Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
expedia.ca
expedia.ca

Intinya sih...

  • Pietermaritzburg, Afrika Selatan memiliki indeks kriminalitas di atas 82, dengan kejahatan kekerasan seperti perampokan bersenjata dan pembunuhan.

  • Pretoria, Afrika Selatan memiliki indeks kriminalitas 81,9 dengan kejahatan kekerasan seperti perampokan bersenjata dan pemerkosaan yang masih marak terjadi.

  • Johannesburg, Afrika Selatan menjadi pusat kejahatan kekerasan dengan indeks kriminalitas sekitar 80,8, terutama zona rawan penculikan dan aktivitas geng kriminal.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Di balik gemerlap gedung tinggi, pantai eksotis, dan statusnya sebagai pusat ekonomi atau pemerintahan, beberapa kota di dunia justru menyimpan sisi gelap yang tak bisa diabaikan. 

Memasuki tahun 2026, laporan kriminalitas global menunjukkan bahwa tingkat kejahatan di sejumlah kota justru meningkat drastis. Hal ini dipicu oleh ketimpangan ekonomi, lemahnya penegakan hukum, hingga konflik sosial yang berkepanjangan. 

Dari Afrika Selatan hingga Venezuela, berikut tujuh kota paling berbahaya di dunia tahun 2025 yang dikenal memiliki risiko keamanan ekstrem bagi warganya maupun wisatawan. Di mana saja? Simak melalui artikel ini ya, Bela.

1. Pietermaritzburg, Afrika Selatan

petitfute.co.uk

Pietermaritzburg menduduki posisi teratas sebagai kota paling berbahaya di dunia memasuki akhir 2025. Kota yang berada di provinsi KwaZulu-Natal ini mencatat indeks kriminalitas di atas 82, angka yang masuk kategori sangat tinggi secara global.

Kejahatan kekerasan seperti perampokan bersenjata, pembajakan mobil, invasi rumah, hingga pembunuhan menjadi bagian dari keseharian di sejumlah wilayah kota. Faktor sosial ekonomi juga berperan besar dalam situasi ini. Tingginya angka pengangguran, kemiskinan, serta ketimpangan pendapatan mendorong sebagian masyarakat terjerumus ke dunia kriminal.

Masalah tersebut semakin kompleks dengan penegakan hukum yang lemah, minimnya layanan publik, hingga maraknya aktivitas geng dan perdagangan narkoba. Di beberapa komunitas, kekerasan bahkan telah dinormalisasikan sebagai cara menyelesaikan konflik.

2. Pretoria, Afrika Selatan

expedia.co.id

Sebagai ibu kota administratif Afrika Selatan, Pretoria menyimpan ironi besar. Di balik statusnya sebagai pusat pemerintahan, kota ini memiliki indeks kriminalitas 81,9, menjadikannya salah satu kota paling berbahaya di dunia pada tahun 2025.

Kejahatan kekerasan seperti perampokan bersenjata, pemerkosaan, pembunuhan, hingga penculikan masih marak terjadi. Di Provinsi Gauteng, tempat Pretoria berada menyumbang lebih dari separuh kasus penculikan nasional Afrika Selatan di tahun 2025.

Wisatawan kerap menjadi target empuk, terutama di bandara, stasiun, dan pusat kota. Modus kejahatan pun beragam, mulai dari penipuan bantuan palsu, pembajakan mobil, hingga penjahat yang menyamar sebagai aparat.

3. Johannesburg, Afrika Selatan

unsplash.com/Getty Images

Johannesburg telah lama disebut sebagai kota dengan tingkat kriminalitas tertinggi, dan kondisi ini belum membaik hingga akhir tahun 2025. Dengan indeks kriminalitas sekitar 80,8, kota ini menjadi pusat kejahatan kekerasan di Afrika Selatan.

Johannesburg juga dikenal sebagai zona rawan penculikan, dengan banyak kantor polisi mencatat laporan kasus tertinggi di negara tersebut. Kejahatan seperti carjacking, perampokan bersenjata, dan invasi rumah sering melibatkan senjata api, baik legal maupun ilegal.

Ketimpangan sosial yang ekstrem—ditambah tingginya pengangguran pasca-pandemi, memperkeruh situasi. Kawasan seperti Hillbrow dan pusat bisnis kota dipenuhi bangunan terbengkalai yang dikuasai geng kriminal dan sindikat narkoba. Minimnya penerangan jalan dan matinya lampu lalu lintas turut menciptakan celah bagi kejahatan jalanan.

