Saat bahas batasan dalam toxic relationship, Dinda Kirana bercerita kalau dirinya pernah berada dalam hubungan beracun selama 4 tahun sampai akhirnya sadar. Ia punya alasan tersendiri mengapa akhirnya bisa terjebak di situasi tersebut.
“Banyak banget sih dan setiap orang tuh beda-beda. Dulu tuh aku sempat stay di toxic relationship 4 tahun dan aku kayak baru nyadar ‘oh iya toxic sih’,” ceritanya.
Awalnya, ia berpikir bisa mengubah dan memperbaiki pasangannya, tapi ternyata nggak. Ia pun menyadari kalau hal tersebut justru jadi toxic untuk dirinya sendiri. Kini, ia belajar untuk juga memikirkan dirinya atau perasaannya dalam sebuah hubungan.
“Mungkin dulu tuh ada perasaan seperti aku bisa fix orang ini. Itu ternyata kita toxic sama diri kita sendiri, tapi kita nggak sadar gitu lho. Jadi, itu yang kamu nggak sadar merusak dirimu sendiri. Kamu mau coba menyelamatkan orang lain, tapi kamu nggak selamatkan diri sendiri. Itu toxic lho,” kata Dinda.
“Kalau aku ngomong gitu (memikirkan diri sendiri) nanti ada yang bilang ‘kamu egois banget’, ‘kamu cuma mikirin diri sendiri’. Terus, kalau misalkan kita merasa nggak nyaman dan kita butuh step back dulu, dibilang avoidance,” tambahnya tentang serba salah seseorang dalam menjalin hubungan di era saat ini.
Haico juga menyetujui kalau dalam sebuah hubungan itu, kamu harus menempatkan diri sebagai yang utama. Dengan begitu, kamu tahu apakah ini hubungan yang baik atau nggak. Dinda pun menambahkan untuk melihat apakah selama menjalin hubungan kalian semakin bertumbuh atau justru malah mundur. Kalau bikin kamu nggak bertumbuh, jangan ragu untuk melepaskannya.
“Tapi, aku pikir, kamu harus menempatkan diri kamu jadi yang utama dulu,” timpal Haico yang menekankan pentingnya diri sendiri juga dalam sebuah hubungan.
“Lihat kalau menjalin hubungan sama orang ini jadi lebih baik, ya berarti ada growth. Kamu sama dia jadi bertumbuh gitu. Tapi kalau malah jadi sebaliknya, lebih baik tinggalin aja,” ujar Dinda.