Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ARTOTEL Thamrin X Mahendra Nazar Hadirkan Pemeran Formidable Sequences
Popbela.com/NatashaCecil
  • Pameran solo Mahendra Nazar bertajuk Formidable Sequences digelar di ARTOTEL Thamrin dari 26 Juni hingga 30 September 2026, menampilkan 16 karya orisinal dengan karakter utama ZZ the Clumsy.
  • Karakter ZZ the Clumsy menjadi simbol sisi playful dalam diri manusia dewasa, berevolusi sejak 2010 dan terinspirasi dari pop culture, komik, serta konsep liminal space.
  • Mahendra Nazar memandang seni sebagai creative playground yang tumbuh lewat dukungan komunitas dan ruang alternatif, bukan sekadar tempat fisik besar untuk berkarya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di kuartal ketiga tahun ini, ARTOTEL Thamrin kembali memamerkan karya-karya unik dari seniman lokal. Kali ini, ada solo exhibition dari Mahendra Nazar yang menghiasi Artspace ARTOTEL Thamrin. Bertema Formidable Sequences, pameran ini berlangsung sejak tanggal 26 Juni 2026 hingga 30 September 2026 mendatang. 

Di showcase kali ini, Mahendra Nazar menampilkan 16 karya yang sekaligus jadi pameran pertama sosok ZZ the Clumsy, salah satu karakter dari karya seninya. Simak lebih lengkapnya berikut ini!

Hadirkan karakter ZZ the Clumsy yang menemani perjalanannya

Popbela.com/NatashaCecil

Pameran Formidable Sequences karya @mahendranazar mengajak pengunjung untuk meluangkan waktu, mengamati, dan merasakan setiap karya melampaui apa yang terlihat sekilas. Pameran ini berpusat pada ZZ the Clumsy, sebuah karakter yang telah menemani Mahendra Nazar sepanjang sebagian besar perjalanan visualnya. 

Muncul dalam berbagai gambar, grafis, dan cetakan selama bertahun-tahun, ZZ menjadi salah satu kehadiran yang paling lama bertahan dan paling mudah dikenali dalam karya-karyanya. Saat melihat karakter satu ini, kamu mungkin akan terasa dekat atau familiar dengannya. Berawal dari wajahnya yang ikonik, karakter ini terus berevolusi melalui berbagai bentuk, interpretasi, dan eksperimen.


16 karya asli dengan berbagai media

Popbela.com/NatashaCecil

Di showcase kali ini, Mahendra Nazar mempersembahkan 16 karya asli yang ia buat di tahun ini. Beberapa di antaranya pernah dipamerkan dalam pameran sebelumnya, bersama serangkaian karya digital yang telah diolah ulang menjadi cetakan. Tiga karya utama di pameran ini bertindak sebagai pusat, sementara karya lainnya merupakan bentuk eksplorasi ZZ. 

Karakter ZZ sendiri telah diaplikasikan ke berbagai macam medium, mulai dari kanvas, panel kayu, digital, cetak, hingga turun ke produk merchandise seperti stiker, baju, dan mainan figur karet (rubber/gashapon toys). Untuk pameran ini, beberapa karya merupakan hasil rework dari karya yang sebelumnya dirilis dalam format digital NFT. Kedepannya, Mahendra mengaku ingin lebih dalam mengejar eksplorasi media cat akrilik di atas kanvas.

Karakter ZZ yang playful

Popbela.com/NatashaCecil

Bentukan awal karakter orang berjenggot ini sebenarnya sudah ada sejak 2010. Karakter ini baru diberi nama ZZ pada tahun 2015, dan bentuk visualnya terus berevolusi pada masa pandemi sekitar tahun 2020 hingga mencapai bentuk form kepala yang ajek seperti sekarang sejak tahun 2022–2023. 

ZZ the Clumsy adalah simbol dari sifat playfulness atau sisi bermain yang menyenangkan. Karakter ini secara literal digambarkan seperti anak kecil tetapi memiliki jenggot. Filosofinya adalah bahwa di dalam tubuh setiap orang yang beranjak dewasa, selalu ada sisi playfulness yang tetap dijaga.

Terinspirasi dari pop art dan liminal space

Popbela.com/NatashaCecil

Visual ZZ banyak terpengaruh oleh kecintaan Mahendra pada pop culture, komik, kartun masa kecil, kotak, dan mainan. Ia melakukan teknik apropriasi atau meminjam bentukan dari karakter seniman besar lalu meleburnya dengan ZZ, seperti karakter Hellboy dan kartun Wally Gator.

Salah satu karya teranyar dan menjadi favorit Mahendra dalam pameran ini berjudul Liminal. Karya ini terinspirasi dari konsep ruang kosong atau absurditas dalam film atau tayangan fiksi ilmiah Backrooms yang kemudian dikombinasikan dengan sosok ZZ.

Seni jadi creative playground Mahendra Nazar

Popbela.com/NatashaCecil

Dalam bincang-bincang bersama POPBELA secara eksklusif, Mahendra Nazar mengungkap role model atau idolanya dalam berkarya. Seniman visual yang menjadi panutan besarnya adalah pasangan suami istri asal San Francisco, yaitu Barry McGee dan Margaret Kilgallen. Ia sangat mengagumi bagaimana pasangan tersebut dalam mendokumentasi proses berkarya, cara memperlakukan karya, serta bagaimana visual dan jalan hidup mereka saling terjalin. 

Ia juga berbagi pandangan tentang makna creative playground (ruang bermain kreatif). Baginya, creative playground tidak melulu berbicara tentang ruang fisik yang besar, melainkan tentang support system dan komunitas. Ruang alternatif atau galeri kecil bisa menjadi creative playground yang berkembang pesat jika elemen orang-orang di dalamnya menjalankan perannya masing-masing dengan baik untuk saling mendukung eksplorasi seni, bukan malah membuat pengkaryanya menjadi stagnan. 

Tertarik untuk berkunjung?

Curated For You

Editorial Team

Related Article