pexels.com/Tima Miroshnichenko
Meski belum dikategorikan sebagai gangguan mental resmi, duck syndrome tetap tidak boleh dianggap sepele. Jika dibiarkan terus berlangsung, kondisi ini dapat berkembang menjadi stres berat, burnout, gangguan kecemasan, hingga depresi.
Penanganan duck syndrome dapat dimulai dari langkah kecil dalam kehidupan sehari-hari. Berbagi perasaan dan kesulitan dengan orang terdekat seperti teman bisa jadi pilihan yang aman. Sementara itu, jika tekanan mulai terasa mengganggu, carilah bantuan profesional seperti konselor hingga psikolog.
Setelah memahami apa itu duck syndrome, semoga kamu bisa lebih memahami diri sendiri dan orang-orang di sekitar kamu, ya, Bela!
Apa itu duck syndrome? | Duck syndrome adalah kondisi saat seseorang terlihat baik-baik saja, padahal sebenarnya sedang kewalahan menghadapi tekanan. |
Siapa yang rentan mengalami duck syndrome? | Kondisi ini sering dikaitkan dengan mahasiswa, pekerja muda, atau orang yang memiliki tekanan dan ekspektasi tinggi. |
Apakah duck syndrome termasuk gangguan mental? | Duck syndrome belum termasuk gangguan mental resmi, tetapi tetap perlu diperhatikan karena bisa memicu stres berlebih. |