Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App

Age Verification

This content is intended for users aged 18 and above. Please verify your age to proceed.

Kejahatan Seksual Jeffrey Epstein
Netflix.com

Intinya sih...

  • Jeffrey Epstein melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan anak perempuan, dengan korban termuda berusia 14 tahun.

  • Selain pelecehan seksual, ia juga mengoperasikan jaringan perdagangan seks internasional di berbagai properti mewahnya.

  • Ghislaine Maxwell membantu merekrut para korban dan divonis bersalah terkait jaringan perdagangan seks anak, serta keterlibatan tokoh penting lainnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Nama Jeffrey Epstein kembali diperbincangkan publik. Laki-laki yang disapa Epstein itu lebih dikenal sebagai pelaku kejahatan seksual dan perdagangan manusia dibanding seorang financier asal Amerika Serikat. Ia meninggal dunia di dalam tahanan setelah ditangkap lagi pada 2019 lalu. Meskipun sudah meninggal, penyelidikan terhadap jaringannya terus berlanjut. 

Pada awal 2026 ini, Departemen Kehakiman AS merilis jutaan dokumen bukti (Epstein Files) yang mengungkap keterlibatan elit global lainnya, termasuk politisi, ilmuwan, bangsawan, dan selebritas. Berikut beberapa fakta kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang kembali disorot.

1. Pelecehan anak di bawah umur

thedailybeast.com

Investigasi mengungkapkan bahwa Jeffrey Epstein melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan anak perempuan, dengan korban termuda dilaporkan berusia 14 tahun. Epstein menyasar anak perempuan di bawah umur, umumnya dari keluarga kurang mampu atau kondisi sosial rentan. Mereka dimanipulasi dengan iming-iming uang, hadiah, bantuan sekolah, atau “pekerjaan ringan” seperti pijat. Awalnya tawaran tersebut tampak tidak berbahaya sampai akhirnya hal traumatis terjadi di properti pribadi milik Epstein.

Di sana, para perempuan tersebut mendapat pelecehan seksual yang membuat mereka sering merasa bingung dengan situasi, takut, atau tidak menyadari bahwa mereka adalah korban kejahatan serius. Setelah pelecehan, korban diberi uang tunai sehingga kejahatan tersebut tampak ‘transaksional, mereka merasa bersalah atau takut melapor. Laki-laki tersebut juga menggunakan kekayaan dan koneksi elitnya, serta intimidasi psikologis untuk membuat korban merasa tidak akan dipercaya jika melapor.

2. Perdagangan seks internasional

theguardian.com

Selain melakukan pelecehan seksual, ia juga mengoperasikan jaringan perdagangan seks di berbagai properti mewahnya, termasuk di Manhattan, Palm Beach, New Mexico, dan pulau pribadinya di Kepulauan Virgin Amerika Serikat yang bernama Little St. James. 

Epstein juga membangun jaringan sistematis di mana ia membayar perempuan muda atau korbannya untuk mencari dan merekrut korban baru, banyak di antaranya masih di bawah umur, untuk melakukan tindakan seksual yang disamarkan sebagai "pijat". Para korban tak hanya diminta untuk melayani Epstein tapi juga para tamunya yang diduga di antaranya adalah para tokoh dunia.

3. Kerja sama dengan Ghislaine Maxwell

npr.org

Ghislaine Maxwell, seorang sosialita asal Inggris merupakan orang yang membantu merekrut para korban dan divonis bersalah terkait jaringan perdagangan seks anak. Ghislaine membantu secara hukum, memfasilitasi, dan ikut serta dalam upaya pemesanan serta perdagangan anak di bawah umur untuk teman dekatnya itu.

Hakim memvonisnya dengan hukuman 20 tahun penjara pada Juni 2022. Perempuan tersebut dinyatakan sebagai "predator yang canggih”. Dalam aksinya, pengadilan membuktikan bahwa Ghislaine secara aktif mendekati dan memanipulasi para perempuan muda tersebut agar merasa nyaman sebelum akhirnya dieksploitasi oleh Epstein.

