Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Usai Musibah, Ini Jadwal Kereta Api Jarak Jauh yang KAI Batalkan
KRL Commuter Line dan kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara. (commons.wikimedia.org/Andra Radithya)
  • Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek, menyebabkan korban jiwa serta kerusakan parah pada dua gerbong terakhir.

  • PT KAI membatalkan seluruh perjalanan kereta jarak jauh dari dan menuju Gambir serta Pasar Senen pada 27–28 April 2026 untuk mendukung evakuasi dan keselamatan operasional.

  • Tim SAR gabungan bekerja intensif mengevakuasi 92 korban, termasuk 7 meninggal dunia, dengan proses penyelamatan terkendala kondisi gerbong perempuan yang ringsek berat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kecelakaan tabrakan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek yang menyebabkan korban jiwa serta pembatalan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh oleh KAI.
  • Who?
    Insiden melibatkan KRL relasi Kampung Bandan–Cikarang, KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasarturi, penumpang kedua kereta, serta petugas SAR gabungan dan PT KAI.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, setelah gangguan awal di perlintasan sebidang Jalan Ampera dekat kawasan Bulak Kapal.
  • When?
    Peristiwa berlangsung pada Senin malam, 27 April 2026. Hingga Selasa pagi, 28 April 2026, proses evakuasi dan penanganan korban masih berlanjut.
  • Why?
    Kecelakaan dipicu oleh gangguan di perlintasan sebidang akibat taksi listrik mogok yang tertabrak KRL sebelumnya, sehingga mengganggu operasional dan menyebabkan tabrakan lanjutan dengan KA Argo Bromo Anggrek.
  • How?
    KRL yang berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur tertabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah sama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026, menjadi sorotan publik sekaligus meninggalkan duka mendalam. Insiden ini melibatkan KRL Commuter Line dan kereta jarak jauh KA Argo Bromo Anggrek yang bertabrakan dari arah belakang. Dampaknya begitu luas, mulai dari korban jiwa hingga gangguan operasional perjalanan kereta di berbagai rute.

Situasi ini membuat PT KAI mengambil langkah cepat, termasuk membatalkan sejumlah perjalanan kereta api jarak jauh demi mendukung proses evakuasi dan menjaga keselamatan perjalanan berikutnya.

Daftar perjalanan KA jarak jauh yang dibatalkan

Imbas kecelakaan tersebut, PT KAI menghentikan sementara sejumlah perjalanan dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen. Pembatalan ini mencakup berbagai rute populer yang biasanya melayani mobilitas antarkota.

Untuk keberangkatan 27 April 2026, beberapa kereta yang dibatalkan antara lain:

  1. KA 120B Gunungjati (Gambir–Cirebon)

  2. KA 139B Parahyangan (Kiaracondong–Gambir)

  3. KA 140B Parahyangan (Gambir–Kiaracondong)

  4. KA 22 Argo Muria (Gambir–Semarang Tawang)

  5. KA 76B Mataram (Pasarsenen–Solo Balapan)

  6. KA 164 Gumarang (Pasarsenen–Surabaya Pasarturi)

  7. KA 150 Singasari (Pasarsenen–Blitar)

  8. KA 92–93 Jayabaya (Pasarsenen–Malang)

  9. KA 64B Manahan (Gambir–Solo Balapan)

  10. KA 258 Progo (Pasarsenen–Lempuyangan)

  11. KA 30F Argo Anjasmoro (Gambir–Surabaya Pasarturi)

  12. KA 180B Tawang Jaya Premium (Pasarsenen–Semarang Tawang)

Sementara pada 28 April 2026, pembatalan masih berlanjut untuk rute sebaliknya. Beberapa di antaranya:

