Dalam hubungan, setiap orang punya cara berbeda untuk mencintai atau dicintai. Dulu, konsep love language semakin populer setelah diperkenalkan oleh Gary Chapman lewat bukunya The Five Love Languages: The Secret to Love that Lasts. Lima bahasa cinta seperti quality time, acts of service, words of affirmation, gift giving, dan physical touch pun jadi akrab di telinga banyak orang.
Kini, pembahasan soal love language kembali berkembang. Mengutip dari sejumlah pakar hubungan dari laman The New York Times, mereka memperkenalkan lima “bahasa cinta tidak resmi” yang ternyata terasa relevan dengan dinamika hubungan modern.
Kehadiran istilah-istilah baru ini bukan untuk membuat cinta terasa rumit, melainkan membantu kita memahami kebutuhan emosional pasangan dengan lebih jelas. Lantas, apa saja love language tidak resmi yang mungkin tanpa sadar sudah kamu rasakan? Yuk, simak!
