Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

5 Fakta 'Empat Musim Pertiwi', Kamila Andini Merambah ke Film Sci-fi!

4 min read
5 Fakta 'Empat Musim Pertiwi', Kamila Andini Merambah ke Film Sci-fi!
instagram.com/forkafilms

  • Film Empat Musim Pertiwi karya Kamila Andini mengikuti kepulangan Pertiwi, diperankan Putri Marino, setelah puluhan tahun dan dijadwalkan tayang di Indonesia pada 8 Oktober 2026.

  • Proyek yang idenya muncul sejak 2017 ini menjadi eksplorasi sci-fi pertama Kamila Andini, memadukan drama dan pendekatan lintas genre untuk perjalanan emosional Pertiwi.

  • Produksi terbesar Forka Films ini banyak syuting di Bromo, merupakan ko-produksi enam negara, serta dijadwalkan premier di TIFF dan BIFF 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Empat Musim Pertiwi menjadi film terbaru sutradara Kamila Andini yang mempertemukan drama, sci-fi, dan eksplorasi visual dalam sebuah kisah tentang kepulangan milik Pertiwi yang diperankan oleh Putri Marino sebagai Pertiwi.

Kepulangannya setelah puluhan tahun pergi membuat Pertiwi kembali berhadapan dengan orang-orang dari masa lalu, termasuk mereka yang pernah menjadi bagian dari musim terbaik hingga terburuk dalam hidupnya.

Film dengan judul internasional Four Seasons in Java ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 8 Oktober 2026. Sebelum menyaksikannya di layar lebar, berikut lima fakta Empat Musim Pertiwi yang menarik untuk kamu ketahui.

  1. 1. Ide filmnya sudah ada sejak 2017

    empat musim pertiwi
    instagram.com/forkafilms

    Empat Musim Pertiwi bukan proyek yang baru dikembangkan Kamila Andini dan Forka Films. Ide film ini sudah muncul sejak 2017, jauh sebelum Kamila menggarap Gadis Kretek dan Before, Now & Then.

    Sejak awal pengembangan, Putri Marino sudah diproyeksikan untuk memerankan Pertiwi. Pendekatan awal untuk proyek tersebut terjadi ketika produser Ifa Isfansyah tengah mengerjakan film Losmen Bu Broto.

    Proses panjang tersebut akhirnya mempertemukan kembali Kamila Andini, Ifa Isfansyah, Putri Marino, dan Arya Saloka dalam satu proyek setelah sebelumnya bekerja bersama dalam Gadis Kretek.

    Film ini juga akan dibintangi oleh sejumlah nama menarik lainnya, seperti Christine Hakim, Hana Malasan, Shofia Shireen, Nagra Pakusadewo, Dwika Pradnyana, Maryam Supraba, Hanna Aretha, dan Totos Rasiti. Dwika merupakan aktor dengan vitiligo, dan Hanna merupakan aktor tuli.

  2. 2. Kamila Andini mengeksplorasi sci-fi untuk pertama kalinya

    empat musim pertiwi
    Dok. Istimewa

    Salah satu hal yang berbeda dari Empat Musim Pertiwi adalah penggunaan elemen sci-fi. Kamila mengemas kisah Pertiwi melalui pendekatan cross-genre untuk menyampaikan keresahan personal sekaligus gagasan yang lebih universal.

    “Sebenarnya, secara personal saya sangat menyukai film-film sci-fi. Namun, baru sekarang saya merasa punya kebutuhan untuk menampilkan sesuatu lewat sci-fi secara yang lebih luas dan universal. Setiap cerita memiliki kebutuhannya sendiri, dan bagi saya ini juga akan menjadi salah satu cara terbaik untuk menyampaikan apa yang menjadi perjalanan Pertiwi dan orang-orang di sekitarnya,” ujar sutradara Kamila Andini.

  3. 3. Sebagian besar syuting dilakukan di Bromo

    Dari sisi produksi, Empat Musim Pertiwi menjadi proyek dengan skala terbesar bagi Forka Films. Proses syuting berlangsung pada 2025 dan sebagian besar dilakukan di kawasan Bromo.

    "Kami syuting hampir sepenuhnya di Bromo, dengan berbagai titik yang kami gunakan mulai dari area permukiman, area persawahan, dan tentunya titik berpasir. Untuk berpindah dari satu titik ke titik lain tentu membutuhkan logistik yang besar. Belum lagi, secara post-production, kami juga memasukkan banyak detail yang membuat desain produksinya besar,” beber Ifa Isfansyah.

    Namun, ia menambahkan bahwa eksplorasi lokasi memang perlu dilakukan sebagai upaya pendekatan visual film agar penonton bisa ikut merasakan perjalanan pulang Pertiwi sebelum nanti menonton kisah lengkapnya.

  4. 4. Putri Marino mendalami karakter Pertiwi lewat bacaan

    empat musim pertiwi
    instagram.com/forkafilms

    Memerankan Pertiwi menjadi tantangan tersendiri bagi Putri Marino. Ia menyebut karakter tersebut cukup berat dan menguras energi karena harus menghadirkan sosok perempuan dengan kondisi emosional yang kompleks.

    “Di sini, aku diminta untuk menjadi seseorang yang seperti sudah mati di dalamnya, dingin," katanya mendeskripsikan karakter Pertiwi.

    Untuk membantu proses pendalaman karakter, Kamila Andini memberikan novel Perempuan di Titik Nol karya penulis Mesir, Nawal el-Saadawi. Dari situlah akhirnya ia mampu memahami Pertiwi dan menghidupkannya di depan kamera.

  5. 5. Hadir sebagai ko-produksi enam negara

    empat musim pertiwi
    instagram.com/forkafilms

    Empat Musim Pertiwi melibatkan produksi lintas negara dengan kolaborasi dari Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia. Film ini juga didukung sejumlah pihak dari Indonesia, termasuk Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros.

    Perjalanan internasional film ini turut diperkuat dengan keterlibatan Goodfellas sebagai representasi internasional. International sales agent asal Prancis tersebut dikenal menangani film-film auteur yang memiliki perjalanan di berbagai festival dunia.

    Sebelum tayang di Indonesia pada 8 Oktober 2026, Empat Musim Pertiwi akan melakukan world premiere di Toronto International Film Festival (TIFF) 2026. Film ini kemudian dijadwalkan hadir di Busan International Film Festival (BIFF) 2026 dalam program A Window On Asian Cinema.

    Tak berhenti di situ, film ini juga resmi terpilih sebagai Indonesia's Official Submission untuk nominasi Best International Feature Film di 99th Academy Awards, Oscacrs 2027.

    Wah, jadi makin nggak sabar, nih! Apakah kamu juga sedang menanti penayangan film Empat Musim Pertiwi di bioskop, Bela?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More