Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Cara Membuat Boundaries dengan Keluarga tanpa Menyakiti Mereka

4 min read
5 Cara Membuat Boundaries dengan Keluarga tanpa Menyakiti Mereka
magnific.com/magnific

  • Batasan keluarga diperlukan saat campur tangan, komentar, kunjungan mendadak, atau konflik membuat seseorang lelah dan kehilangan ruang pribadi.

  • Sampaikan batasan secara jelas, singkat, dan hangat saat suasana tenang; fokus pada pola interaksi yang ingin diubah tanpa menyalahkan keluarga.

  • Hadapi respons kurang menyenangkan dengan tenang, hindari debat, serta jalankan konsekuensi realistis secara konsisten agar hubungan tetap dekat dan saling menghargai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Keluarga menjadi tempat pertama bagi banyak orang untuk belajar tentang kasih sayang, kedekatan, dan hubungan dengan orang lain. Namun, hubungan yang dekat bukan berarti tidak membutuhkan batasan. Ada kalanya interaksi dengan keluarga justru membuat seseorang merasa lelah, tertekan, atau kesulitan memiliki ruang untuk dirinya sendiri.

Hal ini bisa terjadi ketika keluarga terlalu sering mencampuri keputusan pribadi, memberikan komentar yang tidak diinginkan, datang tanpa memberi kabar, atau melibatkan kita dalam masalah antaranggota keluarga. Karena sudah terbiasa dengan pola tersebut, menetapkan batasan terkadang terasa tidak nyaman. Apalagi jika muncul kekhawatiran akan dianggap egois atau menyakiti perasaan orang yang disayangi.

Lantas, bagaimana cara membuat boundaries dengan keluarga agar tetap bisa menjaga hubungan dan tidak menyakiti mereka? Yuk, simak ulasannya.

  1. 1. Sampaikan batasan dengan jelas

     Cara Membuat Boundaries dengan Keluarga
    ilustrasi mertua narsis (freepik.com/freepik)

    Cara membuat boundaries dengan keluarga yang pertama adalah berani menyampaikannya secara langsung. Sebisa mungkin, bicarakan batasan sebelum situasi yang membuatmu tidak nyaman kembali terjadi.

    Pilih waktu ketika suasana sedang tenang agar pembicaraan tidak menjadi pertengkaran. Jelaskan hal apa yang membuatmu kurang nyaman sekaligus bagaimana kamu ingin hubungan tersebut berjalan ke depannya.

    Misalnya, jika kamu tidak nyaman menerima kritik atau nasihat yang tidak diminta, sampaikan hal tersebut secara langsung. Tekankan bahwa tujuanmu bukan menjauh dari keluarga, tapi ingin membangun komunikasi yang membuat kedua pihak tetap merasa dekat dan dihargai.

  2. 2. Bersikap tegas tanpa banyak penjelasan

     Cara Membuat Boundaries dengan Keluarga
    ilustrasi menantu dan mertua (freepik.com/tirachardz)

    Menetapkan boundaries bukan berarti kamu harus memberikan penjelasan panjang agar keluarga memahami keputusanmu.

    Ketika memberikan terlalu banyak alasan, pembicaraan justru bisa berubah menjadi perdebatan. Keluarga mungkin mulai mencari celah untuk menyangkal alasan tersebut atau meyakinkanmu bahwa batasan yang dibuat tidak diperlukan.

    Karena itu, sampaikan batasan dengan singkat dan percaya diri. Kamu tidak harus terus mengulang alasan yang sama setiap kali keputusanmu dipertanyakan. Mengatakan tidak juga tidak selalu membutuhkan penjelasan panjang. Kamu berhak menentukan batasan berdasarkan hal-hal yang membuatmu merasa nyaman dalam hubungan.

  3. 3. Jangan mudah terpancing emosi

     Cara Membuat Boundaries dengan Keluarga
    Tanda kamu diterima oleh calon mertua (Pexels.com/Cottonbro studio)

    Saat mulai membuat boundaries, bukan tidak mungkin keluarga memberikan respons yang kurang menyenangkan. Mereka mungkin merasa kamu berubah, terlalu sensitif, atau bahkan egois.

