Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Darurat Kabut Asap, Ini Cara Lindungi Diri dari ISPA
pexels.com/ian-panelo
  • Kabut asap karhutla kembali menyelimuti beberapa wilayah Indonesia dan membawa partikel PM2.5 yang bisa memicu ISPA.

  • Perlindungan mencakup penggunaan masker N95 atau KN95, pembatasan aktivitas luar, serta pemantauan kualitas udara.

  • Menjaga udara dalam ruangan, meningkatkan imunitas, dan membersihkan diri membantu mengurangi paparan asap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menyelimuti beberapa wilayah di Indonesia dan membawa partikel PM2.5 yang bisa memicu ISPA.
  • Who?
    Masyarakat dan keluarga yang berada di wilayah terdampak kabut asap, termasuk orang yang beraktivitas di luar ruangan.
  • Where?
    Beberapa wilayah di Indonesia; minggu kemarin kabut disebut telah masuk ke Jakarta dan Jawa Barat.
  • When?
    Akibat kondisi kabut asap yang akhir-akhir ini kembali terjadi dan selama periode musim asap.
  • Why?
    Paparan asap tebal membawa partikel berbahaya seperti PM2.5 yang bisa memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut.
  • How?
    Menggunakan masker N95 atau KN95, membatasi aktivitas luar, memantau kualitas udara, menjaga udara dalam ruangan, serta membersihkan diri setelah bepergian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabut asap dari kebakaran hutan masuk ke beberapa daerah, termasuk Jakarta dan Jawa Barat. Orang-orang bisa sakit ISPA karena ada debu kecil bernama PM2.5. Kita bisa memakai masker N95 atau KN95, lebih banyak di rumah, menjaga udara tetap bersih, minum air, makan buah, lalu mandi setelah terkena asap.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Panduan perlindungan ini memberi beberapa pilihan yang dapat dilakukan sesuai situasi, mulai dari memakai masker respirator hingga menjaga kebersihan diri setelah bepergian. Perhatian terhadap kualitas udara di luar dan kebersihan udara di rumah juga membantu keluarga menyesuaikan aktivitas selama kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir-akhir ini kembali menyelimuti beberapa wilayah di Indonesia. Bahkan, minggu kemarin disebut bahwa kabut telah masuk ke daerah Jakarta dan Jawa Barat. Nggak cuma bikin pemandangan jadi buram dan aktivitas terganggu, paparan asap tebal ini juga membawa partikel berbahaya seperti PM2.5 yang bisa memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Berdasarkan data Kemenkes RI, ratusan ribu kasus ISPA tercatat selama periode musim asap ini. Nah, biar tubuh kamu dan keluarga tetap terlindungi dari dampak buruk kabut asap, yuk terapkan beberapa tips perlindungan diri berikut ini!

Pakai Masker Respirator (N95/KN95) saat Keluar Rumah

pexels.com/kowalievska

Kalau terpaksa harus beraktivitas di luar ruangan, masker kain atau masker medis biasa sebenarnya kurang maksimal untuk menyaring partikel mikroskopis dari asap. Menurut pandangan lembaga kesehatan global seperti CDC (Centers for Disease Control and Prevention), penggunaan masker respirator jenis N95 atau KN95 jauh lebih efektif menahan mikropartikel PM2.5 agar tidak masuk ke saluran pernapasan. Pastikan maskernya terpasang dengan rapat di area hidung dan dagu ya, Bela!

Batasi Aktivitas di Luar dan Pantau Kualitas Udara

pexels.com/silverkblack

Cobalah untuk menunda dulu kegiatan outdoor seperti jogging atau piknik di akhir pekan. Sebagai gantinya, kamu bisa melakukan olahraga indoor ringan di rumah. Selain itu, rajin-rajinlah mengecek Air Quality Index (AQI) atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) lewat aplikasi di ponselmu sebelum berencana bepergian. Jika indikator menunjukkan warna merah atau ungu (sangat tidak sehat), sebisa mungkin tetaplah berada di dalam ruangan.

Jaga Kebersihan Udara di Dalam Ruangan

pexels.com/tim-witzdam

Meskipun kamu berada di dalam rumah, partikel asap tipis tetap bisa menyelinap masuk lewat ventilasi. Untuk mengatasinya, tutup jendela dan pintu rapat-rapat saat konsentrasi asap di luar sedang tinggi. 

Kamu juga bisa nyalakan Air Purifier yang sudah dilengkapi dengan filter HEPA (High-Efficiency Particulate Air) untuk menyaring polutan di dalam kamar. Hindari menyalakan lilin, obat nyamuk bakar, atau merokok di dalam rumah agar kualitasi udara tetap terjaga.

Tingkatkan Imunitas

pexel.com/Karola G

Paparan polusi udara bikin tubuh bekerja ekstra keras melawan radikal bebas. CDC dan Kemenkes RI menyarankan untuk memperbanyak minum air putih hangat guna menjaga kelembapan tenggorokan dan membantu mengeluarkan partikel debu secara alami. Jangan lupa juga untuk mengonsumsi makanan kaya antioksidan—seperti buah-buahan yang memiliki vitamin C, seperti jeruk dan beri, sayuran hijau, serta suplementasi tambahan, agar sistem imun kamu tetap prima melawan risiko infeksi.

Jaga Kebersihan Diri dan Langsung Mandi Setelah Bepergian

pexels.com/sarah-chai

Kalau kamu terpapar asap dalam perjalanan, baik itu untuk pergi ke kantor, kuliah,, atau saat main bareng teman, sesampainya di rumah, jangan langsung rebahan di kasur ya, Bela! Partikel asap dan polutan bisa menempel di pakaian, kulit, dan rambutmu. Segera cuci pakaian kotor tersebut dan mandi sampai bersih. Kamu juga bisa mencuci hidung (nasal wash) menggunakan larutan saline steril untuk membersihkan kotoran yang tersisa di rongga hidung.

Itu dia cara melindungi diri dari ISPA di lingkungan yang darurat kabut asap ini. Stay safe and healthy, Bela!

Curated For You

Editorial Team

Related Article