Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenang Kisah Cinta Soekarno dan Ratna Sari Dewi, Berawal dari Jepang
Instagram.com/ratna_dewisoekarno
  • Ratna Sari Dewi Soekarno kembali ke Istana Merdeka untuk menghadiri perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
  • Hubungannya dengan Soekarno berawal dari pertemuan di Jepang pada 1959 dan berlanjut hingga pernikahan pada 1962.
  • Selama menjadi istri Soekarno, Dewi mendampingi agenda kenegaraan serta terlibat dalam kegiatan seni dan hubungan Indonesia-Jepang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
16 Juni 1959

Naoko Nemoto bertemu Soekarno ketika sang presiden melakukan kunjungan ke Jepang. Lokasi pertemuan pertama disebut dalam beberapa versi, yakni Akasaka's Copacabana atau Hotel Imperial.

14 September 1959

Naoko tiba di Jakarta setelah diundang Soekarno.

3 Maret 1962

Naoko Nemoto resmi menikah dengan Soekarno. Setelah memeluk agama Islam, ia mendapatkan nama Ratna Sari Dewi Soekarno.

1964

Dewi dipercaya menjadi Ketua Kehormatan Lembaga Persahabatan Indonesia-Jepang.

Maret 1967

Kartika Sari Dewi Soekarno lahir sebagai putri Soekarno dan Ratna Sari Dewi.

1970

Soekarno meninggal dunia. Setelah itu, Ratna Sari Dewi meninggalkan Indonesia.

2008

Ratna Sari Dewi kembali ke Jepang setelah sempat tinggal di beberapa negara.

17-8-2026

Ratna Sari Dewi menghadiri perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ratna Sari Dewi Soekarno menghadiri perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia dan kembali melihat kompleks Istana Merdeka.
  • Who?
    Ratna Sari Dewi Soekarno, yang dikenal sebagai istri keenam Presiden Soekarno.
  • Where?
    Istana Merdeka, Jakarta.
  • When?
    Senin (17-8-2026).
  • Why?
    Istana Merdeka menyimpan kenangan dalam perjalanan hidup Ratna Sari Dewi bersama Soekarno.
  • How?
    Ratna datang dari Jepang dan mengenakan kebaya putih saat menghadiri upacara kenegaraan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ratna Sari Dewi datang dari Jepang ke Istana Merdeka. Ia memakai kebaya putih saat upacara HUT ke-81 Republik Indonesia. Dulu, Ratna bernama Naoko dan menikah dengan Presiden Soekarno. Ia terkejut karena Istana Merdeka sekarang sudah banyak berubah. Tempat itu mengingatkannya pada saat ia bersama Soekarno.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kunjungan Ratna Sari Dewi ke Istana Merdeka menghadirkan kembali jejak hubungan Indonesia dan Jepang yang pernah ia jalani bersama Soekarno. Pengalamannya dalam kegiatan seni serta Lembaga Persahabatan Indonesia-Jepang menunjukkan bahwa perannya kala itu juga berkaitan dengan hubungan budaya kedua negara, di samping kehidupan rumah tangganya.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kehadiran Ratna Sari Dewi Soekarno dalam perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka pada Senin (17-8-2026), sukses mencuri perhatian. Datang dari Jepang, perempuan yang dikenal sebagai istri keenam Presiden Soekarno itu tampil anggun mengenakan kebaya putih saat menghadiri upacara kenegaraan.

Namun, kunjungan Ratna Sari Dewi kali ini terasa lebih spesial karena Istana Merdeka bukan sekadar tempat bersejarah bagi Indonesia. Kawasan tersebut juga menyimpan banyak kenangan dalam perjalanan hidupnya bersama Soekarno.

Bahkan, saat kembali melihat kompleks Istana setelah bertahun-tahun, Ratna mengaku cukup terkejut dengan banyaknya perubahan. Ia masih mengingat bagaimana dulu terdapat halaman besar di antara Istana Negara dan Istana Merdeka yang kini telah berubah.

