Memasuki era modern ini, tampaknya generasi millennial cukup populer untuk menjadi bahan perbincangan publik yang sangat menarik untuk dibahas. Selain dikarenakan generasi millennial memegang jumlah populasi terbanyak di dunia, generasi millennial terkenal dengan kreativitasnya yang menciptakan inovasi-inovasi terbaru. 

Namun, di samping kehebatan dari generasi millennial, beberapa penelitian mengatakan bahwa generasi ini sebenarnya tak memiliki mental yang cukup baik dan kerap disebutkan sebagai generasi yang mudah stres. 

Tercatatnya hal tersebut juga dikarenakan banyak data yang menunjukkan bahwa hampir 50% orang yang teserang stres dan depresi berasal dari kalangan generasi millennial . Dan inilah beberapa penyebab generasi millennial mudah stres ini yang menjadi pemicunya. Simak sampai habis!

1. Selalu mengandalkan gadget di manapun

Ternyata, 7 Hal Ini Menjadi Penyebab Generasi Millennial Mudah Stresmensmagazine.com

Kemajuan teknologi yang luar biasa memang patut diacungi jempol. Pasalnya, kemajuan teknologi tentu sangat menginspirasi banyak orang untuk terus berinovasi. Namun, hal ini jugalah yang menjadi penyebab generasi millennials mudah stres. Para millennials yang selalu bermain gadget dimana pun mereka berada bahkan saat hendak tidur tak baik untuk kesehatan mental serta dapat memicu rasa tegang pada otot saraf.

2. Ingin yang serba instan

Teknologi yang berkembang sangat memudahkan siapapun dalam melakukan banyak hal. Walaupun memang hal ini cukup membantu banyak orang, tetapi kemajuan teknologi juga membuat para generasi millennials menginginkan segala sesuatu yang serba instan. Hal itu juga yang menjadi penyebab generasi milenial mudah stres karena membentuk sebuah karakter yang mudah emosional dan tidak sabaran.

3. Berkompetisi dalam banyak hal

Ternyata, 7 Hal Ini Menjadi Penyebab Generasi Millennial Mudah Stressimonelezzi.com

Saat berkompetisi satu dengan yang lain menjadi sebuah kebiasaan yang menular bagi kalangan milenial, tak ada lagi tingginya rasa saling menghargai dan tingginya keinginan untuk bekerja sama. Penyebab generasi millennials mudah stres ini memicu seseorang untuk terus memaksimalkan dirinya dengan paksa dan malah membuat mentalnya rusak.

4. Pencitraan di media sosial

Ternyata, 7 Hal Ini Menjadi Penyebab Generasi Millennial Mudah Stresfamousforaday.co/

Adanya kompetisi para milenials antara satu dengan yang lainnya diciptakan media sosial. Yup, siapa sangka, aplikasi yang sering kita gunakan sehari-hari ini menjadi salah satu penyebab generasi millennials mudah stres. Dengan memunculkan keinginan yang tinggi untuk selalu tampil sempurna dan tidak peduli dengan sekitarnya, hal tersebut sangat merusak kesehatan mental para milenials.

5. Berkurangnya rasa saling menghargai satu dengan yang lain

Tentu dengan tingginya kompetisi di media sosial maupun dunia nyata akan membuat satu dengan yang lainnya tidak ada rasa saling menghargai. Padahal seseorang sangat membutuhkan satu dengan yang lain dalam hidupnya agar tidak salah satu penyebab generasi milenial mudah stres.

6. Tingginya kasus bullying

Ternyata, 7 Hal Ini Menjadi Penyebab Generasi Millennial Mudah Stresjuancarlosmakeup.com

Kasus bullying memang sudah ada sejak dahulu, namun tak disangka kalau bullying termasuk ke dalam salah satu penyebab generasi milenial mudah stres karena meningkatnya angka dari kasus bullying. Hal ini perlu ditangani dengan adanya pengajaran dari orang tau maupun orang di sekitar.

7. Krisis tujuan hidup

Penyebab generasi millennials mudah stres yang paling menyedihkan adalah ketika banyak di antara generasi millennials tak memiliki tujuan hidup karena banyak faktor, seperti seringnya membandingkan dirinya dengan orang lain, hingga dikarenakan kecilnya lowongan pekerjaan yang menjadi penghambat para milenials untuk bisa bekerja.

Nah, itu lah beberapa hal yang di duga merupakan penyebab generasi millennials mudah stres. Jika kamu salah satu yang mengalami beberapa hal di atas, sebaiknya belajarlah untuk memperbaiki hal-hal yang menghancurkan kekuatan mentalmu dan belajar untuk lebih positif dalam berpikir serta saling menghargai orang-orang di sekitarmu.