    Dalam kondisi seperti ini, usahakan untuk tetap tenang. Tujuan membuat batasan bukan untuk memenangkan perdebatan, tetapi menunjukkan bagaimana kamu ingin diperlakukan.

    Jika pembicaraan mulai mengarah pada hal yang membuatmu tidak nyaman, kamu bisa menghentikan percakapan untuk sementara dan melanjutkannya ketika suasana sudah lebih baik.

    Semakin emosional respons yang diberikan, semakin besar kemungkinan pembicaraan berubah menjadi adu argumen. Karena itu, tetap gunakan respons yang netral dan jangan mudah terpancing.

  4. 4. Tetap gunakan pendekatan yang hangat

    Cara Membuat Boundaries dengan Keluarga
    Ilustrasi bareng mertua (citrussleep.com)

    Tegas bukan berarti harus terdengar dingin. Jika memungkinkan, sampaikan boundaries dengan tetap menunjukkan bahwa kamu peduli terhadap hubungan tersebut.

    Kamu bisa memulai dengan menunjukkan bahwa kamu menghargai hubungan dengan keluarga, kemudian menjelaskan batasan yang ingin diterapkan dan alasan yang berkaitan dengan kenyamananmu.

    Contohnya, ketika meminta keluarga untuk tidak datang tanpa kabar, kamu bisa menjelaskan bahwa kamu tetap senang bertemu mereka, tetapi ingin mendapatkan pemberitahuan terlebih dahulu agar bisa menyiapkan waktu.

    Pendekatan seperti ini membuat batasan lebih berfokus pada pola interaksi yang ingin diubah, bukan pada menyalahkan anggota keluarga.

  5. 5. Konsisten dengan batasan yang dibuat

    Cara Membuat Boundaries dengan Keluarga
    ilustrasi mertua dan menantu (pexels.com/tima-miroshnichenko)

    Batasan akan sulit dijalankan jika tidak disertai tindakan yang konsisten. Karena itu, salah satu bagian penting dari cara membuat boundaries dengan keluarga adalah berani mengikuti konsekuensi yang sudah kamu tentukan.

    Misalnya, kamu sudah menetapkan bahwa pembicaraan mengenai kehidupan pribadi tertentu tidak ingin dilanjutkan. Jika topik tersebut kembali muncul, kamu bisa mengingatkan secara singkat, mengalihkan pembicaraan, atau mengakhiri percakapan jika memang diperlukan.

    Bukan berarti kamu harus menghukum atau membuat drama. Kamu hanya perlu melakukan apa yang sudah kamu sampaikan sebelumnya.

    Jangan membuat ancaman yang sebenarnya tidak akan kamu lakukan. Sebaiknya, tentukan konsekuensi yang realistis dan memang bisa kamu jalankan dengan tenang.

  6. Membuat boundaries bukan berarti jauh dari keluarga

    Cara Membuat Boundaries dengan Keluarga
    Ilustrasi mertua sedang berbicara dengan pasangan (pexels/RODNAE Productions)

    Pada akhirnya, boundaries bukan tentang membuat jarak sejauh mungkin dari keluarga. Tujuannya adalah menemukan pola hubungan yang memungkinkan kamu tetap terhubung tanpa merasa terus-menerus kehilangan energi.

    Kamu tetap bisa memahami perasaan orang tua, menyayangi saudara, dan menghargai keluarga sambil memiliki batasan pribadi. Kepekaan dan empati yang kamu miliki tidak perlu dihilangkan. Justru, kemampuan tersebut bisa digunakan dengan cara yang lebih sehat.

    Cara membuat boundaries dengan keluarga bisa dimulai dengan memahami kebutuhan diri, menentukan batasan yang paling penting, lalu menyampaikannya dengan jelas dan tetap hangat. Meski mungkin muncul rasa bersalah atau penolakan dari keluarga, tetap tenang dan konsisten agar batasan yang dibuat bisa berjalan dengan baik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More