Buat para beauty enthusiast, nama Arsya Nafisa memang sudah nggak asing lagi. Yup! perempuan kelahiran  tahun 1996 ini memang dikenal sebagai salah satu Make Up Artist yang memulainya sejak usianya masih muda, lho.

Menyambut BeautyFest Asia 2022 yang akan digelar di Kota Kasablanka pada 14-16 Oktober 2022, kepada Popbela Arsya Nafisa berbagai cerita soal perjalanan kariernya sebagai MUA, sekaligus berbagi pesan soal standar kecantikan masa kini. Penasaran? Simak artikel ini, yuk!

Rela homeschooling demi tekuni dunia tata rias

Arsya Nafisa Bicara Tentang Insecurity dan Beauty Standarddok. BeautyFestAsia by Popbela.com

Berawal dari kesukaannya terhadap makeup membawa Arsya Nafisa akhirnya menekuni dunia tata rias. Demi mendalaminya, Arsya rela menjalani homeschooling demi memfleksibelkan waktu kala ia menempuh pendidikan di LaSalle College. 

“Aku memulai menjadi make up artist itu sejak umur 16 tahun di tahun 2012. Mulai belajar di LaSalle College Jakarta sambil homeschooling gitu supaya biar waktunya lebih fleksibel. Jadi dari sekolah SMA aku pindah ke homeschooling supaya bisa belajar makeup,” ucap Arsya membuka sesi wawancara dengan tim Popbela. 

Tentunya, ia mendapatkan ilmu tentang merias bukan hanya dari LaSalle College saja, perempuan berhijab ini pun juga mengatakan pernah menempuh pendidikan di Puspita Martha dan pernah berguru dengan para Make Up Artist profesional, seperti Aldo Akira, Irwan Triyadi, Ardianto, Nanat Nadya, dan Arman Armano.

Awalnya suka styling rambut Ibunda

Arsya Nafisa Bicara Tentang Insecurity dan Beauty Standardnstagram.com/arsya.nafisa

Berkat tekadnya untuk mendalami dunia tata rias, Arsya mulai menerima pekerjaan ini tak lama setelah ia belajar di institusi pelatihan, tepatnya di akhir tahun 2016. Kepada Popbela ia mengatakan sadari sejak kecil minatnya akan dunia kecantikan sudah mulai tumbuh. Diawali dengan menata rambut sang ibunda, hingga ia merasa puas ketika melihat pulasan makeup hasil karyanya sendiri. 

Aku memang suka saja sih karena dari dulu itu aku memang suka merias gitu, tapi kalau dulu lebih ke rambut sih, nyatok atau curly rambut mamah. Nggak tahu kaya ada kepuasan sendiri gitu kalau habis makeup seseorang. Berawal dari kesukaan itu makanya aku tekuni hingga saat ini,” lanjut Arsya dengan antusias.

Lelah kalau terus menyetarakan standar diri dengan standar kecantikan yang ada

Arsya Nafisa Bicara Tentang Insecurity dan Beauty Standard

Berbicara tentang makeup, trend merias wajah akan berjalan seiring dengan perkembangan jaman. Standar dunia kecantikan juga nggak bisa Arsya hindari apalagi dirinya sebagai seorang perempuan yang bekerja di bidang kecantikan. Baginya seseorang tidak bisa memaksakan diri untuk bisa mengikuti standar yang bagi setiap orang dan negara pun berbeda-beda versinya.

Gara-gara melihat orang lain, seperti di Amerika orang-orangnya gini ya, nanti kalau liat Korea inginnya cantik kaya mereka, begitu terus. Kita nantinya akan terlalu banyak yang diinginkan karena mau memenuhi standar masing-masing negara dan orang jadi aku kaya cape juga sih, jadinya yang muncul malah insecure jadi nggak puas sama diri sih,” jelas Arsya.

Perempuan kelahiran 21 Januari 1996 ini merasa tidak setuju lagi dengan beauty standar yang ada saat ini. Karena baginya setiap orang itu punya kecantikannya sendiri yang nggak bisa disamakan dengan orang lain. Dirinya merasa jika kita terus memenuhi standar yang ada hanya lelah yang akan didapatkan.

Masih berjuang untuk berdamai dengan insecurity

Arsya Nafisa Bicara Tentang Insecurity dan Beauty Standardinstagram.com/arsya.nafisa

Namun, tanpa disadari dengan adanya standar kecantikan membuat sebagian perempuan merasa insecure, apalagi bagi mereka yang belum bisa menerima keadaan dirinya. Arsya pun mengakui bahwa dirinya masih memiliki insecurity dalam dirinya. 

“Insecure yang dirasakan lebih ke pandangan terhadap diri aku sendiri sih kaya badan aku, muka aku, yang berhubungan dengan diri sendiri,” ungkap Arsya. Sampai saat ini Arsya juga masih berjuang untuk berdamai dengan kekurangan dirinya. Hal yang dapat ia lakukan saat perasaan itu muncul adalah tetap berusaha untuk percaya diri.

Walaupun masih berjuang untuk berdamai, dalam urusan pekerjaan perasaan insecure tidak mempengaruhi dirinya kala merias wajah seseorang, lho. Arsya percaya ia tidak memiliki kekhawatiran akan hal tersebut karena setiap penata rias punya karakternya masing-masing. Begitu pula dengan pulasan makeup Arsya.

Pelan-pelan mulai menerima dan memahami diri sendiri

Arsya Nafisa Bicara Tentang Insecurity dan Beauty Standarddok. BeautyFestAsia by Popbela.com

Menanggapi kampanye #IAMREAL yang digaungkan oleh Popbela, Arsya menyambut baik adanya kampanye tersebut. Baginya orang-orang yang sudah bisa berjalan sesuai dengan kemauan dan mencintai baik kekurangan dan kelebihan dirinya adalah fase yang sangat tinggi sehingga mereka bisa bersinar. Arsya pun membagikan sedikit petuah untuk kamu yang belum menjadi #IAMREAL. 

Untuk mereka yang belum merasa mencintai dirinya sendiri, mulailah sedikit-sedikit, nggak perlu terlalu dipaksa, walaupun aku ngomong kaya gini juga masih ada nih timbul rasa-rasa insecure nya cuma dikit-dikit aku mulai menerima Walaupun susah jangan terlalu dipaksain, pelan-pelan sampai suatu saat nanti bakal ada yang mendukung, dan suka dengan penampilan kita. Karena mau bagaimanapun kita hidup bakalan ada orang yang suka dan tidak menyukai kita, fokus saja sama diri kita sendiri,” ujar Arsya menutup sesi wawancara dengan Popbela.

Tuh Bela, jangan terlalu memaksakan diri untuk mengikuti standar kecantikan yang ada dan mulailah menerima keadaan dirimu apa adanya.  Tentu lakukanlah secara perlahan, ya Bela.

Jangan lupa untuk datang ke acara BeautyFest Asia by Popbela pada 14, 15, 16 Oktober 2022 mendatang di Kota Kasablanka, Jakarta. Kami tunggu kedatanganmu, Bela, jangan lupa ajak semua bestie-mu, ya!

Baca Juga: Agnes Oryza: "Beauty Standard yang Mainstream Bikin Bosan"

Baca Juga: Ira Sumardi Bicara Tentang Beauty Standard dan Personal Value

Baca Juga: Cara Ranti Kusuma Menemukan Inner Beauty dalam Diri