Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengatasi Batuk Kering yang Bisa Dicoba di Rumah
Magnific.com/benzoix
  • Batuk kering terjadi tanpa dahak akibat iritasi atau peradangan, dengan pemicu seperti infeksi, alergi, asma, refluks asam lambung, asap, dan polusi.

  • Perawatan rumahan meliputi cukup minum, minuman hangat, menjaga kelembapan udara, serta menghindari asap, debu, parfum, dan pemicu iritasi lainnya.

  • Batuk menetap perlu dicari penyebabnya; konsultasi medis diperlukan bila disertai sesak, nyeri dada, batuk berdarah, mengi, suara serak, atau semakin parah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Batuk kering dapat ditangani di rumah dengan mencukupi cairan, melembapkan udara, menghindari pemicu iritasi, memperhatikan refluks atau lendir hidung, serta menggunakan obat pereda bila diperlukan.
  • Who?
    Orang yang mengalami batuk tanpa dahak, terutama akibat iritasi tenggorokan atau saluran napas, dapat mencoba perawatan rumahan sesuai kondisi.
  • Where?
    Perawatan awal dapat dilakukan di rumah, termasuk menjaga kelembapan ruangan dan menghindari paparan asap, debu, polusi, bahan kimia, atau wewangian pemicu batuk.
  • When?
    Langkah rumahan dapat dilakukan saat batuk kering muncul sesekali. Pemeriksaan medis diperlukan bila batuk menetap, memburuk, atau disertai gejala peringatan.
  • Why?
    Batuk kering terjadi saat tenggorokan atau saluran napas mengalami iritasi atau peradangan, termasuk akibat infeksi, alergi, asma, refluks asam lambung, asap, dan polusi.
  • How?
    Minum cukup cairan, gunakan humidifier bersih atau mandi hangat, hindari pemicu, atur kebiasaan makan bila refluks, dan konsultasikan obat dengan dokter atau apoteker bila diperlukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Cara mengatasi batuk kering bisa dimulai dari langkah sederhana seperti mencukupi kebutuhan cairan, menjaga kelembapan udara, dan menghindari pemicu yang membuat tenggorokan atau saluran napas semakin teriritasi.

Batuk kering sendiri merupakan batuk yang tidak menghasilkan dahak dan dapat muncul ketika saluran napas atau tenggorokan mengalami iritasi maupun peradangan. Penyebabnya beragam, mulai dari infeksi saluran pernapasan, alergi, asma, refluks asam lambung, hingga paparan asap dan polusi.

Kalau batuk hanya sesekali, beberapa perawatan rumahan dapat membantu meredakan rasa menggelitik di tenggorokan. Namun, batuk yang menetap perlu diperhatikan karena penanganannya bergantung pada penyebabnya.

1. Perbanyak minum agar tenggorokan tetap lembap

Pexels.com/www.kaboompics.com

Cara paling sederhana untuk membantu meredakan batuk kering adalah memastikan tubuh tetap terhidrasi. Minum cukup cairan dapat membantu menjaga tenggorokan tetap lembap sehingga rasa iritasi yang memicu keinginan untuk batuk bisa berkurang.

Selain air putih, minuman hangat seperti teh atau kaldu juga dapat membantu menenangkan tenggorokan. Cleveland Clinic juga menyebut air hangat dengan madu dan lemon sebagai salah satu pilihan untuk membantu menenangkan saluran napas yang teriritasi.

Madu juga dapat membantu meredakan batuk. Namun, madu tidak boleh diberikan kepada bayi berusia di bawah 1 tahun karena risiko botulisme.

2. Gunakan humidifier atau hirup udara yang lebih lembap

Pexels.com/cottonbro studio

Udara yang terlalu kering dapat membuat saluran napas terasa semakin teriritasi. Menggunakan cool-mist humidifier dapat membantu menambah kelembapan udara dan meredakan tenggorokan yang kering.

Kalau tidak memiliki humidifier, mandi dengan air hangat juga dapat memberikan udara yang lebih lembap. Pastikan humidifier dibersihkan sesuai petunjuk agar tidak menjadi sumber masalah baru akibat penumpukan kotoran atau mikroorganisme.

3. Hindari asap, debu, parfum, dan pemicu lainnya

Magnific.com/8photo

Batuk kering tidak selalu disebabkan oleh infeksi. Asap rokok, polusi udara, debu, bahan kimia, dan aroma atau wewangian tertentu dapat mengiritasi saluran napas dan memicu batuk. Alergi dan udara kering juga dapat menjadi pemicu.

Karena itu, selain mencari cara mengatasi batuk kering, penting juga memperhatikan apa yang membuat batuk semakin sering. Hindari asap rokok, jauhkan diri dari sumber polusi jika memungkinkan, dan pastikan sirkulasi udara di dalam ruangan cukup baik.

Jika batuk muncul berulang setelah terpapar pemicu tertentu, informasi tersebut juga bisa membantu dokter mencari penyebabnya.

4. Perhatikan kemungkinan asam lambung atau lendir dari hidung

Pexels.com/Andrea Piacquadio

Batuk kering yang terus muncul tidak selalu berasal dari tenggorokan. Refluks asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), alergi, dan upper airway cough syndrome yang sebelumnya sering disebut postnasal drip termasuk beberapa kondisi yang dapat memicu batuk.

Jika batuk berkaitan dengan refluks, perubahan kebiasaan seperti menghindari makanan yang memicu keluhan, tidak makan terlalu dekat dengan waktu tidur, dan tetap tegak setelah makan dapat membantu mengurangi iritasi akibat refluks.

Sementara itu, jika batuk disertai hidung tersumbat atau sensasi lendir mengalir di belakang tenggorokan, penyebabnya bisa berkaitan dengan saluran napas bagian atas. Penanganannya tentu berbeda, sehingga jangan asal mengonsumsi obat batuk tanpa mengetahui pemicunya.

5. Gunakan obat pereda batuk sesuai kebutuhan dan kondisi

Pexels.com/Tima Miroshnichenko

Jika cara rumahan belum cukup membantu, obat batuk yang dijual bebas (over-the-counter/OTC) dapat menjadi salah satu pilihan untuk meredakan gejala. Obat penekan batuk atau cough suppressant bekerja dengan membantu mengurangi refleks batuk.

Namun, obat bukan selalu solusi utama karena pengobatan batuk bergantung pada penyebabnya. Batuk yang berkaitan dengan asma, alergi, refluks, atau efek samping obat tertentu membutuhkan pendekatan yang berbeda. Beberapa obat bebas juga dapat berinteraksi dengan obat resep, sehingga sebaiknya konsultasikan penggunaannya dengan dokter atau apoteker.

Jangan menunda mencari pertolongan medis jika batuk disertai sesak atau kesulitan bernapas, nyeri dada, atau batuk berdarah. Gejala lain seperti mengi, suara serak, penurunan berat badan tanpa sebab, batuk yang semakin parah, atau pneumonia berulang juga perlu mendapat evaluasi medis.

Jaga selalu kesehatanmu, ya, Bela!

Curated For You

Editorial Team

Related Article