Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

Terus Bergulir, Ini 6 Fakta Kasus Blake Lively dan Justin Baldoni!

Terus Bergulir, Ini 6 Fakta Kasus Blake Lively dan Justin Baldoni!
Instagram.com/blakelively, justinbaldoni
Intinya Sih
  • Blake Lively menuduh Justin Baldoni melakukan pelecehan seksual saat syuting It Ends With Us.

  • Justin membantah dan mengajukan gugatan balik, termasuk terhadap media besar.

  • Hakim menggugurkan sebagian besar klaim, namun kasus tetap berlanjut ke persidangan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kasus antara Blake Lively dan Justin Baldoni masih menjadi sorotan publik hingga sekarang. Berawal dari laporan serius soal dugaan pelecehan seksual di lokasi syuting film It Ends With Us, konflik ini terus berkembang dengan berbagai gugatan dan bantahan dari kedua pihak.

Meski laporan sudah diajukan sejak 2024, proses hukumnya belum menemukan titik terang. Bahkan, sebagian besar klaim dari pihak Blake sempat digugurkan hakim federal. Namun, perempuan kelahiran 1986 itu memilih untuk tetap melanjutkan perjuangannya di pengadilan.

Berikut fakta kasus Blake Lively dan Justin Baldoni. Check it out!

1. Blake mengaku mengalami pelecehan seksual

blake-lively-justin-baldoni-tout-11324-15fb44183813435390da088fd19f32f6.jpg
Elle.com

Pada 2024, Blake mengungkap bahwa dirinya mengalami dugaan pelecehan seksual sekaligus pencemaran nama baik selama proses syuting It Ends With Us. Ia menyebut bahwa beberapa adegan intim ditambahkan tanpa kesepakatan awal, yang membuatnya merasa tidak nyaman secara profesional maupun personal.

Tak hanya itu, Blake juga menuduh Justin masuk ke ruang pribadinya tanpa izin, termasuk saat dirinya sedang menyusui anak. Situasi ini disebut menciptakan tekanan psikologis yang cukup besar. Bahkan, produser Jamey Heath diduga sempat menunjukkan video eksplisit yang membuat Blake merasa seperti dipaparkan materi tidak pantas.

“Ini menciptakan rasa takut dan trauma yang mendalam,” tulis Blake dalam laporannya.

2. Blake melaporkan Justin dan sejumlah pihak

collage1.png
Instagram.com/blakelively, justinbaldoni

Menurut dokumen pengadilan, Blake secara resmi mengajukan gugatan pada 20 Desember 2024 ke California Civil Rights Department. Gugatan ini tidak hanya ditujukan kepada Justin, tetapi juga kepada beberapa pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Nama-nama yang ikut terseret antara lain produser Jamey Heath, rumah produksi Wayfarer Studios yang didirikan bersama Steve Sarowitz, hingga kontraktor independen Jed Wallace. Selain itu, tim publisis Justin, yakni Melissa Nathan dan Jennifer Abel, juga disebut terlibat dalam dugaan kampanye hitam untuk merusak reputasi Blake.

“Saya berharap langkah hukum ini bisa membuka mata publik,” ujar Blake.

3. Justin memberikan bantahan keras

collage.png
Instagram.com/blakelively, justinbaldoni

Menanggapi tuduhan tersebut, Justin dan tim hukumnya langsung membantah semua klaim yang dilayangkan. Mereka menyatakan bahwa setiap adegan, termasuk improvisasi, dilakukan atas persetujuan bersama di lokasi syuting.

Justin bahkan menilai bahwa pihak Blake justru memulai kampanye yang merugikan dirinya. Dalam dokumen gugatan balik, ia menyertakan bukti berupa tangkapan layar percakapan dengan Blake yang menunjukkan komunikasi profesional tetap berjalan. Salah satu pesan menunjukkan Blake memberi tahu dirinya sedang memompa ASI, yang kemudian dibalas Justin secara santai untuk melanjutkan diskusi setelah makan siang.

4. Justin mengajukan gugatan balik

collage2.png
Instagram.com/blakelively, justinbaldoni

Pada 31 Desember, kubu Justin mengajukan gugatan besar yang melibatkan Wayfarer Studios dan pihak terkait lainnya. Gugatan tersebut bahkan menargetkan media besar The New York Times dengan nilai mencapai US$ 250 juta atau sekitar Rp3,87 triliun.

Gugatan setebal 87 halaman itu menuduh adanya manipulasi informasi yang menggiring opini publik. Kuasa hukum Justin, Bryan Freedman, menyatakan bahwa pihaknya siap membuka seluruh bukti komunikasi, termasuk pesan pribadi antara Justin dan Blake. Ia juga menegaskan kemungkinan adanya gugatan langsung terhadap Blake secara personal dalam waktu dekat.

5. Hakim menolak sebagian besar klaim

blake-lively-justin-baldoni-it-ends-with-us2.jpg
People.com

Dalam perkembangan terbaru pada Kamis (2-4-2026), hakim federal Lewis Liman menolak sebagian besar klaim yang diajukan Blake, termasuk tuduhan pelecehan seksual terhadap Justin. Dari total 13 klaim, sebanyak 10 di antaranya gugur karena alasan teknis hukum.

Kini, hanya tiga klaim yang tersisa, yaitu terkait pembalasan, dukungan terhadap pembalasan, serta pelanggaran kontrak. Menariknya, Justin tidak lagi menjadi terdakwa dalam klaim yang tersisa tersebut. Pihak Wayfarer Studios pun menyambut baik putusan ini dan menyebutnya sebagai hasil dari peninjauan fakta dan bukti secara cermat oleh pengadilan.

6. Blake tetap lanjutkan perjuangan hukum

collage4.png
Instagram.com/blakelively, justinbaldoni

Meski mengalami kekalahan sebagian dalam gugatan, Blake menegaskan bahwa dirinya tidak akan mundur. Ia menyatakan siap membawa kasus ini ke persidangan dan memberikan kesaksian secara langsung di hadapan juri.

Proses pemilihan juri sendiri dijadwalkan dimulai pada 18 Mei mendatang. Melalui pengacaranya, Sigrid McCawley, Blake menekankan bahwa inti kasus ini adalah soal pembalasan dan upaya sistematis untuk menghancurkan reputasinya setelah ia berbicara soal keselamatan kerja.

Pihaknya juga berharap praktik serangan digital terhadap korban bisa lebih mudah dikenali dan dilawan ke depannya.

Itulah fakta kasus Blake Lively dan Justin Baldoni. So, kita tunggu saja bagaimana fakta sebenarnya akan terungkap di persidangan nanti.

FAQ seputar kasus Blake Lively dan Justin Baldoni

Apa inti kasus Blake Lively dan Justin Baldoni?

Kasus ini berawal dari tuduhan Blake Lively terkait pelecehan seksual dan lingkungan kerja tidak sehat saat syuting film It Ends With Us.

Apakah ada gugatan balik dari pihak Justin?

Ya, Justin mengajukan gugatan balik, termasuk terhadap media, dengan nilai mencapai ratusan juta dolar AS.

Apakah tuduhan Blake Lively terbukti?

Sebagian besar klaim, termasuk pelecehan seksual, telah digugurkan hakim federal karena alasan teknis hukum. Namun, beberapa klaim masih berlanjut.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More