Petugas gabungan sedang mengevakuasi korban kecelakaan KRL dan kereta cepat jarak jauh Argo Bromo Anggrek 4 di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam (27/4/2026). (IDN Times/Imam Faishal)
Insiden ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka dalam jumlah besar. Melansir dari IDN Times, hingga Selasa pagi, 28 April 2026 pukul 07.30 WIB, data sementara Basarnas mencatat total 92 korban. Dari jumlah tersebut, 7 orang dinyatakan meninggal dunia, sementara 85 lainnya selamat dengan kondisi yang bervariasi, mulai dari luka ringan hingga kritis.
Sejumlah korban telah mendapatkan penanganan medis di berbagai rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, sementara beberapa lainnya diperbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan.
Di sisi lain, proses evakuasi sempat menghadapi tantangan karena masih ada korban yang terjepit di dalam gerbong, khususnya di bagian belakang rangkaian KRL yang mengalami kerusakan paling parah. Laporan di lapangan juga menyebutkan bahwa sebagian besar korban yang terjebak berada di gerbong perempuan. Kondisi ini membuat tim penyelamat harus bekerja ekstra hati-hati untuk mengeluarkan korban tanpa memperparah situasi.