Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Menyelami Cinta dan Imajinasi di Balik 'j.', Album Solo Perdana JACOB 'THE BOYZ'
Popbela.com/David Andrew
  • JACOB THE BOYZ merilis mini album solo perdana bertajuk “j.”, berisi tujuh trek yang ia tulis dan susun sendiri sebagai pengalaman kreatif baru di luar aktivitas grup.

  • JACOB memilih “Off the Record” sebagai lagu yang paling menggambarkan dirinya saat ini, karena nuansanya ceria dan selaras dengan optimisme memulai karier solo.

  • Bertema cinta, lirik album “j.” banyak lahir dari imajinasi Jacob saat menonton film; tantangan utamanya adalah menjaga fokus berlatih mandiri di rumah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tirai panggung baru itu akhirnya tersingkap. Usai sekian lama membagikan energi dan kehangatan suara dalam balutan musik grup, JACOB THE BOYZ kini melangkah percaya diri menapaki jalannya sendiri lewat mini album bertajuk 'j.'. Hadir tanpa sekat pembatas, 'j.' menjadi wadah murni bagi Jacob untuk menumpahkan seluruh warna kreativitas yang selama ini tersimpan rapat.

Bagi para penggemar yang menantikan ketukan nada yang lebih personal dari pria asal Toronto ini, album tersebut terasa bak bisikan hangat di sore hari; sebuah karya yang jujur, estetik, dan sarat akan kejutan emosional di tiap baitnya.

Dałam wawancara eksklusif POPBELA dengan JACOB beberapa waktu lalu, Jacob bercerita tentang kisah di balik album ini dan bagaimana proses mewarnai setiap nada yang tertuang di masing-masing track-nya.

Proses Kreatif yang Mengubah Sudut Pandang

Popbela.com/David Andrew

Menulis dan menyusun sendiri ketujuh trek dalam album 'j.' memberikan pengalaman baru dalam perjalanan karier JACOB. Berbeda saat ia memproduksi musik bersama THE BOYZ yang biasanya lebih berfokus pada eksekusi latihan performa, kali ini ia terjun langsung memegang kendali sejak awal proses penciptaan hingga tahap penyelesaian.

Proses mandiri ini membuka matanya tentang betapa kompleksnya melahirkan sebuah karya musik dari nol. Keterlibatannya secara menyeluruh membuat ia merasakan dinamika yang jauh lebih personal.

"Aku rasa prosesnya jauh lebih terjun langsung (hands-on). Saat bersama grup, kami tidak terlalu terlibat dari awal sampai akhir dalam segala hal, melainkan lebih fokus pada latihan. Jadi, menjadi bagian dari awal, akhir, dan seluruh prosesnya adalah pengalaman baru. Aku belajar banyak dan menyadari betapa sulitnya merilis musik," ungkap JACOB jujur.

Kebahagiaan Memulai Babak Baru dalam 'Off the Record'

Popbela.com/David Andrew

Pertanyaan yang sulit bagi semua musisi adalah saat mereka harus memilih satu dari sekian banyak karyanya. Namun, ketika ditanya bagian mana dari album yang paling jujur menggambarkan sosok dirinya saat ini, JACOB tanpa ragu menunjuk lagu bertajuk "Off the Record". Menariknya, bukan pesan emosional yang berat yang ingin ia tonjolkan, melainkan nuansa dan energi dari lagu tersebut yang sangat selaras dengan suasana hatinya sekarang.

JACOB merasa bahwa irama yang ceria dan menyenangkan dalam trek tersebut merefleksikan rasa optimisme serta antusiasme yang sedang ia rasakan. Langkah barunya sebagai solois diisi dengan helaan napas lega dan senyuman lebar.

"Aku pilih 'Off the Record'. Bukan secara harfiah dari maknanya, melainkan dari musiknya. Lagu itu sangat menyenangkan dan ceria (upbeat). Aku merasa akhir-akhir ini sedang sangat ceria dan bahagia untuk memulai karier baruku ini," tuturnya penuh semangat.

Romance di Dalam Kepala dan Eksplorasi Cinta Lewat Imajinasi Visual

Popbela.com/David Andrew

Sebagai album yang mengusung tema besar tentang cinta, banyak yang penasaran apakah lirik-lirik romantis di dalamnya lahir dari pengalaman pribadi JACOB sendiri. Rupanya, jawaban JACOB justru memperlihatkan sisi unik dari daya imajinasinya. Ia mengaku bukan tipe penulis yang harus mengalami peristiwa patah hati atau kasmaran secara nyata terlebih dahulu untuk merangkai kata.

Kisah cinta dalam album 'j.' sebagian besar bersumber dari ruang imajinasinya saat menonton film. JACOB kerap menempatkan dirinya sebagai karakter utama dalam skenario fiksi yang ia tonton, lalu menerjemahkannya ke dalam baris-baris lirik manis.

"Aku merasa liriknya sebagian besar berasal dari imajinasi. Aku memang sangat suka berimajinasi. Saat menonton film, aku suka membayangkan diriku ada di dalamnya. Jadi sebagian besar album ini lahir dari kepalaku yang sedang menjadi sangat romantis dengan ide-ide acak," jelasnya sembari terkekeh.

Tantangan Terbesar dalam Mengelola Fokus dan Disiplin Diri

Popbela.com/David Andrew

Membuat tujuh lagu indah dalam satu album tentu bukan tanpa kendala. Namun, tantangan tersulit yang dihadapi JACOB selama pengerjaan album solo ini rupanya bukan sekadar menyelaraskan nada atau mencari lirik yang pas, melainkan melawan godaan saat harus berlatih secara mandiri.

Jika biasanya ia berlatih di ruang latihan agensi bersama member THE BOYZ dengan jadwal yang tertata ketat, proses solo ini menuntutnya untuk berlatih di kamar sendiri. Berada di ruang pribadi dengan berbagai kenyamanan seperti kasur dan komputer kerap menjadi ujian fokus tersendiri baginya.

"Tantangan tersulit adalah saat berlatih. Ketika latihan sebagai tim, kami pergi ke kantor agensi, latihan bersama dengan waktu yang jelas, fokus, lalu pulang. Tapi saat latihan sendiri, saya latihan di rumah. Tepat di sebelahku ada kasur dan komputer, jadi terkadang aku tertidur atau terdistraksi. Aku pikir itulah bagian yang paling sulit," akunya jujur.

Kamu sudah mendengar album JACOB ini, Bela? Tulis di kolom komentar, trek mana yang jadi favorit kamu?

Curated For You

Editorial Team

Related Article