5 Kesalahan Saat Memakai Softlens yang Perlu Dihindari

- Tidak mencuci tangan sebelum memakai softlens
- Memakai softlens melebihi waktu yang dianjurkan
- Tidur menggunakan softlens
Mata merupakan organ sensitif yang membutuhkan perawatan ekstra, apalagi bagi kamu yang menggunakan softlens. Kesalahan dalam penggunaan lensa kontak bisa menganggu kesehatan mata dan meningkatkan risiko iritasi. Untuk itu, memahami kesalahan umum saat memakai softlens menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang. Yuk, simak artikel ini agar kesehatan mata kamu selalu terjaga meski rutin menggunakan softlens.
1. Tidak mencuci tangan sebelum memakai softlens

Salah satu kesalahan paling umum dan sering dianggap sepele adalah tidak mencuci tangan sebelum menyentuh softlens. Tangan merupakan media utama penyebaran kuman, bakteri, dan virus. Saat tangan kotor langsung menyentuh lensa, mikroorganisme tersebut bisa berpindah ke mata dan memicu infeksi.
Penggunaan softlens tanpa membersihkan tangan sangat berisiko menyebabkan mata merah, gatal, perih, bahkan konjungtivitis. Oleh karena itu, selalu cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, lalu keringkan dengan handuk bersih sebelum memasang atau melepas softlens.
2. Memakai softlens melebihi waktu yang dianjurkan

Setiap jenis kontak lensa memiliki batas waktu pemakaian, baik harian, mingguan, maupun bulanan. Kesalahan yang sering dilakukan adalah memakai softlens terlalu lama dalam sehari atau tetap menggunakannya meskipun masa pakainya sudah habis.
Pemakaian softlens berlebihan dapat mengurangi suplai oksigen ke mata, menyebabkan mata kering, iritasi, hingga meningkatkan risiko infeksi kornea. Idealnya, softlens dipakai tidak lebih dari 8–10 jam per hari, kecuali lensa khusus yang direkomendasikan oleh dokter mata.
3. Tidur menggunakan softlens

Banyak orang tertidur tanpa sengaja saat masih menggunakan softlens atau bahkan sengaja memakainya saat tidur. Padahal, kebiasaan ini sangat berbahaya bagi kesehatan mata, lho. Saat tidur, mata membutuhkan oksigen lebih banyak untuk regenerasi. Softlens yang tetap terpasang akan menghambat aliran oksigen, sehingga meningkatkan risiko infeksi mata, luka pada kornea, hingga kondisi serius seperti keratitis. Jadi, jangan tertidur saat masih menggunakan softlens, ya.
4. Menggunakan cairan yang tidak tepat

Kesalahan berikutnya adalah menggunakan cairan softlens sembarangan, seperti air keran, air mineral, atau bahkan air liur. Air biasa tidak steril dan dapat mengandung mikroorganisme berbahaya yang memicu infeksi mata.
Gunakan hanya cairan khusus yakni contact lens solution. Cairan ini berfungsi membersihkan, membunuh kuman, dan menjaga kelembapan lensa. Jangan mencampur cairan lama dengan yang baru, dan ganti cairan di wadah setiap kali menyimpan softlens.
5. Jarang membersihkan dan mengganti wadah softlens

Wadah softlens sering kali luput dari perhatian, padahal kebersihannya sama penting dengan lensa itu sendiri. Wadah yang jarang dibersihkan dapat menjadi sarang bakteri dan jamur. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah tidak mencuci wadah secara rutin, tidak mengeringkannya dengan benar, atau menggunakannya terlalu lama. Idealnya, wadah softlens dibersihkan setiap hari menggunakan cairan khusus dan diganti minimal setiap 1-3 bulan sekali.
Penggunaan softlens memang memberikan banyak manfaat, baik dari segi kenyamanan maupun penampilan. Namun, kesalahan umum saat memakai lensa kontak dapat berdampak buruk pada kesehatan mata jika tidak dihindari. Dengan memahami dan menghindari kesalahan-kesalahan di atas, kamu bisa menggunakan kontak lensa dengan lebih aman dan nyaman. Ingat, kesehatan mata adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh diabaikan.


