4. Durban, Afrika Selatan

kayak.com

Durban adalah kota pelabuhan sekaligus destinasi wisata pantai ini menyimpan risiko keamanan yang tinggi. Hingga akhir tahun 2025, kota Durban mencatat indeks kriminalitas sekitar 80,5, menempatkannya dalam jajaran kota paling berbahaya di Afrika Selatan.

Tingkat pembunuhan di Durban tergolong ekstrem , terhitung sekitar 65 kasus per 100.000 penduduk. Tindak kekerasan dipicu oleh perang wilayah antar kelompok taksi, pembunuhan politik, dan aktivitas geng. 

Sebagai kota pelabuhan besar, Durban juga menjadi jalur utama perdagangan narkoba internasional, yang memperkuat cengkraman sindikat kriminal. Area wisata seperti Golden Mile tak luput dari ancaman, terutama pada malam hari. Sementara itu, wilayah townships seperti uMlazi dan Inanda dikenal memiliki tingkat kekerasan tertinggi.

5. San Pedro Sula, Honduras

pelago.com

San Pedro Sula masih ditetapkan sebagai salah satu kota paling berbahaya di dunia hingga awal tahun 2026. Kota ini lama dijuluki “ibu kota pembunuhan dunia”, yang didorong oleh kekerasan geng dan perdagangan narkoba.

Terdapat dua geng besar, MS-13 dan Barrio 18 yang menguasai wilayah kota melalui pemerasan massal, pembunuhan, dan intimidasi terhadap warga serta pelaku usaha. Lebih dari 80% kasus pembunuhan melibatkan senjata api, menunjukkan betapa brutalnya konflik bersenjata di wilayah ini.

Letak strategis San Pedro Sula juga terkenal sebagai jalur transit kokain menuju Amerika Serikat menjadikannya arena perebutan kekuasaan kartel narkoba. Lemahnya penegakan hukum dan korupsi aparat membuat situasi semakin sulit dikendalikan.

6. Port Moresby, Papua Nugini

statemag.state.gov

Port Moresby menjadi representasi kota dengan tingkat ketidakamanan berbahaya di kawasan Pasifik. Memasuki 2026, ibu kota Papua Nugini ini mencatat indeks kriminalitas sekitar 81,2.

Ancaman utama datang dari geng jalanan yang dikenal sebagai Raskols, yang terlibat dalam perampokan bersenjata, pemerkosaan, penculikan, hingga pembunuhan. Ketidakstabilan sipil juga menjadi masalah serius. Kerusuhan besar akibat mogok aparat pada tahun 2024 menjadi bukti rapuhnya keamanan kota ini.

Kepolisian nasional juga kekurangan sumber daya, dengan rasio polisi yang jauh di bawah standar internasional. Bahkan, wisatawan kerap menjadi sasaran carjacking dan perampokan di ATM, sering kali para pelaku menggunakan parang atau senjata api. Pemerintah internasional pun telah menetapkan tingkat kewaspadaan tinggi bagi siapa pun yang berada di kota ini.

7. Caracas, Venezuela

wikipedia.org

Terakhir, ada Caracas yang selalu termasuk dalam daftar kota paling berbahaya di dunia hingga akhir 2025. Dengan indeks keamanan hanya sekitar 18,6, ibu kota Venezuela ini mencerminkan krisis multidimensi yang berkepanjangan.

Tingkat pembunuhan di Caracas pernah menembus lebih dari 130 kasus per 100.000 penduduk, menjadikannya salah satu yang tertinggi secara global. Krisis ekonomi kronis, hiperinflasi, dan runtuhnya sistem sosial memaksa banyak warga beralih ke kriminalitas demi bertahan hidup.

Kejahatan jalanan, penculikan, pembiusan korban, hingga pembajakan kendaraan menjadi ancaman nyata. Bahkan, beberapa wilayahnya dikuasai geng kriminal dan kelompok bersenjata, sementara korupsi dan lemahnya institusi hukum membuat pelaku kejahatan jarang tersentuh hukum. Tak mengherankan jika banyak negara menetapkan status “Do Not Travel” untuk Venezuela.

Itulah 7 kota paling berbahaya di dunia tahun 2025. Semoga tahun 2026 ada pembenahan di kota-kota tersebut, ya, Bela.

Editorial Team

EditorAyu Utami