Kabar duka juga datang dari keluarga Nur Ainia Eka Rahmadynna, seorang karyawan Kompas TV yang menjadi salah satu korban dalam kecelakaan ini. Ainia sempat dinyatakan hilang setelah insiden terjadi pada Senin malam, membuat keluarga diliputi kecemasan yang tak terbayangkan.
Sang ayah, Hary Marwata, mengungkapkan bahwa komunikasi terakhir dengan putrinya terjadi pada sore hari sebelum kejadian. Seperti biasa, Ainia sempat meminta dijemput setelah pulang kerja.
“Biasanya memang minta dijemput sekitar setengah sembilan malam. Itu sudah rutin,” ujarnya.
Namun malam itu, Ainia tak kunjung pulang dan ponsel miliknya diketahui tertinggal di lokasi kecelakaan, sehingga membuat keluarga kesulitan melacak keberadaannya. Sejak malam hingga keesokan harinya, adik-adik Ainia menyisir berbagai rumah sakit, mulai dari RSUD hingga rumah sakit swasta, namun namanya belum juga ditemukan.
“Dari awal memang nama dia belum ada. Adiknya cari ke mana-mana, sampai pagi dan siang belum ketemu,” lanjut Hary dengan suara berat.
Kepastian pahit akhirnya didapat setelah keluarga mendatangi RS Polri Kramat Jati. Proses identifikasi dilakukan melalui data diri dan sidik jari hingga akhirnya dipastikan bahwa Ainia menjadi salah satu korban meninggal dunia.
Turut berduka cita atas tragedi kecelakaan kereta Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Kapan kecelakaan KRL Bekasi Timur terjadi? | Kecelakaan terjadi pada Senin, 27 April 2026. |
Berapa jumlah korban? | Korban meninggal mencapai belasan orang, dengan puluhan lainnya mengalami luka dan dirawat di rumah sakit. |
Kereta apa saja yang terlibat kecelakaan? | KAJJ Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line lintas Cikarang. |