Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah Kuteks Halal untuk Salat? Ketahui Hukumnya Menurut MUI
pexels.com/Yan Krukau
  • MUI menegaskan label halal pada kuteks tidak otomatis membuat wudu sah; penentu utamanya adalah apakah lapisan kuteks menghalangi air menyentuh kuku.

  • Fatwa MUI Nomor 60 Tahun 2020 mewajibkan kosmetik tidak tembus air dibersihkan sebelum wudu atau mandi wajib, karena bersuci tanpa air merata dianggap tidak sah.

  • Kuteks bersertifikat halal harus berbahan halal, bebas kontaminasi najis, dan lolos uji tembus air; bila tidak tembus air, gunakan setelah wudu lalu hapus sebelum wudu berikutnya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memakai kuteks sering menjadi salah satu cara perempuan untuk memperindah kukunya. Saat ini, sejumlah produsen bahkan mulai mengeluarkan kuteks berlabel halal. Namun, apakah kuteks halal otomatis aman dipakai wudu dan sah untuk salat?

Nah, buat kamu yang masih ragu-ragu akan hukum halal atau sahnya salat saat memakai kuteks tersebut, yuk simak penjelasan seputar apakah kuteks halal untuk salat di bawah ini.

1. Apakah sah kuteks halal untuk salat menurut MUI?

pexels.com/Umay Karataş

Jawabannya, tergantung apakah kuteks tersebut menghalangi air wudu atau tidak. Kuteks yang berlabel halal memang menunjukkan bahwa produk tersebut memenuhi ketentuan kehalalan bahan dan prosesnya, tetapi tidak otomatis berarti semua kuteks halal bisa digunakan saat wudu, ya.

Jika lapisan kuteks membuat air tidak menyentuh permukaan kuku, kuteks perlu dihapus sebelum wudu. Menurut Fatwa MUI Nomor 60 Tahun 2020, kosmetik yang tidak tembus air harus dibersihkan terlebih dahulu dari anggota tubuh yang wajib terkena air sebelum seseorang berwudu atau mandi besar. Jika tidak dibersihkan, maka bersucinya dianggap tidak sah.

Hal ini juga ditegaskan MUI dalam pembahasan mengenai nail art dan gel polish, yakni selain memastikan bahan tidak najis, perlu diperhatikan pula apakah produknya tembus air atau tidak.

2. Apa arti kuteks berlabel halal menurut MUI?

pexels.com/Anna Shvets

Berdasarkan Journal of Islamic and Law Studies, kuteks halal adalah cat kuku yang diformulasikan dengan bahan-bahan yang tidak haram dan tidak menghalangi air wudu masuk ke sela-sela kuku atau meresap ke dalam kulit. Sebab, umumnya kuteks halal bersifat breathable atau mampu menyerap air.

Sementara itu, bagi LPPOM MUI, kuteks yang bersertifikat halal artinya:

  • Berasal dari bahan-bahan yang tidak haram atau najis.

  • Diproduksi di pabrik yang tidak terkontaminasi bahan haram dan najis.

  • Setelah menjadi produk, produk itu harus lolos uji tembus air saat diuji di laboratorium halal LPPOM MUI. Menurut fatwa MUI, batasan tembus air tersebut apabila dalam satu menit bahan tersebut bisa dilewati oleh air.

3. Tips menggunakan kuteks halal agar tetap aman

pexels.com/Marina Abrosimova

  • Cek sertifikasi halal dan keterangan produknya
    Buat kamu yang tetap ingin memakai kuteks halal, cek dulu keterangan produk sebelum menggunakannya. Jangan hanya terpaku pada label halal, tetapi perhatikan juga apakah kuteks tersebut tembus air atau justru membentuk lapisan yang menghalangi air. Pasalnya, label halal tidak otomatis berarti kuteks wudu friendly.

  • Hapus kuteks sebelum wudu
    Jika kuteks ternyata tidak tembus air, kamu bisa menggunakannya setelah wudu dan menghapusnya kembali sebelum wudu berikutnya. Hal ini lantaran, syarat sah seseorang berwudu ialah meratakan air ke seluruh badan anggota wudu, salah satunya tangan dan jari tangan, termasuk kuku.

  • Gunakan saat sedang haid
    Saat sedang haid dan tidak menjalankan salat, kamu bisa memanfaatkan waktu ini untuk memakai kuteks halal tanpa perlu khawatir harus menghapusnya untuk wudu. Namun, setelah masa haid selesai dan kamu akan melakukan mandi wajib, kuteks yang menghalangi air tetap perlu dibersihkan terlebih dahulu.

Jadi, apakah kuteks halal untuk salat? Penggunaan kuteks perlu disesuaikan dengan kondisi dan sifat lapisannya. Jika kuteks membentuk lapisan yang menghalangi air mencapai kuku, sebaiknya hapus terlebih dahulu sebelum berwudu agar wudu dan salat dapat dilakukan sesuai ketentuan. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article