- Konsumsi gula berlebih dapat meningkatkan kadar hormon IGF-1 yang memicu produksi sebum berlebih dan berdampak pada munculnya jerawat.
- Produksi sebum berlebih akibat tingginya asupan gula bisa menyebabkan pori-pori tersumbat, sehingga bakteri penyebab jerawat lebih mudah berkembang.
- Gula juga dapat memicu peradangan kulit yang ditandai kemerahan dan pembengkakan, sehingga disarankan membatasi konsumsi gula untuk menjaga kesehatan kulit.
Gula menjadi salah satu kandungan yang banyak ditemukan entah di dalam makanan atau minuman yang kamu konsumsi sehari-sehari. Ya, hampir semua makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh mengandung gula.
Namun, kebanyakan mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung gula tidak baik untuk kesehatan, termasuk untuk kesehatan kulit. Sebab, gula diketahui bisa menyebabkan jerawat.
Lalu, apa yang menjadi penyebab gula memicu kehadiran jerawat di kulit?
Table of Content
1. Peningkatan gula darah memicu peningkatan hormon tertentu

Peningkatan gula darah akibat konsumsi gula berlebih atau makanan dengan beban glikemik tinggi dapat berkaitan dengan peningkatan hormon yang sering disebut sebagai insulin-like growth factor 1 (IGF-1).
Sebenarnya, hormon ini memiliki peran penting dalam pertumbuhan sel. Namun, kadar IGF-1 yang tinggi dapat memengaruhi kondisi kulit, seperti meningkatkan produksi sebum, yang jika tidak ditangani dengan tepat dapat berkontribusi pada munculnya masalah kulit.
2. Stimulasi produksi sebum berlebih

Produksi sebum yang berlebih bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai, stres, berada di lingkungan yang panas dan lembap, hingga perubahan hormon.
Hal ini juga dapat berkaitan dengan peningkatan kadar hormon IGF-1 akibat konsumsi makanan atau minuman tinggi gula. Produksi sebum yang berlebih membuat kulit semakin berminyak dan, jika tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan jerawat.
3. Penyumbatan pori-pori

Seperti rantai yang saling berkaitan, ketika terjadi produksi sebum berlebih, ada kemungkinan pori-pori mengalami penyumbatan. Seperti yang kamu ketahui, penyumbatan pori-pori dapat memicu pertumbuhan bakteri penyebab jerawat dengan lebih mudah.
Terlebih lagi, kondisi ini dapat semakin parah jika disertai dengan penumpukan sel kulit mati. Namun, kamu tak perlu khawatir, karena penyumbatan pori-pori dapat diatasi dengan melakukan eksfoliasi kulit secara rutin dan, tentunya, meminimalkan konsumsi gula berlebih.
4. Peradangan

Gula yang dikonsumsi secara berlebihan juga dapat berkontribusi terhadap terjadinya peradangan di kulit. Hal ini berkaitan dengan peningkatan respons peradangan dalam tubuh akibat pola makan tinggi gula. Kondisi peradangan pada kulit dapat muncul dalam bentuk kemerahan, pembengkakan, hingga jerawat yang disertai rasa nyeri.
Menjawab pertanyaan apakah gula bisa menyebabkan jerawat? Ya, konsumsi gula berlebih dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya jerawat pada sebagian orang. Namun, bukan berarti kamu tidak boleh mengonsumsinya sama sekali.
Membatasi jumlah gula dalam makanan dan minuman sehari-hari dapat menjadi salah satu cara untuk membantu menjaga kesehatan kulit dan meminimalkan risiko munculnya masalah kulit.






















