Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ganti Pembalut Berapa Jam Sekali? Ini Waktu yang Dianjurkan
pexels.com/Kaboompics.com

  • Perempuan disarankan mengganti pembalut setiap 4–6 jam atau 3–5 jam kali sehari agar area kewanitaan tetap bersih dan terhindar dari risiko iritasi maupun bau tidak sedap.

  • Jarang mengganti pembalut bisa memicu penumpukan bakteri, bau tak sedap, iritasi kulit, hingga risiko darah haid tembus karena daya serap pembalut menurun.

  • Menjaga kebersihan saat menstruasi penting dengan mencuci tangan sebelum dan sesudah ganti pembalut, membersihkan area kewanitaan, serta memilih pembalut sesuai kebutuhan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat menstruasi, pembalut menjadi salah satu produk yang berguna untuk menampung atau menyerap darah haid. Sayangnya, masih banyak perempuan yang memilih mengganti pembalut hanya saat terasa penuh saja. Padahal, hal ini keliru, Bela.

Sebab, memakai pembalut terlalu lama dan malas menggantinya secara berkala bisa mempermudah pertumbuhan bakteri dan jamur yang memicu rasa gatal, iritasi, hingga infeksi. Lantas, ganti pembalut berapa jam sekali yang disarankan? Nah, simak jawaban lengkapnya di bawah ini, ya.

1. Ganti pembalut berapa jam sekali?

pexels.com/Kaboompics.com

Selama menstruasi, darah yang terserap di pembalut bisa membuat area kewanitaan menjadi lebih lembap. Agar kebersihan area kewanitaan tetap terjaga selama menstruasi, tentunya kamu perlu mengganti pembalut secara berkala.

Menurut laman UNICEF, umumnya, perempuan dianjurkan untuk mengganti pembalut setiap 4-6 jam sekali. Hal ini diperkuat dengan studi dari MAHESA (Malahayati Health Student Journal) yang menyebutkan bahwa penggantian pembalut sebaiknya tidak lebih dari 6 jam.

Di sisi lain, Kemenkes menyarankan perempuan mengganti pembalut sebanyak 3-5 kali dalam sehari. Semua itu dilakukan demi area kewanitaan tetap bersih, nyaman, dan meminimalisir risiko bau tidak sedap maupun iritasi selama menstruasi berlangsung.

2. Risiko jarang ganti pembalut

pexels.com/Ivan Babydov

Jika kamu malas ganti pembalut secara rutin, hal ini bisa meningkatkan beberapa risiko kesehatan, di antaranya:

  • Penumpukan bakteri
    Darah menstruasi yang tertahan di pembalut dalam waktu lama bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri. Kondisi tersebut bisa meningkatkan risiko infeksi pada area kewanitaan maupun saluran kemih.

  • Bau tidak sedap
    Selain bisa jadi tempat bakteri, pembalut yang terlalu lama digunakan dan tidak diganti akan menyebabkan bau tidak sedap. Bau tak sedap itu diakibatkan oleh pertumbuhan bakteri dan darah menstruasi yang terpapar udara.

  • Iritasi dan ruam
    Kondisi lembap dari pembalut yang terus-menerus mengenai kulit dapat menyebabkan iritasi, gatal, kemerahan, maupun ruam pada area sekitar kewanitaan.

  • Pembalut bisa tembus atau bocor
    Pembalut yang sudah terlalu penuh tentunya tidak lagi mampu menyerap darah menstruasi secara optimal. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko darah haid tembus ke pakaian.

3. Tips menjaga kebersihan saat menstruasi

pexels.com/Kaboompics.com

Selain rutin mengganti pembalut, berikut beberapa hal yang perlu kamu perhatikan agar tetap nyaman selama menstruasi, antara lain:

  • Cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan setelah mengganti pembalut.

  • Bersihkan area kewanitaan dengan air bersih, kemudian keringkan sebelum menggunakan pembalut baru.

  • Pilih pembalut dengan ukuran dan daya serap sesuai dengan banyaknya darah haid kamu.

  • Segera ganti pakaian dalam apabila terasa lembap atau terkena noda darah menstruasi.

Jadi, sekarang kamu sudah paham kan ganti pembalut berapa jam sekali? Kamu bisa menggantinya tiap 4-6 jam atau lebih sering jika darah haid memang sedang banyak maupun pembalut terasa tidak nyaman.

Curated For You

Editorial Team

Related Article