Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
UEA Tanggung Biaya Akomodasi dan Konsumsi 20 Ribu Wisatawan Imbas Konflik Regional
Uni Emirat Arab. (pexels.com/Suji Su)
  • Pemerintah UEA menanggung biaya akomodasi dan konsumsi lebih dari 20 ribu wisatawan yang tertahan akibat penutupan wilayah udara imbas eskalasi konflik di Timur Tengah.

  • Hotel di Dubai dan Abu Dhabi diminta memperpanjang masa inap tamu tanpa biaya tambahan, sementara maskapai seperti Emirates dan Etihad menghentikan sebagian operasionalnya secara sementara.

  • UEA juga menjamin perpanjangan visa otomatis bagi turis terdampak serta membuka hotline multibahasa untuk informasi penerbangan, mendapat dukungan positif dari sektor swasta dan wisatawan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Uni Emirat Arab menanggung biaya akomodasi dan konsumsi lebih dari 20 ribu wisatawan yang tertahan akibat pembatalan penerbangan menyusul penutupan wilayah udara karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
  • Who?
    Pemerintah UEA melalui General Civil Aviation Authority, Department of Culture and Tourism Abu Dhabi, serta Dubai Department of Economy and Tourism menangani wisatawan terdampak bersama maskapai Emirates dan Etihad Airways.
  • Where?
    Kebijakan diterapkan di kota Dubai dan Abu Dhabi, termasuk bandara utama seperti Dubai International Airport dan Zayed International Airport yang menghentikan operasional sementara.
  • When?
    Tindakan diumumkan pada Minggu, 1 Maret, setelah surat edaran dikeluarkan pada 28 Februari. Penangguhan penerbangan berlangsung dalam beberapa hari terakhir hingga situasi dinilai aman kembali.
  • Why?
    Kebijakan ini diambil untuk melindungi wisatawan yang tidak dapat pulang akibat penutupan wilayah udara menyusul eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang meningkatkan risiko keamanan penerbangan.
  • How?
    Pemerintah menanggung biaya hotel dan konsumsi wisatawan, memperpanjang masa inap otomatis melalui koordinasi dengan hotel, memberikan perpanjangan visa tanpa denda, serta menyediakan hotline multibahasa untuk informasi perjalanan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah membawa dampak langsung pada industri perjalanan global. Setelah serangan Iran yang memicu eskalasi dengan Amerika Serikat dan Israel, sejumlah negara di Teluk menutup wilayah udaranya secara mendadak. Uni Emirat Arab termasuk yang terdampak, membuat ribuan penerbangan dibatalkan dan dijadwalkan ulang dalam waktu singkat.

Akibat situasi tersebut, lebih dari 20 ribu wisatawan yang tengah berada di Dubai dan Abu Dhabi harus tertahan. Banyak di antara mereka sudah mencapai tanggal check out hotel, sementara jadwal penerbangan pulang belum jelas. Untuk merespons kondisi ini, pemerintah UEA mengambil langkah cepat dengan menjamin seluruh biaya akomodasi dan konsumsi wisatawan yang terdampak hingga situasi kembali normal.

Pemerintah tanggung seluruh biaya akomodasi

Dubai International Airport. (pixabay.com/mmemeiyo)

Melalui pernyataan resmi pada Minggu (1/3), General Civil Aviation Authority atau GCAA mengumumkan bahwa negara akan menanggung seluruh biaya jamuan dan akomodasi bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan, serta memastikan layanan esensial tetap tersedia selama periode penyesuaian operasional.

Menurut Euronews, otoritas memperkirakan sekitar 20.200 penumpang terdampak pembatalan atau penjadwalan ulang penerbangan dalam beberapa hari terakhir. Mereka diberikan akomodasi sementara, lengkap dengan makanan dan minuman, serta difasilitasi proses pemesanan ulang tiket sesuai rencana operasional yang telah disetujui.

