Dalam sebuah hubungan, cinta saja tidak selalu cukup untuk menjaga semuanya tetap berjalan sehat. Ada kalanya masalah bukan soal kurangnya perasaan, melainkan tentang bagaimana kekuatan dan kendali dibagi di antara dua orang. Ketika salah satu pihak merasa lebih dominan atau sebaliknya merasa tidak berdaya, hubungan bisa perlahan kehilangan keseimbangannya.
Hal tersebut biasa disebut power imbalance, yang sering kali tidak disadari sejak awal. Situasi ini muncul lewat pertengkaran yang tak pernah selesai, rasa frustrasi yang terus menumpuk, hingga jarak emosional yang makin terasa. Jika dibiarkan, dinamika ini dapat menggerus rasa saling menghargai dan membuat kedua belah pihak sama-sama terluka. Lalu, seperti apa tanda hubungan mengalami power imbalance dan bagaimana cara mengatasinya?
