Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

Widuri dan Katyana Ungkap Tanda Red Flag dan Makna Girl Support Girl

Widuri dan Katyana Ungkap Tanda Red Flag dan Makna Girl Support Girl
Popbela.com/NatashaCecil
Intinya Sih
Gini Kak
  • Widuri Puteri dan Katyana Mawira menyoroti pentingnya dukungan antarperempuan sebagai ruang aman untuk saling jujur, berbagi emosi, dan tumbuh bersama tanpa rasa dihakimi.
  • Keduanya mengungkap tanda red flag dalam hubungan, seperti kurangnya timbal balik, tidak menghargai waktu pasangan, serta rendahnya kecerdasan emosional yang membuat hubungan jadi tidak sehat.
  • Melalui lagu kolaborasi 'Lupakan Dia', mereka menegaskan makna persahabatan perempuan sebagai kekuatan utama untuk bangkit dari patah hati dan menghadapi hubungan beracun dengan saling mendukung.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Persahabatan antar perempuan biasanya memiliki ikatan emosional yang sangat unik dan kuat. Widuri Puteri dan Katyana Mawira juga setuju dengan hal tersebut. Melalui lagu kolaborasi terbaru mereka yang berjudul "Lupakan Dia", dua musisi muda ini membagikan pandangan mereka mengenai dinamika girl support girl, batasan hubungan yang sehat dan red flags, hingga bagaimana cara terbaik untuk menasihati sahabat yang terjebak dalam hubungan beracun.

Yuk, simak keseruan bincang-bincang mereka bersama POPBELA berikut ini. 

1. Dinamika hubungan girl support girl dan persahabatan perempuan

Katyana Mawira dan Widuri Puteri
Popbela.com/NatashaCecil

Bagi Katyana dan Widuri, dikelilingi oleh sahabat perempuan adalah sebuah kebutuhan emosional. Mereka sepakat bahwa hubungan antar perempuan memiliki ikatan spesial yang tidak bisa digantikan oleh hal lain, di mana mereka bisa saling berbagi tanpa takut dihakimi. 

“Sahabat-sahabat perempuanku mereka semua sayang banget sama aku, tapi mereka juga masih bisa jujur sama aku. Jadi, mereka kalau nasihati aku tuh nggak setengah-setengah. Tapi, mereka pas nasihati juga nggak yang jahat gitu omongannya, nggak langsung nge-judge. Aku dengan sahabat-sahabatku yang perempuan itu kayak kita sangat mementingkan komunikasi dan kejujuran,” ungkap Katyana.

Punya sahabat perempuan merupakan sebuah safe space, di mana cinta dan kejujuran serta saran atau kritik datang bersama tanpa melukai. Bukan dengan penghakiman, tapi justru kata-kata penyemangat untuk berkembang ke arah yang lebih baik.

"Aku dekat banget sih, aku ngerasa jauh lebih nyaman kalau aku dikelilingi sama temen-temen perempuanku kayak emosional support-nya tuh (terasa sekali). Aku setuju sih, ada bond yang spesial banget tentang kayak persahabatan perempuan yang kayaknya nggak bisa digantikan. Makanya kayak dengan lagu ini lebih ya terasa lebih relatable dan kena aja untuk pendengar-pendengar perempuan," tambah Widuri.

2. Hal yang jadi red flags dalam hubungan menurut Katyana dan Widuri

Katyana Mawira dan Widuri Puteri
Popbela.com/NatashaCecil

Ketika berbicara tentang hubungan asmara, baik Katyana maupun Widuri punya batasan tegas mengenai apa yang mereka anggap red flag atau saat hubungan sudah tidak sehat dan nggak layak untuk dilanjutkan lagi. Buat Widuri, hubungan harus memiliki timbal balik. Oleh karena itu, red flag bisa dilihat kalau dalam hubungan itu kamu hanya mencintai sendiri. Tak ada effort dari pihak lain, melainkan cuma kamu saja yang mengusahakan hubungan tersebut. Jika hanya satu pihak yang terus memberi hati dan berkorban tanpa dihargai, maka itu adalah tanda untuk mundur.

Sementara, Katyana punya banyak pandangan tentang red flag, tapi salah satu yang paling related dengan kondisinya saat ini adalah saat orang itu tidak menghargai waktu dan kesibukannya.

Sebagai remaja yang menyeimbangkan karier di industri hiburan sekaligus pendidikan, Katyana merasa ketidakmampuan pasangan untuk menghargai ruang dan jadwalnya adalah red flag yang besar.

"Aku tuh merasa kalau orang ini nggak bisa memberikan kita space yang kita perlu biar semuanya tuh teratur itu, aku nggak bisa,” kata aktris pemeran Milly di film Rangga & Cinta ini.

Tak hanya itu, Katyana juga mengatakan orang yang red flag adalah yang tak memiliki emotional intelligence yang baik. Baginya, hubungan itu harus dilandasi kepekaan serta saling membantu dan memahami.

“Apalagi ya, kayak orang yang nggak emotionally intelligent yang nggak terlalu peka, itu aku jadi kesel karena maksudnya kan harusnya di sini kamu juga hadir, you have to take care of me as well nggak cuma aku yang bantu," tambahnya lagi.

3. Cara menasihati sahabat untuk move on dari toxic relationship

Widuri Puteri
Popbela.com/NatashaCecil

Menyaksikan sahabat terjebak dalam hubungan yang salah memang tidak mudah. Di dalam lagu mereka, Widuri mungkin jadi sosok "kakak" yang tegas dan suka menasihati, sementara Katyana adalah sosok yang diayomi. Namun, di kenyataannya mereka justru berbeda. Katyana lebih jadi tempat curhat dan memberi solusi serta nasihat untuk teman-temannya, sedangkan Widuri adalah sosok perempuan yang suka keras kepala itu. 

