Beberapa bagian tubuh mengeluarkan aroma tertentu dalam kondisi tertentu, termasuk di antaranya adalah organ intim perempuan, vagina. Pada dasarnya, vagina memang nggak mengeluarkan aroma apapun ketika nggak mengalami kondisi apapun. Namun saat mulai tercium aroma kurang sedap, seperti bau amis, muncul pertanyaan yang mengganggu pikiranmu. Apa yang sedang terjadi dan dialami organ intimmu?

Melansir dari Self, munculnya aroma amis dari vagina merupakan gejala umum yang dapat terjadi pada setiap perempuan, namun juga membutuhkan perhatian yang cukup serius karena itu bisa menjadi ciri-ciri ada sesuatu yang terjadi pada kesehatan area tubuh tersebut.

Ini Penyebab Munculnya Bau Amis dari Organ Intim dan Cara Mengatasinya

Alasan paling umum munculnya bau amis dari vagian adalah karena bakteri vaginosis (BV). Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), bakteri ini ada ketika ada banyak bakteri jahat di area vagina dan sedikitnya jumlah bakteri baik untuk melawannya. Kondisi ini membuat pH organ intim menjadi nggak seimbang dan dapat menyebabkan infeksi yang menimbulkan bau kurang sedap (terutama setelah bercinta), bersamaan dengan rasa gatal, sakit, terbakar, dan keputihan yang berwarna putih atau keabuan.

CDC melaporkan kalau infeksi karena BV ini umum terjadi pada perempuan usia 15-44 tahun. Faktor risiko yang paling dikenal termasuk aktif berhubungan seksual dan membersihkan organ intim dengan douches (produk pembersih dalam bentuk tube, mengandung bahan-bahan tertentu dan dipakai dengan cara menyemprotkan atau memasukkannya ke dalam organ intim).

Ini Penyebab Munculnya Bau Amis dari Organ Intim dan Cara Mengatasinya

Trichomoniasis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan parasit, dan dapat menimbulkan keputihan dengan aroma kurang sedap, rasa gatal, kemerahan, rasa terbakar, dan rasa sait saat sedang bercinta atau buang air kecil. Bau amis yang tercium dari vagina boleh jadi menandakan kalau organ intim mengalami trichomoniasis. Namun menurut para ahli, kemungkinan tersebut sangat kecil.

Selain trichomoniasis, ada salah satu infeksi menular seksual lainnya yang memiliki ciri bau amis pada vagina, yaitu Pelvic inflammatory disease (PID). Ini adalah infeksi yang terjadi ketika bakteri menular seksa menyebar dari vagina hingga ke uterus, saluran tuba, atau rahim. Umumnya, PID nggak menimbulkan gejala. Namun biasanya, infeksi ini menyebabkan nyeri panggul, pendarahan saat atau setelah seks dan di tengah-tengah menstruasi, demam, rasa sakit saat buang air kecil, sampai kesulitan untuk hamil. PID juga menyebabkan keputihan yang banyak dan berbau amis.

Ini Penyebab Munculnya Bau Amis dari Organ Intim dan Cara Mengatasinya

Mungkin kamu belum mau memeriksakan ke dokter. Kalau begitu, hal yang bisa kamu lakukan untuk menghilangkan aroma kurang sedap itu adalah dengan mencucinya. Namun, mencoba membersihkannya dengan produk douche hanya akan memperburuk kondisi pH organ intim dan semakin membuatmu nggak nyaman. Sedangkan menggunakan sabun, dapat memicu terjadinya iritasi. Para ahli mengingatkan kalau sebenarnya, organ intim dapat membersihkan dirinya sendiri dengan keputihan. Jadi, jangan terburu-buru panik dan langsung menggunakan produk pembersih apapun. Jika memang ingin menggunakan pembersih vagina, usahakan menggunakan produk yang aman dan hanya mengusapkannya pada area luar.

Ini Penyebab Munculnya Bau Amis dari Organ Intim dan Cara Mengatasinya

Pun, jangan terburu-buru menganggap kalau bau amis dari vagina adalah pertanda infeksi jamur dan mencoba mengobatinya dengan produk bebas tanpa resep. Infeksi jamur berbeda dengan gangguan kesehatan organ intim lainnya. Infeksi tersebut menimbulkan bau seperti roti, bersamaan dengan munculnya keputihan yang bertekstur, seperti keju cottage. Menggunakan krim infeksi jamur boleh jadi nggak akan mengurangi bau amis tersebut.

Berpikir untuk menyemprotkan parfum atau wewangian untuk menyamarkan bau amis tersebut? Sayangnya, dokter nggak menyarankan cara tersebut, Bela. Para ahli mengingatkan untuk nggak menyemprotkan parfum, baik secara langsung maupun ke area sekitar vagina. Itu nggak akan menghilangkan bau amis, melainkan semakin mengiritasi kulit vulva.

Ini Penyebab Munculnya Bau Amis dari Organ Intim dan Cara Mengatasinya

Karena ada banyak kemungkinan penyebab, maka langkah terbaik untuk mendapatkan solusi yang tepat adalah dengan mengunjungi dokter, Bela. Dokter dapat menyarankanmu untuk melakukan beberapa tes untuk mendapatkan jawaban atas munculnya bau amis dari vagina. Jika BV menjadi penyebabnya, antibiotik yang diresepkan dokter sudah cukup untuk mengatasi masalah bau itu.

Jika penyebabnya merupakan salah satu dari infeksi menular seksual, ikuti perawatan dan pengobatan yang disarankan oleh doktermu. Semakin cepat penanganannya, semakin besar kemungkinan untuk sembuh.

Pada dasarnya, bau amis yang dikeluarkan vagina menjadi pertanda kalau organ intim membutuhkan perhatian dan perawatan, dan dokter adalah orang yang tepat untuk kamu datangi. Jangan mengabaikannya, pun mencoba mengobati diri sendiri dengan anggapan apapun. Sebab, salah penggunaan produk malah dapat memperburuk kondisi vagina.

Baca Juga: 5 Hal yang Patut Diperhatikan Sebelum Membeli Produk Perawatan Miss V