya ‘rapor’ kulitmu, Skin ID Blueprint juga memberikan Personalized Recovery Guidance, yaitu langkah perawatan kulit yang dibutuhkan, mulai dari pola hidupmu, kandungan yang dihindari dan diperlukan, sampai produk yang disarankan.
Jangan lupa basic skincare

Dok. Wardah Dalam sesi talkshow bersama Tasya Farasya dan dermatologist Arlene Rainamira, keduanya mengingatkan untuk jangan lupa selalu menerapkan basic skincare untuk menjaga skin immunity dan merawat kulit. Ini dimulai dari menggunakan pembersih wajah, moisturizer dan sunscreen.
Tasya Farasya juga berpesan kalau kulit lagi sensitif, jangan pakai skincare yang kandungannya harsh melainkan yang calming dan soothing. Sementara itu, dr. Arlene mengingatkan kalau kamu memakai moisturizer tidak boleh saat kulit kering, tapi saat agak basah. Jadi, bisa setelah cuci muka atau di-spray dahulu dengan thermal water agar hidrasinya makin mengunci.
Wardah juga memperkenalkan beberapa produknya yang bisa jadi skin rescue untuk menghidrasi kulit kering, seperti Wardah Skin Rescue Moisturizer, Wardah Toner Pad Madecassoside Ectoin Barrier Calming, sampai WARDAH Cica Complex + Panthenol Ceramide Calm & Soothe Gel Moisturizer.
Perawatan luar dan dalam

Dok. Wardah Nggak cuma dari skincare, kesehatan kulit juga dipengaruhi oleh nutrisi dan aktivitas kamu. Untuk itu disarankan menjaga pola makan dan kesehatan usus dengan memenuhi gizi harian. Hal ini bisa dilakukan dengan makan buah dan sayur setiap hari, memenuhi kebutuhan protein, hingga mengurangi makanan dan minuman manis. Kamu juga diingatkan untuk bergerak setiap harinya, entah itu dengan olahraga atau berjalan sekitar 8-10 ribu langkah setiap harinya.
Itulah cara memperkuat skin immunity untuk mendapatkan skin health jangka panjang.





















