Love bombing merupakan taktik manipulasi dalam hubungan yang termasuk ke dalam tanda bahaya yang patut diwaspadai. Sikap ini ditunjukkan pelaku dengan memberi perhatian berlebihan kepada korban di fase awal hubungan. Walaupun pelaku tampak seolah tergila-gila dengan korbannya, tapi sebenarnya tindakan yang dilakukan bertujuan untuk memanipulasi dan mendapatkan kontrol atas diri korban.
Umumnya, fase love bombing terbagi menjadi tiga bagian. Pertama pelaku menghujani korban dengan kasih sayang untuk mendapatkan kepercayaan. Setelahnya, pelaku mulai menunjukkan motif mereka yang sesungguhnya, seperti mengisolasi korban dari orang-orang terdekat, mengontrol, atau yang terburuk sampai menunjukkan sikap intimidatif dan tindakan kekerasan. Kemudian, barulah pelaku tiba-tiba menarik diri, bersikap abai, dan menghilang alias ghosting.
Korban dari perilaku love bombing pun rentan mengalami kebingungan atas sikap pelaku, perasaan terisolasi dan tidak berdaya, turunnya harga diri, hingga masalah kesehatan mental serius, seperti depresi dan kecemasan. Oleh karenanya, penting untuk mengetahui tanda love bombing dalam hubungan agar terhindar dari perilaku toxic si pelaku.
Berikut Popbela rangkum tanda-tanda love bombing dalam hubungan yang penting untuk diketahui. Keep scrolling!