4. Keterlibatan tokoh penting

abcnews.go.com

Berdasarkan dokumen yang dirilis melalui Epstein Files Transparency Act, ia diduga menggunakan pengaruh dan kekayaannya untuk menjalin hubungan dengan tokoh politik, pebisnis, dan bangsawan. Beberapa di antaranya dituduh terlibat dalam aktivitas ilegal tersebut, seperti adik dari Raja Charles III, Andrew Mountbatten Windsor dari Inggris yang gelar Pangerannya kini telah dicopot karena skandal tersebut.

Dalam Dokumen Terbaru (Epstein Files) yang dirilis secara bertahap sejak awal 2024 hingga 2026 ini mengungkap detail operasional dan jaringan sosial Epstein. Dokumen tersebut mencantumkan lebih dari 150 nama tokoh termasuk mantan presiden, politisi, hingga selebritas. Namun, munculnya nama-nama di dokumen ini tidak selalu berarti mereka melakukan tindak pidana.

5. ‘Lolita Express’ jadi salah satu saksi bisu

bbc.co.uk

Selain pulau pribadinya, "Lolita Express", julukan populer untuk pesawat jet pribadi jenis Boeing 727-100 (registrasi N908JE) milik Jeffrey Epstein juga jadi saksi bisu dari kejahatan dari laki-laki kelahiran tahun 1953 itu. Julukan ini berasal dari judul novel Lolita karya Vladimir Nabokov yang bercerita tentang seorang pria paruh baya yang terobsesi dengan gadis remaja. Nama ini diberikan oleh penduduk lokal di Kepulauan Virgin karena pesawat tersebut sering membawa gadis-gadis yang tampak di bawah umur ke pulau pribadi Epstein, Little Saint James.

Berdasarkan dokumen pengadilan dan kesaksian korban, pesawat ini digunakan untuk memindahkan (trafficking) korban antar kediaman mewah Epstein di New York, Palm Beach, New Mexico, dan Karibia.

Berkas penerbangan (flight logs) yang dirilis menunjukkan bahwa sejumlah tokoh besar dunia pernah menumpangi pesawat ini, termasuk mantan presiden AS, bangsawan, ilmuwan, hingga selebritas. Beberapa nama yang sering disebut dalam dokumen antara lain Bill Clinton, Donald Trump, dan Pangeran Andrew.

6. Pemerasan kepada kliennya

People.com

Menurut laporan investigasi jurnalis, kesaksian korban, dan dokumen hukum, ada indikasi bahwa Epstein juga melakukan dugaan pemerasan terhadap klien-klien elitnya. Namun, dugaan tersebut tidak pernah dibuktikan secara hukum di pengadilan. Jeffrey Epstein diduga mengumpulkan informasi sensitif atau memalukan tentang orang-orang berpengaruh. Ia menggunakannya sebagai bentuk "asuransi" atau alat pemerasan (blackmail). Informasi itu untuk melindungi diri, memperoleh pengaruh, atau mencegah pelaporan dirinya.

Beberapa korban dan saksi menyebut adanya kamera tersembunyi, foto atau rekaman di properti Epstein, yang diduga merekam aktivitas pribadi tamu. Akan tetapi, dugaan pemerasan sulit dibuktikan karena banyak bukti diduga dirahasiakan, dihancurkan, atau disensor. Epstein pun telah meninggal sebelum persidangan. Para korban hanya fokus pada kejahatan seksual dan perdagangan seks, bukan kasus pemerasan terhadap elit.

Itulah beberapa kejahatan seksual yang dilakukan oleh Jeffrey Epstein yang kembali menjadi sorotan.

FAQ seputar Jeffrey Epstein

Apa kasus Jeffrey Epstein?

Jeffrey Epstein terlibat dalam kasus kejahatan seksual, termasuk pelecehan seksual pada anak serta perdagangan seks anak yang terjalin selama puluhan tahun.

Apa penyebab kematian Jeffrey Epstein?

Jeffrey Epstein ditemukan tewas di sel penjara Manhattan pada 10 Agustus 2019. Kematiannya secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, meskipun hal ini memicu banyak teori konspirasi.

Siapa Jeffrey Epstein?

Jeffrey Epstein adalah seorang pemodal atau financier asal Amerika Serikat yang juga memiliki kasus kejahatan seksual yang dilakukan pada anak-anak perempuan dengan ratusan korban.

Editorial Team