Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Abu Vulkanik Bisa Bahaya bagi Skin Barrier, Ini Cara Perbaikinya!
istockphoto
  • Abu vulkanik bisa rusak skin barrier kamu dengan membuatnya semakin kering dan dehidrasi

  • Mengatasi skin barrier yang rusak karena abu vulkanik bisa dengan menghentikan eksfoliasi atau skincare berbahan keras

  • Fokus untuk repairing dengan memakai pelembab, gentle cleanser, occlusive, dan sunscreen

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bencana erupsi gunung berapi nggak cuma bikin cemas mental, tapi juga bisa bikin skin barrier kamu terdampak! Banyak yang mengira abu vulkanik cuma debu biasa yang tinggal dibersihkan. Padahal, di baliknya ada "bahaya tersembunyi" berupa reaksi kimia yang bisa merusak kesehatan kulit kamu dalam waktu singkat. 

Yuk, simak kenapa hal ini bisa terjadi dan cara untuk menolong kulit kamu!

Bahaya abu vulkanik bagi skin barrier

gpc.ce

Abu vulkanik beda banget sama debu jalanan biasa. Partikel abu ini sangat kecil dan punya sifat kimiawi yang cukup agresif buat kulit kamu. Beberapa bahaya abu vulkanik untuk skin barrier, antara lain:

1. Menguras kelembapan alami kulit

Partikel mikro abu vulkanik mudah tersangkut di dalam pori-pori. Sifatnya yang sangat menyerap (absorbent) akan menyedot kelembapan dan minyak alami kulit secara agresif. Hasilnya? Kulit mendadak kering kerontang, ketarik, dan perih.

2. Bakteri baik bisa rusak karena tingkat keasaman

Abu vulkanik ternyata punya kandungan yang bersifat asam akibat proses letusan yang membawa berbagai senyawa mineral dan gas. Saat menempel di wajah, kadar pH alami kulit bakal terganggu. Akibatnya, mikrobioma atau "bakteri baik" pelindung kulit bakal rusak, bikin skin barrier jebol dan pemicu utama kemerahan serta breakout.

3. Luka halus mikroskopis

Partikel abu vulkanik terdiri dari pecahan kaca vulkanik, batuan, dan mineral yang memiliki sudut-sudut tajam secara mikroskopis. Saat menempel di wajah dan tergesek, baik saat mengusap keringat, membasuh wajah terlalu keras, atau terkena angin, partikel ini mengikis lapisan stratum korneum dan menciptakan luka-luka halus yang merusak struktur pelindung kulit.

4. Breakout

Ukuran abu vulkanik yang sangat kecil ($<10$ mikron atau bahkan PM2.5) memungkinkannya masuk dan tersumbat jauh di dalam pori-pori. Sumbatan fisik ini, berpadu dengan iritasi kimia, dan akhirnya memicu reaksi inflamasi seperti kemerahan mendadak (erythema), rasa terbakar, jerawat peradangan, hingga dermatitis kontak. Wajahmu pun jadi terlihat breakout parah.

5. Semakin sensitif pada sinar UV dan polusi

Ketika skin barrier sudah menipis dan rusak akibat gesekan serta dehidrasi, kulit kehilangan kemampuannya menahan radikal bebas dan radiasi ultraviolet. Hal ini membuat kulit menjadi jauh lebih reaktif, sangat sensitif, dan mudah mengalami hiperpigmentasi (bercak hitam).

Cara mengatasi skin barrier yang mulai rusak karena abu vulkanik

Kalau kulit kamu sudah mulai ‘ngambek’ gara-gara terpapar abu vulkanik, jangan panik dulu! Kamu bisa mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:


1. Stop eksfoliasi

pexel.com/Karola G

Hindari penggunaan scrub fisik, cleansing brush, atau bahan aktif seperti AHA, BHA, dan Retinol. Partikel abu vulkanik itu sendiri udah bersifat abrasif. Kalau ditumpuk eksfoliasi, kulit kamu bisa iritasi parah hingga terluka.

2. Gunakan gentle cleanser

pexels.com/miriam-alonso

Pilih pembersih wajah berbahan lembut yang bebas dari sulfat (SLS/SLES), alkohol, dan wewangian. Bersihkan wajah dengan air biasa perlahan-lahan tanpa digosok terlalu keras untuk mengangkat sisa abu. Jika menggunakan pembersih minyak (cleansing oil), usap dengan sangat perlahan tanpa ditekan agar abu yang terlarut tidak melukai skin barrier.

3. Jangan lupa pelembap ekstra

magnific.com

Fokus utama kamu di momen seperti ini adalah repairing. Pakai moisturizer yang kaya akan Ceramide untuk memperbaiki struktur skin barrier yang rusak, serta Hyaluronic Acid untuk mengembalikan kadar air yang tersedot abu. Beberapa kandungan yang masih aman untuk skin barrier-mu, termasuk centella asiatica, panthenol, atau niacinamide dosis rendah. Bahan-bahan ini membantu merekatkan kembali struktur sel kulit yang rusak dan mengunci kadar air.

4. Gunakan air mengalir

marthastewart.com

Kamu juga disarankan untuk menggunakan air bersih mengalir untuk meluruhkan partikel abu yang menempel di wajah. Hindari mengusap atau menggosok wajah menggunakan handuk, tisu, atau tangan secara langsung saat kulit masih kering agar sudut tajam abu tidak menggores kulit.

5. Proteksi dengan sunscreen atau petroleum jelly

skinkernel.com

Pada area yang sangat kering atau retak, oleskan occlusive seperti petroleum jelly untuk membuat lapisan pelindung fisik. Kamu juga dapat menggunakan mineral/physical sunscreen dengan kandungan Zinc Oxide atau Titanium Dioxide yang cenderung lebih aman untuk kulit yang sedang teriritasi.

Itulah cara mengatasi skin barrier yang rusak akibat abu vulkanik. Catat, ya, Bela!

Curated For You

Editorial Team

Related Article