Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Bukan Cuma Gigi Bersih, Ini Pentingnya Menjaga Microbiome Mulut

4 min read
Bukan Cuma Gigi Bersih, Ini Pentingnya Menjaga Microbiome Mulut
Dok. BKGN 2026
  • BKGN 2026 yang digelar Unilever Indonesia bersama PDGI, AFDOKGI, dan ARSGMPI menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan microbiome mulut, yang terdiri dari lebih 700 spesies mikroorganisme.
  • Sekitar empat dari sepuluh anak Indonesia yang bersekolah mengalami gigi berlubang; pemerintah menganjurkan pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan agar masalah terdeteksi lebih awal.
  • Berlangsung Oktober–Desember 2026, BKGN hadir di 29 FKG dan RSGMP, menyediakan edukasi, pemeriksaan, serta perawatan gigi gratis, termasuk bagi pesantren dan komunitas ibu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kesehatan gigi dan mulut selama ini mungkin hanya identik dengan rajin menyikat gigi dan rutin pergi ke dokter gigi. Namun, ada satu hal lain yang ternyata juga penting diperhatikan, yaitu keseimbangan microbiome di dalam rongga mulut.

Hal tersebut menjadi fokus Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 yang kembali digelar Unilever Indonesia melalui Pepsodent. Memasuki tahun ke-17, BKGN hadir bersama Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI), dan Asosiasi Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan Indonesia (ARSGMPI).

Mengusung tema “Gigi Kuat, Senyum Sehat, Indonesia Hebat - Perlindungan Mulut 24/7 untuk Masa Depan Senyum Indonesia”, BKGN 2026 resmi dimulai dengan kegiatan edukasi dan pemeriksaan gigi bagi siswa SDN Menteng 01 Jakarta.

Lantas, apa yang membuat microbiome mulut begitu penting?

  1. BKGN 2026 Kenalkan Pentingnya Microbiome Mulut

    Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026
    Dok. BKGN 2026

    Menurut Prof. drg. Suryono, S.H., M.M., Ph.D., Ketua AFDOKGI, rongga mulut merupakan salah satu komunitas mikroba terbesar dalam tubuh manusia. Di dalamnya terdapat lebih dari 700 spesies mikroorganisme yang membentuk microbiome mulut, termasuk bakteri baik dan bakteri yang berpotensi merugikan.

    Karena itu, perawatan gigi dan mulut sebenarnya bukan tentang menghilangkan seluruh bakteri. Justru, keseimbangannya perlu dijaga agar bakteri yang merugikan tidak berkembang secara berlebihan. Ketika keseimbangan tersebut terganggu atau mengalami dysbiosis, berbagai masalah gigi dan mulut pun dapat lebih mudah muncul.

    “Kesehatan gigi dan mulut bukan hanya tentang gigi yang bersih, tetapi juga bagaimana kita menjaga keseimbangan microbiome mulut,” jelas Prof. Suryono dalam acara peresmian BKGN 2026.

    Hal ini juga berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari. Konsumsi gula yang terlalu sering, misalnya, dapat membuat bakteri menghasilkan asam secara berulang sehingga meningkatkan risiko kerusakan enamel dan gigi berlubang. Karena itu, menjaga kebersihan gigi tetap perlu dibarengi dengan pola hidup yang mendukung kesehatan rongga mulut.

  2. Empat dari Sepuluh Anak Indonesia Disebut Mengalami Gigi Berlubang

    Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026
    Dok. BKGN 2026

    Masalah kesehatan gigi masih menjadi perhatian di Indonesia, terutama pada anak-anak. Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Sp.PD-KEMD., Ph.D., Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan sekitar empat dari sepuluh anak Indonesia yang bersekolah mengalami gigi berlubang.

    Menurutnya, pemeriksaan gigi sebaiknya tidak menunggu sampai seseorang merasakan sakit. Pemeriksaan secara rutin setiap enam bulan dapat membantu menemukan masalah gigi lebih awal sebelum kondisinya semakin parah.

    “Waktu untuk memeriksakan gigi yang baik adalah bukan ketika kita menderita sakit gigi, tetapi sebaiknya dilakukan secara rutin setiap enam bulan,” ujar Prof. Dante.

    Dalam kesempatan yang sama, sebanyak 384 siswa SDN Menteng 01 Jakarta mendapatkan edukasi sekaligus pelayanan kesehatan gigi dan mulut dari tenaga medis gigi. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian BKGN 2026 yang nantinya berlangsung di berbagai wilayah Indonesia.

  3. BKGN 2026 Akan Hadir di 29 FKG dan RSGMP

    Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2026
    Dok. BKGN 2026

    Setelah kegiatan pembukaan di Jakarta, BKGN 2026 akan berlanjut selama Oktober hingga Desember 2026. Bekerja sama dengan AFDOKGI dan ARSGMPI, program ini akan hadir di 29 Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) dan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan (RSGMP) di berbagai wilayah Indonesia.

    Tak hanya pemeriksaan, BKGN juga membawa edukasi mengenai kebiasaan merawat kesehatan gigi dan mulut secara berkelanjutan. Program ini turut menyasar pesantren dan komunitas ibu agar edukasi mengenai kesehatan gigi bisa diterapkan lebih luas dalam kehidupan sehari-hari.

    drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent., MDSc., Personal Care Community Lead Unilever Indonesia, mengatakan BKGN terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu kesehatan gigi. Tahun ini, fokus terhadap microbiome menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pemahaman baru mengenai cara menjaga kesehatan rongga mulut.

    “Semangat HKGN 2026 sangat sejalan dengan misi dari BKGN, di mana setiap tahunnya kami memberikan akses edukasi, pemeriksaan dan perawatan gigi gratis secara berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.

    Sejalan dengan edukasi tersebut, Pepsodent juga memperkenalkan Pepsodent Pro.Care dengan teknologi Microbiome Active. Teknologi ini dikembangkan untuk membantu menekan pertumbuhan bakteri yang merugikan sekaligus mendukung bakteri baik di dalam rongga mulut.

    Lewat rangkaian BKGN 2026, Pepsodent berharap semakin banyak masyarakat memahami bahwa menjaga kesehatan gigi bukan hanya dilakukan saat muncul keluhan. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara rutin, mulai dari merawat kebersihan gigi hingga memeriksakannya secara berkala, menjadi bagian penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dalam jangka panjang.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More