Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Perbedaan Ketombe dan Jamur di Kulit Kepala, Jangan Salah Perawatan!

3 min read
Perbedaan Ketombe dan Jamur di Kulit Kepala, Jangan Salah Perawatan!
livingproof.com
  • Ketombe dapat dipicu kulit kepala kering, Malassezia yang berlebih, minyak berlebih, perubahan musim, garukan, atau stres emosional.

  • Infeksi jamur kulit kepala atau Tinea capitis disebabkan Microsporum dan Trichophyton, dapat menular, serta berisiko merusak akar rambut.

  • Penanganannya berbeda: ketombe umumnya memakai sampo antiketombe, sedangkan jamur kulit kepala biasanya membutuhkan obat dari dokter.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Serpihan putih dari kulit kepala seringkali disangka ketombe. Padahal, serpihan gatal itu ternyata nggak selalu ketombe, lho, Bela. bisa jadi kamu sedang mengalami infeksi jamur kulit kepala yang membutuhkan penanganan berbeda.

Agar kamu tak salah pilih perawatan rambut, yuk pahami perbedaan ketombe dan jamur di kulit kepala berikut ini!

  1. Penyebab Ketombe vs Jamur di Kulit Kepala

    Perbedaan Ketombe dan Jamur di Kulit Kepala
    istockphoto

    Ketombe biasanya terjadi karena kekeringan di kulit kepala, tapi bisa juga karena keberadaan jamur yang berlebih. Berikut beberapa penyebab ketombe vs jamur di kulit kepala:

    Penyebab ketombe:

    Ketombe adalah kondisi kulit kepala yang umum dan tidak menular. Pemicunya bisa kulit kepala kering atau pertumbuhan berlebih jamur mirip ragi bernama Malassezia. Jamur ini sebenarnya penghuni alami kulit kepala. Dua spesies yang paling banyak ditemukan adalah Malassezia globosa dan Malassezia restricta, baik di kulit kepala normal maupun berketombe.

    Masalah muncul ketika jamur ini berkembang berlebihan, didukung produksi minyak berlebih di kulit kepala. Ketombe dan dermatitis seboroik (versi yang lebih meradang) dianggap satu spektrum kondisi yang sama. Ketombe juga bisa hadir karena perubahan kelembapan atau musim, garukan, dan stres emosional.

    Penyebab jamur di kulit kepala (tinea capitis):

    Jamur di kulit kepala dikenal juga dengan Tinea capitis atau "kurap kulit kepala". Ini biasanya disebabkan oleh jamur dari kelompok Microsporum dan Trichophyton, bukan Malassezia. Jamur ini umumnya masuk lewat luka atau goresan kecil, lalu berkembang biak di sekitar folikel rambut. 

    Kondisi ini lebih sering terjadi pada anak-anak. Jadi sisik di kulit kepala anak lebih mungkin merupakan infeksi jamur. Infeksi jamur dermatofit biasanya lebih agresif, menular, dan merusak akar rambut.

  2. Gejala Ketombe vs Jamur di Kulit Kepala

    Perbedaan Ketombe dan Jamur di Kulit Kepala
    magnific.com

    Untuk memastikan gatal dan serpihan yang mengganggu kamu adalah ketombe atau jamur bisa dilihat dari gejalanya. Keduanya punya gejala berbeda yang meliputi:

    Gejala ketombe:

    • Serpihan kecil berwarna putih atau abu-abu yang mudah lepas
    • Gatal ringan, tanpa tanda peradangan yang jelas
    • Tidak menyebabkan kerontokan rambut
    • Jika sudah masuk ke dermatitis seboroik, sisiknya lebih besar, berminyak, dan kekuningan, dengan kulit di bawahnya tampak merah dan meradang. Area berminyak lain seperti wajah dan dada bagian atas juga bisa terkena

    Gejala jamur di kulit kepala:

    • Ruam merah menonjol berbentuk cincin di kulit kepala
    • Sisik bervariasi, dari tipis hingga tebal
    • Rambut menjadi rapuh, mudah patah atau rontok, sehingga muncul bercak botak 
    • Gatal atau peradangan bisa muncul, tetapi tidak selalu

  3. Cara Menangani Ketombe vs Jamur di Kulit Kepala

    Perbedaan Ketombe dan Jamur di Kulit Kepala
    hellojupiter.com

    Ketombe dan jamur di kulit kepala punya penanganan yang berbeda dan harus tepat. Cara menanganinya, yaitu:

    Cara menangani ketombe 

    • Gunakan shampoo anti-ketombe (Anti-Dandruff Shampoo) yang mengandung Zinc Pyrithione, Selenium Sulfide, atau Salicylic Acid
    • Keramas secara teratur untuk mengontrol kadar minyak (sebum) berlebih
    • Hindari membiarkan rambut lembap terlalu lama setelah keramas atau berolahraga
    • Kelola pemicunya, seperti kurangi garukan dan jaga stres
    • Gunakan produk oles seperti sampo antijamur, keratolitik (pelepas sisik), atau antiproliferatif

    Menangani jamur di kulit kepala

    • Biasanya membutuhkan antijamur sistemik (obat minum) dari dokter, kadang ditambah antijamur oles dan kortikosteroid
    • Gunakan shampoo yang disarankan oleh dokter atau yang memiliki kandungan bahan aktif tertentu, seperti shampoo khusus Ketoconazole konsentrasi tinggi
    • Jangan tunda penanganan, karena infeksi yang dibiarkan bisa memperparah kerontokan
    • Sterilkan peralatan pribadi seperti sisir, sarung bantal, dan jepit rambut agar tidak menular ke orang rumah

  4. Kapan harus ke dokter kulit?

    Perbedaan Ketombe dan Jamur di Kulit Kepala
    istockphoto

    Kamu disarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika mengalami:

    • Muncul bercak botak, rambut patah-patah, atau ruam berbentuk cincin
    • Kulit kepala sangat merah, nyeri, atau bernanah
    • Sudah rutin memakai shampoo anti ketombe tetapi tidak ada perbaikan

    Itu dia perbedaan ketombe dan jamur di kulit kepala. Kalau kamu masih ragu, periksakan ke dokter kulit, ya!

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More