Momen tersebut pun membuat publik kembali penasaran dengan kisah cinta Ratna Sari Dewi dan Soekarno yang bermula di Jepang pada akhir 1950-an. Seperti apa perjalanan hubungan keduanya? Berikut beberapa faktanya.

1. Kisah mereka bermula dari pertemuan di Tokyo

kepustakaan-presiden.perpusnas.go.id

Jauh sebelum dikenal sebagai Ratna Sari Dewi, ia memiliki nama Naoko Nemoto dan lahir di Tokyo, Jepang, pada 6 Februari 1940.

Pertemuannya dengan Soekarno terjadi pada 16 Juni 1959, ketika sang presiden sedang melakukan kunjungan ke Jepang. Menariknya, ada beberapa versi mengenai lokasi pertemuan pertama mereka. Salah satu sumber menyebut pertemuan itu terjadi di Akasaka's Copacabana, sementara versi lain yang lebih banyak dikisahkan menyebut Hotel Imperial.

Saat itu, Naoko masih berusia 19 tahun dan memiliki ketertarikan besar terhadap dunia seni. Hubungan yang awalnya dimulai dari sebuah perkenalan tersebut kemudian berkembang menjadi semakin dekat.

2. Naoko datang ke Indonesia setelah diundang Soekarno

Instagram.com/ratna_dewisoekarno

Setelah pertemuan di Jepang, hubungan keduanya berlanjut meski dipisahkan jarak. Soekarno kemudian mengundang Naoko untuk datang ke Indonesia.

Naoko tiba di Jakarta pada 14 September 1959. Kedekatan keduanya pun semakin serius hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menikah beberapa tahun kemudian.

3. Mereka menikah pada 1962 dan Naoko menjadi Ratna Sari Dewi

Instagram.com/ratna_dewisoekarno

Pada 3 Maret 1962, Naoko Nemoto resmi menikah dengan Soekarno. Setelah memeluk agama Islam, ia kemudian mendapatkan nama Ratna Sari Dewi Soekarno dari suaminya tersebut.

Sejak saat itu, Dewi mendampingi Soekarno dalam berbagai kesempatan kenegaraan. Gaya berbusananya yang modern juga membuat sosoknya cukup mencuri perhatian ketika tampil bersama sang presiden dalam sejumlah agenda.

4. Bukan hanya menjadi istri, Dewi juga punya peran di sisi Soekarno

Instagram.com/ratna_dewisoekarno

Hubungan Ratna Sari Dewi dan Soekarno ternyata tidak hanya menarik jika dilihat dari sisi romantisnya. Selama menjadi istri presiden, Dewi juga terlibat dalam sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan seni dan hubungan Indonesia-Jepang.

Pada 1964, misalnya, ia dipercaya menjadi Ketua Kehormatan Lembaga Persahabatan Indonesia-Jepang. Ia juga disebut memiliki kemampuan negosiasi yang kemudian dimanfaatkan dalam sejumlah kepentingan budaya dan hubungan kedua negara.

5. Dari pernikahan mereka lahir seorang putri

Instagram.com/ratna_dewisoekarno

Kehidupan rumah tangga Soekarno dan Ratna Sari Dewi kemudian semakin lengkap dengan kelahiran putri mereka, Kartika Sari Dewi Soekarno, pada Maret 1967.

Sayangnya, kebersamaan mereka tidak berlangsung panjang. Soekarno meninggal dunia pada 1970. Setelah itu, Ratna Sari Dewi meninggalkan Indonesia dan sempat tinggal di beberapa negara sebelum akhirnya kembali ke Jepang pada 2008.

Puluhan tahun berlalu, Ratna kembali menginjakkan kaki di Istana Merdeka. Tempat yang kini telah banyak berubah itu seolah membawanya kembali pada masa ketika ia masih mendampingi Soekarno.

Bagi publik, kehadirannya mungkin menjadi salah satu momen menarik dalam perayaan HUT RI ke-81. Namun bagi Ratna Sari Dewi sendiri, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk kembali melihat tempat yang pernah menyimpan bagian penting dari perjalanan hidupnya bersama sang presiden.

Curated For You

Editorial Team

Related Article