Sejarah makeup Indonesia diangkat dalam pameran HYAS: Makeup Through the Ages yang berlangsung di SPAC8, ASHTA District 8, Jakarta, pada 3-6 September 2026.
Pameran perdana HYAS ini, yang disebut sebagai pameran pertama HYAS yang mengangkat sejarah makeup Indonesia, digagas oleh Sissy Sosro dengan kurasi, riset, dan penulisan oleh Allysha Nila, creative direction oleh Abraham Dewanggana, serta strategic partnership direction oleh Ein Halid.
Menggabungkan pendekatan museum dan galeri, HYAS: Makeup Through the Ages mengajak pengunjung menelusuri perkembangan kecantikan Indonesia melalui arsip dan koleksi dari berbagai periode.
Pameran ini dibagi ke dalam tiga fase, yakni masa kuno, kolonial, dan periode yang lebih baru hingga sekitar masa Reformasi Indonesia.
Secara keseluruhan, terdapat lebih dari 350 produk makeup, hingga 200 majalah vintage, serta 100 buku langka yang sebagian besar dikumpulkan melalui proses riset selama sembilan bulan.
Salah satu koleksi yang disebut sebagai produk tertua dalam pameran adalah face powder dari apotek era kolonial di Surabaya yang diperkirakan berasal dari tahun 1920-an atau bahkan lebih awal.
Pameran ini turut menghadirkan lebih dari 150 arsip makeup dari Sariayu Martha Tilaar, termasuk sejumlah koleksi yang disebut untuk pertama kalinya dipamerkan kepada publik di luar museum.
Mustika Ratu turut berpartisipasi melalui peminjaman arsip makeup dan penyelenggaraan sejumlah workshop.
Selain melihat koleksi, pengunjung dapat mengikuti berbagai workshop dan talk show selama pameran berlangsung.
HYAS juga menghadirkan area shop yang menawarkan sejumlah produk edisi terbatas dari heritage beauty brands, produk dari generasi brand baru, serta merchandise HYAS.
Melalui pameran ini, HYAS berupaya memperkenalkan kembali perjalanan kecantikan Indonesia melalui produk, arsip, dan cerita yang membentuk perkembangan beauty industry dari masa ke masa.
Pameran tersebut menjadi langkah awal HYAS dalam mengembangkan gerakan yang bertujuan menjaga dan memperkenalkan warisan kecantikan Indonesia kepada generasi berikutnya.