Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
SnapInsta.to_583104888_18164728195380086_67407608782306198_n.jpg
Instagram.com/paragonpictures.id

Intinya sih...

  • Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarkanku? menyoroti cinta dalam bentuk keteguhan hati, terutama dari sudut pandang perempuan dan ibu.

  • Lewat konflik batin, relasi keluarga, dan doa-doa lirih, film ini mengajarkan penerimaan serta pentingnya menyembuhkan luka lama.

  • Pesan terkuatnya adalah mencintai diri sendiri sebagai fondasi untuk bertahan dan terus melangkah di tengah ujian hidup.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarkanku? karya sutradara Jay Sukmo hadir sebagai drama religi yang menyentuh sisi spiritual sekaligus emosional. Kisahnya berangkat dari niat baik yang perlahan berubah menjadi ujian hidup paling menyakitkan, terutama bagi seorang perempuan yang menjalani peran sebagai ibu di tengah keterbatasan dan luka batin.

Lewat karakter-karakternya, film ini menyampaikan bahwa spiritualitas tidak selalu hadir dalam jawaban yang jelas, tetapi dalam proses bertahan, menerima, dan belajar mencintai dengan cara yang lebih dewasa.

Tim Popbela pun mendapat kesempatan perdana menonton Tuhan, Benarkah Kau Mendengarkanku? pada 20 Januari 2026 kemarin. Dari kisah yang disajikan, ada banyak pelajaran cinta yang bisa dipetik. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

1. Cinta sejati harus kuat

Imbd.com

Cinta sejati dalam film ini tidak digambarkan sebatas hubungan romantis, melainkan tentang ketahanan hati. Ketika hidup tidak berjalan sesuai rencana, cinta justru diuji melalui rasa sakit, kehilangan, dan kekecewaan yang datang bertubi-tubi.

Karakter Sarah (Revalina S. Temat) dalam Tuhan, Benarkah Kau Mendengarkanku? menunjukkan bahwa mencintai berarti tetap berdiri, meski hati terasa rapuh. Kekuatan cinta pun terlihat dari keberanian untuk melanjutkan hidup, walau luka belum sepenuhnya sembuh.

Dari sini, kita belajar bahwa kekuatan emosional adalah bentuk cinta paling tulus terhadap diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi.

2. Menerima ketidaksempurnaan

Imbd.com

Salah satu pesan paling kuat dalam film ini adalah tentang menerima kenyataan yang tidak ideal. Pertanyaan kepada Tuhan tidak selalu dijawab dengan keajaiban atau perubahan instan, melainkan lewat kekuatan untuk berdamai dengan keadaan. Hal ini tercermin dari karakter Laila (Annisa Kaila) yang harus menghadapi kenyataan pahit berupa perceraian orang tuanya.

Dalam proses tersebut, Laila belajar bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai harapan dan cinta tidak selalu hadir dalam bentuk keluarga yang utuh. Namun dari ketidaksempurnaan, ia menemukan cara untuk tetap bertumbuh dan memahami dirinya sendiri.

Film ini mengingatkan kita bahwa menerima bukan berarti menyerah, melainkan memilih untuk tetap melangkah dengan hati yang lebih lapang.

3. Cinta adalah soal perjuangan dan pengertian

Imbd.com

Tuhan, Benarkah Kau Mendengarkanku? dengan jujur menampilkan potret perjuangan perempuan Indonesia yang harus menghadapi tekanan hidup dan perlakuan tidak adil. Cinta di sini bukan sesuatu yang manis, melainkan proses panjang yang penuh kompromi, air mata, dan keteguhan hati.

Karakter-karakter perempuannya digambarkan terus berjuang, bahkan saat merasa sendirian. Dari kisah ini, kita belajar bahwa mencintai berarti memahami, baik terhadap diri sendiri maupun orang lain, sehingga pengertian menjadi kunci agar cinta tidak berubah menjadi beban.

4. Harus menyembuhkan luka lama

Imbd.com

Relasi yang kompleks antara mantan suami, istri baru, dan anak-anak menjadi cermin bagaimana luka emosional masa lalu dapat terus memengaruhi hubungan di masa kini. Sehingga, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarkanku? memperlihatkan bahwa luka yang tidak disembuhkan akan selalu muncul dalam bentuk konflik baru, baik secara sadar maupun tidak.

Melalui dinamika tersebut, penonton diajak untuk memahami pentingnya proses penyembuhan batin dari karakter Sarah karena dasarnya cinta tidak akan tumbuh sehat jika masa lalu terus menghantui.

5. Mencintai diri sendiri yang utama

Imbd.com

Pesan paling reflektif dari film ini adalah pentingnya mencintai diri sendiri, terutama ketika dihadapkan pada masalah berat. Karakter Sarah digambarkan sebagai sosok ibu yang harus bertahan setelah perceraian, mengurus anak, sekaligus merawat dirinya sendiri di tengah kelelahan emosional.

Film ini menunjukkan bahwa mencintai diri sendiri bukanlah tindakan egois, melainkan kebutuhan dengan mengenali batas kemampuan dan memberi ruang untuk pulih. Dari Sarah, kita belajar bahwa cinta kepada diri sendiri adalah fondasi agar bisa mencintai orang lain dengan lebih utuh dan sehat.

Itulah kelima pelajaran cinta dari film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarkanku? yang penuh makna. Semoga bisa menjadi refleksi diri kalian, Bela!

Editorial Team