Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
6 Cara Atasi Putus Cinta di Usia 30-an, Beri Waktu untuk Berduka
Unsplash.com/Aleksandra Sapozhnikova
  • Artikel membahas tantangan emosional saat mengalami putus cinta di usia 30-an dan pentingnya memberi ruang untuk berduka serta menerima kenyataan dengan bijak.
  • Ditekankan perlunya waktu untuk penyembuhan diri, menghargai keinginan pribadi, serta memahami bahwa setiap orang memiliki jalur hidup berbeda tanpa perlu merasa tertinggal.
  • Pembaca diajak melihat sisi positif setelah patah hati, termasuk peluang baru dalam hubungan dan kehidupan yang tetap terbuka di usia 30-an ke atas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mengalami putus cinta di usia 30-an bisa jadi terasa begitu berat bagi sebagian orang. Sebab, banyak yang menilai bahwa rentang usia ini merupakan fase yang ‘sempurna’ untuk meresmikan hubungan asmara di jenjang yang lebih serius dan membangun keluarga. 

Tapi, justru beberapa orang mesti mengalami patah hati di usia 30-an, bahkan setelah menjalin asmara selama bertahun-tahun. Bukannya berlabuh di pelaminan, mereka seolah harus harus kembali ke titik nol lagi. 

Dalam situasi ini, tentu penting memahami cara mengatasi putus cinta di rentang usia ‘matang’ ini untuk kembali merasa berdaya dan optimis. Jika kamu salah satu yang sedang berjuang memulihkan diri dari patah hati, berikut Popbela bagikan 6 cara atasi putus cinta di usia 30-an, melansir Just Therapy LBC. Gulir terus!

1. Beri kesempatan diri untuk berduka

Magnific.com/freepik

Mengalami putus cinta di usia 30-an tentu bukanlah sebuah hal yang mudah. Itulah mengapa, merasa berduka atas situasi yang kamu hadapi adalah hal yang sangat wajar. Berikan ruang bagi dirimu berduka atas impian yang mungkin kamu harapkan, seperti adanya pernikahan, memiliki anak, maupun rencana liburan yang menyenangkan bersama pasangan.

Kendati begitu, ingatlah untuk tidak meratapinya secara terus-menerus. Meski kenyataan nggak sesuai dengan impian yang kamu miliki, tapi bisa jadi mimpimu akan terwujud dengan cara yang lain, dan bahkan lebih indah dari yang kamu bayangkan.

2. Yakini bahwa kamu tidak membuang waktu

Unsplash.com/Anthony Tran

Menghabiskan waktu kebersamaan dengan seseorang yang disangka menjadi ‘pelabuhan’ terakhir mungkin bisa membuatmu merasa gagal, atau bahkan bak membuang waktu. Tapi kenyataannya, kamu nggak pernah membuang waktu sama sekali, justru kamu memberi kesempatan untuk belajar dan tumbuh dari kejadian pahit tersebut. 

Sehingga, apabila cinta menyapamu lagi di lain kesempatan, kamu tidak akan memulainya dari nol lagi, melainkan dari pengalaman yang sangat berharga.

3. Beri waktu untuk menyembuhkan diri agar tidak salah mengambil keputusan di masa depan

Unsplash.com/Dima Kapralov

Setelah putus cinta, kamu mungkin dihadapkan dengan keraguan dan ketakutan ketika berusaha membuka diri di masa depan. Seperti apakah orang tersebut benar-benar baik untukmu, atau apakah dia akan menyakitimu seperti mantan di masa lalu. Tak ayal, situasi ini membuatmu jadi kurang jernih dalam menilai situasi.

Itu sebabnya, penting agar kamu benar-benar memberi waktu yang cukup untuk memulihkan diri, supaya kamu tak hanya memilih pasangan atas dasar kepercayaan diri saja, melainkan juga bisa menilai secara adil sosok yang layak untuk kamu terima di masa depan.

4. Hargai keinginan yang kamu miliki

Magnific.com/freepik

Satu hal yang penting dalam mengatasi putus cinta di usia yang cukup matang ialah dengan menghargai keinginan yang kamu miliki. Seperti mendambakan pasangan, anak-anak, stabilitas, maupun komitmen dalam hubungan. Ini bukanlah bentuk keputusasaan, melainkan sisi manusiawi yang dimiliki setiap orang, termasuk denganmu juga.

Percayalah bahwa menginginkan koneksi atau mempunyai mimpi jadi orang tua bukanlah hal yang memalukan. Jadi, penting untuk memvalidasi keinginanmu ini, alih-alih menutupinya.

Dengan merangkul keinginan yang kamu miliki, proses move on pun akan berjalan lebih baik.

5. Sadari bahwa kamu nggak tertinggal

Magnific.com/wavebreakmedia_micro

Di usia 30-an, kamu mungkin melihat seolah banyak orang di sekitarmu sudah menikah, atau mengumumkan kelahiran anaknya. Tapi, sadari bahwa kamu sudah berada di jalur hidup yang tepat dan tidak tertinggal dari siapapun. Sebab, jalan hidup setiap orang sangatlah unik dan berbeda antara satu sama lain.

Bisa jadi, jalan hidupmu saat ini adalah tentang meningkatkan harga diri dan kesehatan emosional. Sehingga di masa depan, kamu bisa dengan mudah menarik hubungan yang sehat bagimu.

Walaupun saat ini bisa terasa sulit dipercaya, tapi lambat laun, kamu akan sadar kalau kamu sudah ada di ‘tempat’ yang seharusnya.

6. Temukan kemungkinan positif di luar sana

Magnific.com/benzoix

Banyak orang yang berpikir secara keliru bahwa seseorang tidak punya kesempatan untuk memulai semuanya dari awal, termasuk hubungan asmara di usia 30-an. Padahal, kemungkinan semacam ini sangatlah terbuka lebar di luar sana. Bahkan, sebenarnya banyak perempuan yang baru bertemu jodohnya di usia 30-an, 40-an, dan seterusnya. Hanya saja, kamu mungkin belum banyak terpapar informasi mengenai hal tersebut.

Maka dari itu, temukan berbagai kemungkinan positif di luar sana yang tidak hanya membuatmu merasa optimis, melainkan juga tidak sendiri dalam menjalani fase kehidupanmu saat ini.

Itulah beberapa cara atasi putus cinta di usia 30-an yang bisa kamu lakukan. Semoga bermanfaat, Bela!

FAQ seputar cara atasi putus cinta di usia 30-an

Mengapa putus cinta di usia 30-an terasa sangat menyakitkan?

Sebab usia 30-an sering kali dikaitkan usia yang matang untuk menikah, sehingga putus cinta kerap dimaknai secara keliru sebagai sebuah kegagalan.

Apakah putus cinta di usia 30-an adalah akhir dari segalanya?

Tidak. Putus cinta di usia 30-an justru memberi pelajaran berharga agar kamu bisa menarik hubungan yang berkualitas di masa depan.

Apakah ada kemungkinan untuk bertemu dengan jodoh di usia 30-an?

Ya. Kemungkinan bertemu jodoh di usia 30-an, 40-an, dan seterusnya sangat terbuka lebar bagi siapapun.

Editorial Team

Related Article