6 Fakta Keluarga Joshua Suherman, Mamanya Selamatkan Aurelie Moeremans

- Joshua Suherman adalah anak sulung yang dekat dengan kedua adiknya
- Ia memiliki darah Tionghoa dari sang mama dan kehilangan ayahnya saat masih muda
- Joshua sudah menikah, memiliki seorang anak, dan memiliki tato keluarga yang sarat makna
Nama Joshua Suherman kembali jadi perbincangan publik di awal 2026. Kali ini bukan soal karier atau kehidupan rumah tangganya, melainkan karena kisah kemanusiaan yang terungkap lewat buku memoar Broken Strings karya Aurelie Moeremans. Dalam buku tersebut, terkuak peran besar keluarga Joshua di masa-masa kelam Aurelie yang menjadi korban child grooming.
Sorotan publik pun tertuju pada sosok sang mama, Lisa Suherman, yang disebut sebagai salah satu penyelamat Aurelie. Namun, di balik keberanian dan keteguhan keluarga ini, ada pula kisah kehilangan yang membentuk Joshua menjadi pribadi yang matang sejak usia muda. Lantas, seperti apa latar belakang keluarga ini? Simak fakta keluarga Joshua Suherman selengkapnya berikut ini!
1. Anak sulung yang sangat dekat dengan dua adiknya

Joshua Suherman merupakan anak pertama dari pasangan (Alm.) Jedy Suherman dan Lisa Suherman. Ia memiliki dua orang adik, yakni Joseph Suherman dan Jocelyn Suherman. Meski kini sudah berkeluarga, Joshua dikenal tetap menjaga hubungan yang hangat dan kompak dengan kedua adiknya.
Kebersamaan mereka kerap terlihat lewat media sosial, memperlihatkan ikatan keluarga yang solid di tengah kesibukan masing-masing sebagai figur publik dan kreator konten.
2. Berdarah Tionghoa dari sang mama

Joshua Suherman memiliki darah Tionghoa yang ia warisi dari sang mama, Lisa Suherman. Sosok Lisa sendiri dikenal sebagai ibu yang tangguh dan penuh dedikasi.
Ia setia mendampingi perjalanan karier Joshua sejak masih menjadi penyanyi cilik hingga kini, sekaligus menjadi figur sentral yang menguatkan keluarga setelah kepergian sang suami.
3. Ayahnya meninggal dunia saat Joshua masih muda

Ayah Joshua, Jedy Suherman, meninggal dunia pada 5 Februari 2011. Kepergiannya begitu mendadak dan mengejutkan, bahkan Joshua mengaku tak pernah menduga akan kehilangan sang ayah secepat itu.
Jedy diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan sempat mengalami keluhan sebelum menghembuskan napas terakhir.
Sejak saat itu, Joshua sebagai anak sulung, harus tumbuh lebih cepat dan menjadi tulang punggung keluarga. Dalam berbagai kesempatan, ia tak menutupi kesedihannya karena sang ayah tak sempat menyaksikan dirinya kuliah, lulus sebagai sarjana, hingga menikah. Kehilangan ini menjadi salah satu titik paling emosional dalam perjalanan hidupnya.
4. Sudah menikah dan memiliki seorang anak

Seiring berjalannya waktu, Joshua pun kini sudah memiliki keluarga kecilnya sendiri. Kehidupan mantan artis cilik ini semakin lengkap setelah menikah dengan Clairine Clay pada 22 Desember 2021. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putra bernama Elio B. Suherman yang lahir pada 22 Juli 2024.
Kehadiran Baby Elio membawa warna baru dalam keluarga besar Suherman. Setelah memiliki buah hati, Joshua pun tampil sebagai ayah yang penuh kasih dan terlibat aktif dalam pengasuhan.
5. Punya tato keluarga yang sarat makna

Bagi Joshua, keluarga bukan sekadar kata. Lelaki kelahiran 3 November 1992 ini bahkan mengabadikan rasa cintanya lewat sebuah tato foto keluarga di tangan kanannya. Tato tersebut menampilkan sosok sang mama, mendiang papa, serta kedua adiknya.
Tato ini dibuat sebelum ia menikah, sebagai simbol penghormatan dan pengingat bahwa keluarga adalah akar yang selalu ia bawa ke mana pun melangkah.
6. Sosok mama yang menyelamatkan Aurelie Moeremans

Fakta inilah yang belakangan membuat keluarga Joshua Suherman begitu disorot publik. Dalam buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans, terungkap bahwa Lisa Suherman adalah orang pertama yang menyadari adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada sang aktris di lokasi syuting pada tahun 2008.
Dengan keberanian besar, Lisa membawa Aurelie yang saat itu masih berusia 15 tahun, untuk bersembunyi di rumahnya demi menjauh dari pelaku. Joshua sendiri, yang disamarkan sebagai sosok āJoā dalam buku tersebut, juga berperan penting sebagai teman yang memberi dukungan emosional.
Meski sempat menerima ancaman dan teror, keluarga Suherman memilih berdiri di sisi korban. Sebuah sikap yang kini menuai banyak apresiasi dan rasa hormat dari publik.
Itulah fakta keluarga Joshua Suherman yang belakangan menyita perhatian publik.

