Keduanya pun memiliki cara yang berbeda namun saling melengkapi dalam memosisikan diri sebagai pendukung sahabat-sahabat mereka yang susah move on dari toxic relationship. Dari perspektif Katyana, kejujuran itu penting. Cara terbaik menyayangi sahabatnya adalah dengan berani menegur dan berkata jujur secara langsung demi kebaikan sahabat itu sendiri, agar mereka memiliki ruang untuk bertumbuh.

"Aku juga merasa kalau aku deket sama mereka, aku bisa jujur karena menurut aku teman dekat tuh teman yang bisa saling jujur. Jadi, aku akan kasih opini aku apa adanya kalau aku udah nyaman banget sama mereka. Kalau mereka ada salah, ya aku akan bilangin ke mereka, karena menurut aku kalau kita nggak bilang, kita justru kayak menjerumuskan mereka ke jalan yang salah, dan mereka jadi tidak diberikan ruangan untuk tumbuh," kata Katyana.

Sementara, Widuri merupakan sosok sahabat yang selalu hadir tanpa menghakimi. Ia menekankan pentingnya kehadiran fisik dan emosional. Ia sadar keputusan akhir ada di tangan sang sahabat, sehingga perannya adalah menjadi tempat bersandar yang aman.

"Mungkin yang cuman bisa aku lakukan dan sebagai sahabat selalu ada disamping aja, sih. Maksudnya aku ada terus disamping kamu kalau misalnya kamu butuh teman cerita, tapi kalau tentang mengambil keputusan itu balik lagi seperti ke merekanya kan. Jadi, mungkin sebatas ya menjadi teman yang bisa selalu hadir aja sih," tuturnya.

4. Tips move on yang elegan dari Katyana dan Widuri

Katyana Mawira
Popbela.com/NatashaCecil

Untuk kamu yang sedang berjuang keluar dari masa-masa sulit patah hati, Katyana dan Widuri membagikan tips praktis yang bisa kamu lakukan. Katyana menyarankan untuk tidak berpura-pura kuat. Terima emosi kamu secara jujur, alias jangan denial. Setelahnya, coba cari hal yang membuat kamu bahagia.

"Kita tuh jangan sampai denial juga. Kita harus terima dulu. Memang mungkin dulu sayang, dan kita harus membiarkan diri kita sendiri untuk merasakan semuanya. Nggak apa-apa rasain aja marah, sedih, tapi abis itu udah selesai move on, dan cari hal-hal lain yang bisa membuatmu bahagia," pesan Katyana.

Di sisi lain, Widuri membagikan trik jitu dengan melihat rekam jejak perlakuan mantan pasangan. Cari sesuatu yang membuatmu jadi ilfeel dengannya atau hal-hal yang membuatnya memang tak layak untukmu. 

“Ada satu cara yang kayak sangat ampuh atau membantu. Aku sering mikirin hal-hal baik sama buruk yang satu orang ini pernah lakukan, dan aku hitung kebanyakan buruknya, aku langsung mengerti, kalau kontranya lebih banyak nih, bye," tegas Widuri.

5. Belajar dari cerita satu sama lain dan lagu duet yang jadi pengingat 

Katyana Mawira dan Widuri Puteri
Popbela.com/NatashaCecil

Katyana dan Widuri punya satu frasa yang melekat pada mereka, yaitu “Boys come and go, but friends are forever” (laki-laki bisa datang dan pergi, tapi sahabat akan bersama selamanya). Ini jadi mantra mereka untuk memaknai persahabatan. Keduanya juga sering berbagi pengalaman yang bisa dijadikan pelajaran untuk satu sama lain. 

Menandai perjalanan persahabatan mereka, Katyana dan Widuri berduet dalam lagu “Lupakan Dia”. Bagi mereka, lagu ini bukan tentang patah hati biasa, melainkan berfokus pada dinamika hubungan persahabatan perempuan yang saling mendukung saat salah satunya sedang patah hati. Lagu ini menjadi pengingat untuk nggak perlu overthinking tentang orang yang telah memberi luka di hati. 

Pesan yang bersahutan di liriknya, juga membuat pendengar, termasuk kedua penyanyi tersebut, diingatkan untuk lebih peka dan memperhatikan kondisi emosional orang-orang terdekat. Jika ada sahabat yang sedang terlihat tidak baik, maka bisa saling menguatkan.

Selain itu, saat seseorang mengalami patah hati atau kekecewaan mendalam akibat asmara, fokusnya sering kali tersedot sepenuhnya pada rasa sedih atau pada sosok mantan kekasih yang menyakitinya. Lagu ini hadir sebagai wake-up call, kalau sebenarnya ada sosok yang selalu berdiri setia di samping tanpa pamrih, yaitu sahabat.

Kamu mungkin sering kali menganggap keberadaan mereka sebagai hal yang biasa saja. Lewat lagunya, Katyana dan Widuri mengajak pendengar untuk merefleksikan diri, berterima kasih, dan menunjukkan rasa syukur serta apresiasi kepada para sahabat yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan emosi mereka untuk menemani melewati masa-masa sulit.

Melalui pandangan Katyana dan Widuri, kadang obat terbaik dari patah hati atau hubungan yang beracun sering kali bukanlah cinta yang baru, melainkan kehadiran sahabat perempuan yang siap menegur dengan jujur, memeluk dengan hangat, dan menemani proses penyembuhan hingga tuntas.

Share Article

Related Articles

See More