Instruksi resmi untuk hotel di Abu Dhabi dan Dubai

ilustrasi Dubai, Uni Emirat Arab. (pexels.com/Max Avans)

Langkah konkret juga datang dari Department of Culture and Tourism – Abu Dhabi yang mengirimkan surat edaran dengan nomor DCT-LRCD-560-2026 kepada manajemen hotel di Abu Dhabi pada 28 Februari lalu.

Dalam surat tersebut tertulis, “Mengingat situasi saat ini dan karena beberapa tamu telah mencapai tanggal check out, namun tidak dapat bepergian karena alasan di luar kendali mereka, Anda diminta untuk memperpanjang masa tinggal mereka hingga mereka dapat (kembali) berangkat.”

Surat itu juga menegaskan bahwa biaya perpanjangan masa tinggal akan ditanggung oleh DCT Abu Dhabi.

Di Dubai, kebijakan serupa diterapkan oleh Dubai Department of Economy and Tourism. Hotel diminta memperpanjang masa inap tamu dengan kondisi yang sama seperti pemesanan awal. Jika ada tamu yang tidak mampu membayar perpanjangan sementara, pihak hotel diminta melapor kepada Dubai DET untuk proses penjaminan biaya.

Bandara dan maskapai hentikan operasional sementara

Pesawat Emirates yang sedang parkir di Dubai International Airport. (unsplash.com/Alireza Akhlaghi)

Sejumlah bandara utama UEA menghentikan operasional sementara, termasuk Dubai International Airport dan Zayed International Airport. Penangguhan ini terjadi setelah aktivitas rudal dan drone di kawasan meningkatkan risiko keamanan penerbangan.

Maskapai nasional seperti Emirates dan Etihad Airways turut menghentikan sebagian besar operasionalnya hingga waktu yang ditentukan. Penumpang dengan tiket terdampak diberikan opsi rebooking gratis atau refund penuh sesuai kebijakan masing-masing maskapai.

Koordinasi antara bandara dan maskapai terus berlangsung untuk memantau status penerbangan dan mempercepat proses penjadwalan ulang. Pihak mereka juga menyatakan bahwa pembukaan kembali operasional akan dilakukan secara bertahap dan terorganisir setelah kondisi dinilai aman.

Jaminan visa dan stabilitas hukum

Uni Emirat Arab (Pexels.com/Mikhail Nilov)

Selain menjamin biaya hotel dan konsumsi, pemerintah UEA juga memastikan tidak ada sanksi overstay bagi wisatawan yang masa visanya habis selama penutupan wilayah udara berlangsung. Sistem imigrasi diperbarui untuk memberikan perpanjangan otomatis bagi turis terdampak, sehingga mereka tidak dikenakan denda administratif.

Hotline multibahasa juga disiapkan untuk membantu wisatawan mendapatkan informasi terbaru mengenai status penerbangan dan dokumen perjalanan secara efisien.

Respons positif dan dukungan sektor swasta

Ilustrasi Uni Emirat Arab. (Freepik.com/vwalakte)

Langkah cepat pemerintah UEA mendapat respons positif dari wisatawan maupun pelaku industri. Beberapa perusahaan swasta turut menawarkan bantuan tambahan. Sejumlah penyedia akomodasi jangka pendek di Dubai membuka unit apartemen secara gratis bagi keluarga dan lansia yang terdampak.

Salah satu pendiri perusahaan penyewaan properti di Dubai mengatakan bahwa banyak wisatawan membutuhkan lebih dari sekadar tempat tinggal sementara. “Yang dibutuhkan orang bukan hanya atap untuk bermalam. Mereka membutuhkan kepastian, informasi yang jelas, dan keyakinan bahwa ada pihak yang menjaga mereka,” ujarnya, dikutip dari The National.

Dukungan ini memperkuat citra UEA sebagai pusat transit dan destinasi global yang mampu mengelola krisis secara cepat dan terstruktur.

GCAA mengimbau seluruh penumpang untuk mengikuti pembaruan informasi melalui saluran yang resmi serta menghubungi maskapai masing-masing secara langsung sebelum menuju bandara. Wisatawan juga disarankan tetap berada di penginapan hingga jadwal penerbangan baru benar-benar terkonfirmasi.

Editorial Team

EditorAyu Utami