Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tetap Fit & Glowing! Ini Latihan Aman Buat Pejuang Kanker Payudara Metastatis
pexels.com/olia-danilevich
  • Olahraga teratur dapat membantu meredakan gejala, mengurangi efek samping pengobatan, serta meningkatkan kesehatan fisik dan mental penderita kanker payudara.

  • Latihan yang bisa dicoba meliputi kardio ringan, latihan kekuatan, peregangan, yoga, dan Tai Chi sesuai kemampuan tubuh.

  • Beberapa latihan perlu dilakukan dengan perhatian khusus, termasuk berkonsultasi sebelum berenang setelah operasi dan tidak memaksakan peregangan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setelah operasi atau radioterapi

Area dada, bahu, dan lengan dapat terasa kaku sehingga stretching halus digunakan untuk mengembalikan kelenturan tubuh.

10–15 menit sehari selama 3–4 hari seminggu

Kardio ringan, seperti jalan kaki, dapat dimulai perlahan dengan durasi dan frekuensi tersebut, lalu ditingkatkan bertahap.

2–3 kali seminggu

Latihan kekuatan dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Latihan fisik yang dapat dicoba meliputi kardio ringan, latihan kekuatan, peregangan, yoga, dan Tai Chi.
  • Who?
    Penderita kanker payudara metastatis dan para cancer survivor.
  • Where?
    Tempat latihan belum disebutkan secara khusus; beberapa gerakan dapat dilakukan dengan kursi, dinding, atau resistance band.
  • When?
    Kardio dapat dimulai 10–15 menit sehari selama 3–4 hari seminggu, sedangkan latihan kekuatan dilakukan 2–3 kali seminggu.
  • Why?
    Olahraga membantu meredakan gejala, mengurangi rasa lelah dan nyeri, serta meningkatkan kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup.
  • How?
    Latihan dilakukan bertahap sesuai kemampuan dan kondisi tubuh, dengan konsultasi dokter sebelum berenang setelah operasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Orang dengan kanker payudara tidak harus berhenti olahraga. Mereka bisa jalan kaki, melakukan gerakan ringan, meregangkan tubuh, yoga, atau Tai Chi. Olahraga dapat membantu tubuh dan pikiran terasa lebih baik. Kalau baru operasi, mereka perlu bertanya kepada dokter sebelum berenang dan mengikuti kemampuan tubuh.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pilihan latihan yang tersedia cukup beragam, dari jalan kaki hingga yoga dan Tai Chi, sehingga penderita kanker payudara dapat menyesuaikan aktivitas dengan kemampuan tubuh. Manfaat yang disebutkan juga mencakup kesehatan fisik dan mental, pengurangan efek samping pengobatan, serta peningkatan kualitas hidup.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak yang mengira kalau penderita kanker payudara harus menghindari olahraga sama sekali. Padahal, mispersepsi itu perlu diluruskan. Bergerak dan berolahraga secara teratur justru bisa bantu meredakan gejala dan ningkatin kesehatan fisik maupun mental kamu!

Penelitian juga membuktikan bahwa olahraga membantu mengurangi efek samping pengobatan seperti rasa lelah berlebih (fatigue), nyeri, hingga bisa bikin kualitas hidup kamu jauh lebih baik. Yuk, intip jenis-jenis latihan aman yang bisa kamu coba!

1. Kardio Ringan (Aerobic Activity)

womenshealthmag.com/onuma Inthapong/Getty Images

Aktivitas aerobik adalah semua gerakan yang bisa meningkatkan detak jantung kamu. Berdasarkan riset terhadap lebih dari 4.000 partisipan, latihan aerobik punya segudang manfaat, mulai dari meningkatkan metabolisme, melancarkan sirkulasi darah, meningkatkan imunitas, sampai mengurangi rasa cemas dan depresi.

Cara paling mudahnya adalah jalan kaki. Kamu bisa mulai perlahan dari 10–15 menit sehari selama 3–4 hari seminggu, lalu tingkatkan bertahap. Pilihan lainnya adalah berjalan santai, bersepeda, menari (dance ringan), berkebun, sampai berenang.

Kalau kamu baru selesai operasi, konsultasikan dulu ke dokter sebelum berenang ya, pastikan luka operasinya sudah benar-benar sembuh.

2. Latihan Beban & Kekuatan (Strength Training)

health.com/Anna Mardo/Getty Images

Pengobatan kanker kadang membuat massa otot dan kekuatan tubuh menurun. Nah, strength training hadir untuk melatih kembali otot-otot tubuh kamu. Selain menjaga kesehatan tulang, latihan ini juga bantu cegah risiko pembengkakan (limfedema) dan meningkatkan energi.

Bagi yang sedang menjalani terapi hormon, latihan kekuatan ini krusial banget untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis). Kamu nggak perlu gym membership kok! Coba gerakan sederhana seperti duduk-berdiri dari kursi (chair squats), wall push-up, squat dengan beban tubuh, atau pakai resistance band. Lakukan cukup 2–3 kali seminggu sesuai kemampuan dan kondisi tubuh kamu.

3. Peregangan (Stretching)

prevention.com

Setelah operasi atau radioterapi, area dada, bahu, dan lengan sering terasa kaku dan terbatas gerakannya. Di sinilah pentingnya stretching halus untuk mengembalikan kelenturan tubuh. Gerakan yang bisa dicoba, yakni putar bahu secara perlahan (shoulder rolls), regangkan dada santai, atau wall walks (merayapkan jari di dinding ke arah atas). Lakukan peregangan setelah otot hangat. Jangan dipaksa sampai terasa sakit ya, fokus pada pernapasan dalam.

4. Olahraga Berbasis Mindfulness (Yoga & Tai Chi)

pexels.com/gabby-k

Buat kamu yang ingin rileks sekaligus melatih keseimbangan, mindful movement seperti yoga dan Tai Chi adalah jawabannya. Latihan ini terbukti membantu untuk meningkatkan kualitas tidur, memperbaiki mood, meredakan mual, serta mengatasi efek samping syaraf akibat kemoterapi (neuropati). Gerakannya yang lembut dan fokus pada pernapasan bikin pikiran jadi jauh lebih tenang.

Itulah beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk para kamu cancer survival, semangat, Bela!

Curated For You

Editorial Team

Related Article