  1. KA 117B Gunungjati (Cirebon–Gambir)

  2. KA 56F–53F Purwojaya (Cilacap–Gambir)

  3. KA 58F–59F Purwojaya (Gambir–Cilacap)

  4. KA 143B Madiun Jaya (Madiun–Pasarsenen)

  5. KA 17 Argo Sindoro (Semarang Tawang – Gambir)

  6. KA 75B Mataram (Solo Balapan–Pasarsenen)

  7. KA 163 Gumarang (Surabaya Pasarturi–Pasarsenen)

  8. KA 149 Singasari (Blitar–Pasarsenen)

  9. KA 94–91 Jayabaya (Malang–Pasarsenen)

  10. KA 61B Manahan (Solo Balapan–Gambir)

  11. KA 257 Progo (Lempuyangan–Pasarsenen)

  12. KA 29F Argo Anjasmoro (Surabaya Pasarturi–Gambir)

  13. KA 175 Menoreh (Semarang Tawang–Pasarsenen)

Kronologi singkat kecelakaan

Kecelakaan KRL dan Argo Bromo di Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)

Peristiwa ini bermula dari gangguan di perlintasan sebidang Jalan Ampera, dekat kawasan Bulak Kapal. Sebuah taksi listrik dilaporkan mogok di jalur tersebut, lalu tertabrak oleh KRL relasi Cikarang-Angke yang melintas. Kejadian awal ini memicu gangguan operasional di lintasan.

Tidak lama kemudian, KRL relasi Kampung Bandan-Cikarang yang melaju di jalur berbeda terpaksa berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur untuk menunggu kondisi jalur kembali aman. Saat kereta dalam posisi berhenti, dari arah belakang datang KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasarturi yang tidak sempat menghindar dan langsung menghantam bagian belakang rangkaian KRL.

Benturan keras menyebabkan dua gerbong terakhir mengalami kerusakan berat. Salah satunya merupakan gerbong khusus perempuan yang dilaporkan mengalami perubahan struktur hingga ringsek parah.

Dampak dan korban yang ditimbulkan

Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban kecelakaan KRL dan kereta cepat jarak jauh Argo Bromo Anggrek 4 di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)

Insiden ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar. Melansir dari IDN Times, hingga Selasa pagi, 28 April 2026 pukul 07.30 WIB, data sementara Basarnas mencatat total 92 korban. Dari jumlah tersebut, 7 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 85 lainnya selamat dengan kondisi yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga kritis.

Sejumlah korban telah mendapatkan penanganan medis di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, sementara beberapa lainnya diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.

Di sisi lain, proses evakuasi sempat menghadapi tantangan karena masih ada korban yang terjepit di dalam gerbong, khususnya di bagian belakang rangkaian KRL yang mengalami kerusakan paling parah. Laporan di lapangan juga menyebutkan bahwa sebagian besar korban yang terjebak berada di gerbong perempuan. Kondisi ini membuat tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati untuk mengeluarkan korban tanpa memperparah situasi.

Proses evakuasi yang berlangsung intensif

Kecelakaan KRL dengan KA Argo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Peristiwa ini terjadi pada Senin (27/4/2026) (IDN Times/Aryodamar)

Tim SAR gabungan terus bekerja sejak malam kejadian hingga hari berikutnya untuk mengevakuasi korban. Proses ini berlangsung selama berjam-jam karena kondisi rangkaian kereta yang rusak cukup parah.

Petugas menggunakan peralatan ekstrikasi untuk membuka bagian gerbong yang terlipat. Prioritas utama adalah mengeluarkan korban yang masih terjebak dalam kondisi selamat sekaligus meminimalkan risiko tambahan selama proses penyelamatan.

Korban yang berhasil dievakuasi langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi sebelum dirujuk ke berbagai rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya.

Dampak operasional dan penutupan sementara

Selain pembatalan perjalanan, operasional Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur juga dihentikan sementara. Layanan KRL untuk sementara hanya beroperasi hingga Stasiun Bekasi.

Langkah ini diambil untuk memberi ruang bagi proses evakuasi, investigasi, serta perbaikan infrastruktur yang terdampak. KAI juga memastikan akan terus memberikan pembaruan informasi kepada masyarakat seiring perkembangan situasi di lapangan.

Di tengah upaya pemulihan yang masih berlangsung, masyarakat diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan menyesuaikan rencana perjalanan mereka.

Editorial Team