Ibnu Jamil juga berpesan pada para suami di luar sana, untuk mengajak istrinya masuk ke dunianya. Ini berarti melibatkan atau mengajak pasangan untuk saling kenal dengan dunia masing-masing. Setiap orang punya “dunia” sendiri, entah itu hobi, passion, mimpi, atau rutinitas. Hubungan itu nggak cuma tentang berbagi rumah atau waktu, tapi juga berbagi bagian paling personal dari diri kita. Dengan mengenal dunia masing-masing dan saling melibatkan, keintiman kalian akan bertumbuh.
“Para suami apapun kalian punya hobi sesekali ajak istri masuk ke duniamu bukan supaya dia sehebat kamu, tapi supaya suatu hari nanti kenangan terbaikmu selalu ada dia di dalamnya,” katanya.
Ini juga bukan tentang punya hobi yang sama, tapi tentang mau hadir di hal-hal yang penting bagi pasangan. Mengajak pasangan ikut bukan berarti menuntut dia untuk punya level, kemampuan, atau passion yang sama persis. Dia nggak perlu “nyambung” sepenuhnya sama kamu, tapi bagaimana buat saling mengerti. Cinta yang sehat memberi ruang untuk belajar, bukan pressure untuk menyamai.
Kehadiran pasangan di setiap fase kehidupan, baik yang sulit atau senang adalah sebuah kenangan yang tak akan terlupakan. Oleh karena itu, biarlah semuanya menjadi sebuah cerita perjalanan cinta yang indah buat kalian. Pengalaman nggak selalu tentang hasil akhirnya, tapi siapa yang setia bersama saat menjalaninya.