Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Bersikap Tegas Tanpa Terlihat Kasar, Yuk Terapkan!

2150360963.jpg
Freepik.com/freepik
Intinya sih...
  • Kejelasan dalam berkomunikasi membantu pesan tersampaikan tanpa menyakiti hati orang lain.
  • Mengakui emosi sebagai hal yang valid membantu kontrol respons dengan lebih baik.
  • Bersikap tegas tanpa manipulasi emosional, fokus pada masalah yang dihadapi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang ingin bersikap tegas, tapi masih ragu karena takut dicap kasar, dingin, atau tidak punya empati. Padahal, sikap ini bukan berarti harus meninggikan suara atau menyakiti perasaan orang lain. Justru, ketegasan yang tepat bisa membantu kita menjaga batasan diri tanpa merusak hubungan.

Di kehidupan sehari-hari, konflik kecil sering muncul dari kesalahpahaman. Saat emosi mulai naik, respons spontan biasanya mengarah ke dua hal, yaitu membalas dengan nada keras atau memilih diam sambil menahan kesal. Keduanya sama-sama tidak sehat jika terus dilakukan.

Karena itu, penting untuk memahami cara bersikap tegas tanpa terlihat kasar, agar niat tersampaikan dengan baik tanpa menyakiti hati orang lain. Yuk, simak!

1. Sampaikan pikiran dan perasaan dengan jelas

ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/fauxels)
ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/fauxels)

Salah satu kunci utama bersikap tegas adalah kejelasan. Jangan berputar-putar atau menyindir, tapi juga tidak perlu menyerang. Sampaikan apa yang kamu rasakan dan pikirkan dengan kalimat yang lugas dan tenang.

Nada suara yang stabil, ekspresi wajah yang terkendali, serta bahasa tubuh yang rileks akan membantu pesanmu terdengar lebih dewasa. Saat kata-kata dan sikapmu sejalan, orang lain cenderung lebih mudah memahami maksudmu tanpa merasa ditekan.

2. Tidak perlu meminta maaf atas perasaan sendiri

ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/Anastasiya Gepp)
ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/Anastasiya Gepp)

Merasa kecewa, tidak nyaman, atau lelah adalah hal yang wajar. Sayangnya, banyak orang terbiasa meminta maaf hanya karena punya perasaan tersebut. Padahal, kamu tidak salah karena merasakan sesuatu.

Dengan mengakui emosi sebagai hal yang valid, kamu justru bisa mengontrol respons dengan lebih baik. Sikap ini membantu kamu tetap tegas tanpa harus bersikap defensif atau emosional berlebihan.

3. Jangan gunakan rasa bersalah untuk menekan orang lain

Ilustrasi dua wanita sedang mengobrol (pexels.com/alexander-suhorucov)
Ilustrasi dua wanita sedang mengobrol (pexels.com/alexander-suhorucov)

Dalam konflik, ada godaan untuk membuat orang lain merasa bersalah agar situasi berpihak pada kita. Misalnya, dengan menyindir atau membesar-besarkan kesalahan mereka. Cara ini mungkin terlihat efektif sesaat, tapi bisa merusak hubungan dalam jangka panjang.

Bersikap tegas tanpa terlihat kasar berarti memilih kejujuran daripada manipulasi. Fokus pada masalah yang sedang dihadapi, bukan menjatuhkan lawan bicara secara emosional.

4. Hormati orang lain jika ingin dihormati

ilustrasi dua orang mengobrol (pexels.com/RDNE Stock Project)
ilustrasi dua orang mengobrol (pexels.com/RDNE Stock Project)

Rasa hormat adalah fondasi dari komunikasi yang sehat. Saat kamu memperlakukan orang lain dengan sopan, peluang mereka untuk bersikap defensif akan jauh berkurang.

Interaksi yang saling menghargai menciptakan suasana yang lebih kondusif. Ketegasan pun terasa lebih alami, bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai batasan yang perlu dihormati.

5. Nyatakan apa yang kamu butuhkan

ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/Mike Jones)
ilustrasi orang mengobrol (pexels.com/Mike Jones)

Bersikap tegas berarti berani mengatakan apa yang kamu butuhkan, tanpa merasa bersalah. Kamu tidak harus memaksakan kehendak, tapi juga tidak perlu mengorbankan diri sendiri demi menyenangkan semua orang.

Kamu berhak menyampaikan pendapat, berhak berubah pikiran, dan berhak menolak hal yang tidak sesuai dengan nilai atau batasanmu. Selama disampaikan dengan cara yang tepat, ketegasan justru menunjukkan kedewasaan, bukan sikap kasar.

Intinya, cara bersikap tegas tanpa terlihat kasar bukan soal nada tinggi atau adu argumen. Tapi bagaimana kamu bisa menyampaikan sesuatu yang baik tanpa menyakiti hati orang lain. Semoga bermanfaat!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Windari Subangkit
EditorWindari Subangkit
Follow Us

Latest in Relationship

See More

7 Hal dalam Hubungan yang Tidak Boleh Diceritakan ke Teman

07 Jan 2026, 20:00 WIBRelationship