Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Kapan Brush Makeup Perlu Diganti, Bukan Sekadar Dicuci?

2 min read
Kapan Brush Makeup Perlu Diganti, Bukan Sekadar Dicuci?
pexels.com/Boris Hamer
  • Brush makeup perlu diganti saat bulunya mekar, berubah bentuk, terasa kasar, atau sering rontok sehingga aplikasi produk menjadi kurang presisi dan serat dapat tertinggal di wajah.
  • Penggantian juga disarankan bila brush tetap berminyak, menyimpan sisa produk, atau berbau setelah dicuci, karena sisa makeup, minyak, dan kelembapan mendukung penumpukan mikroorganisme.
  • Kepala brush yang longgar serta hasil makeup yang bergaris atau tidak merata menandakan fungsi brush menurun; tidak ada batas waktu penggantian jika kondisinya masih baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Brush makeup menjadi salah satu beauty tool yang hampir selalu ada di meja rias.

Mulai dari mengaplikasikan foundation, membaurkan blush, hingga membuat riasan mata terlihat lebih presisi, setiap brush punya fungsi masing-masing.

Karena sering digunakan dan bersentuhan langsung dengan kulit, kebersihannya pun perlu diperhatikan.

Namun, mencucinya secara rutin bukan berarti brush bisa digunakan selamanya.

Seiring waktu, bulu brush dapat berubah bentuk, terasa kasar, atau tidak lagi bekerja seperti sebelumnya. Lalu, kapan brush makeup perlu diganti?

Popbela akan membahasnya dalam ulasan berikut ini.

  1. 1. Bulu brush mulai mekar dan sulit kembali ke bentuk semula

    Ilustrasi brush makeup (freepik.com)
    freepik.com

    Jika bulu brush sudah terlihat berjumbai, banyak yang mencuat ke berbagai arah, atau bentuknya berubah meski sudah dicuci, ini bisa menjadi tanda brush mulai aus.

    Kondisi tersebut bukan hanya membuat aplikasi makeup kurang presisi, tetapi juga dapat membuat sapuan produk terasa kurang nyaman di kulit.

  2. 2. Banyak bulu yang rontok saat digunakan

    pexels.com/Kaboompics
    pexels.com/Kaboompics

    Beberapa helai yang terlepas sesekali mungkin masih wajar.

    Namun, jika bulu semakin sering rontok ketika brush digunakan atau dibersihkan, sebaiknya pertimbangkan untuk menggantinya.

    Brush yang sudah mengalami kerusakan dapat lebih sulit digunakan dan berpotensi meninggalkan serat pada wajah.

  3. 3. Brush tetap terasa kotor setelah dicuci

    pexels.com/AndersonGuerra
    pexels.com/AndersonGuerra

    Brush yang masih menyimpan banyak sisa produk, terasa berminyak, atau memiliki bau yang tidak biasa meski sudah dibersihkan dengan benar sebaiknya tidak terus dipaksakan untuk digunakan.

    Sisa makeup, minyak, dan kelembapan dapat menjadi lingkungan yang mendukung penumpukan mikroorganisme.

  4. 4. Bagian kepala brush mulai longgar

    pexels.com/MART PRODUCTION
    pexels.com/MART PRODUCTION

    Perhatikan juga sambungan antara bulu, ferrule atau bagian logam, dan gagangnya.

    Jika kepala brush mulai longgar atau sambungannya rusak, mencuci berulang kali belum tentu dapat mengembalikan kondisinya.

    American Academy of Dermatology juga mengingatkan bahwa air yang masuk ke bagian sambungan dapat melonggarkan lem yang mengikat kepala brush dengan gagangnya.

  5. 5. Brush sudah tidak memberikan hasil aplikasi yang sama

    memakai blush on
    pexels.com/Tatiana Castrillon

    Tanda lainnya bisa terlihat dari hasil makeup.

    Brush yang sebelumnya dapat membaurkan produk dengan rata tetapi kini justru meninggalkan garis, membuat hasil tidak merata, atau sulit digunakan sesuai fungsinya mungkin sudah kehilangan bentuk dan elastisitas yang dibutuhkan.

    Nah, sekarang kamu sudah tahu kapan brush makeup perlu diganti kan?

    Sebenarnya, tidak ada aturan bahwa semua makeup brush harus diganti setelah jangka waktu tertentu. Selama kondisinya masih baik, brush dapat terus digunakan dengan perawatan yang tepat.

    Sebaliknya, jika bulu sudah rusak, bentuk berubah, atau brush tidak lagi bisa dibersihkan dengan baik, menggantinya menjadi pilihan yang lebih masuk akal.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More