Pexels.com/August de Richelieu
Lantas, kapan seorang istri berhak mendapat nafkah dan kapan hak nafkahnya gugur? Mengutip dari NU Online, syarat utama seorang istri berhak mendapat nafkah adalah pernikahan yang sah. Sebab, setelah akad nikah berlangsung, maka fokus perhatian istri beralih kepada suami.
Setelah menikah pun, istri harus taat kepada suami, tinggal serumah dengan suami, mengurus rumah tangga, hingga mengasuh dan mendidik anak bersama suami. Sebagai imbalannya, istri harus mendapatkan nafkah yang cukup dalam berumah tangga.
Pexels.com/Karolina Grabowska
Syekh Sayyid Sabiq menyebutkan ada lima syarat agar istri mendapatkan nafkah dari suami, yaitu:
- Suami dan istri terikat akad nikah yang sah
- Istri memasrahkan dirinya kepada suami
- Suami berkesempatan untuk bersenang-senang layaknya suami-istri
- Istri tidak menolak untuk dipindahkan ke tempat yang diinginkan suami
- Keadaan suami dan istri sudah normal secara seksual dan bukan anak di bawah umur
Jika syarat-syarat itu tidak terpenuhi, maka istri tidak berhak mendapatkan nafkah dari suami. Adapun soal besaran nafkah, itu semua dikembalikan kepada kemampuan suami dan kebutuhan istri.
Itulah penjelasan lengkap tentang syarat dan hak istri mendapatkan nafkah menurut Islam. Semoga kamu dan pasangan dapat saling bekerja sama dalam hal ini agar tercipta rumah tangga yang harmonis, ya.