Secara tampilan dan fungsi, UpScrolled menawarkan pengalaman yang terasa familiar namun tetap berbeda. Aplikasi ini menggabungkan unggahan foto, video pendek, dan teks, sehingga sekilas tampak seperti perpaduan antara X (sebelumnya Twitter) dan Instagram.
Desain UI-nya cenderung menyerupai X, dengan sistem feeds yang memungkinkan pengguna untuk menyukai unggahan, memberi komentar, dan memposting ulang (repost) konten orang lain.
Menariknya, meskipun menyediakan fitur video pendek, mayoritas pengguna UpScrolled saat ini justru lebih aktif membagikan teks dan foto. Hal ini membuat suasana platform terasa lebih diskursif dan reflektif, bukan sekadar hiburan cepat seperti yang identik dengan TikTok.
UpScrolled juga memiliki “Halaman Temukan”, fitur yang mirip dengan Snapchat Discover. Di halaman ini, topik yang paling banyak muncul sejauh ini adalah Palestina. Ratusan unggahan yang menampilkan penderitaan warga Gaza, dokumentasi situasi lapangan, hingga bentuk solidaritas dari berbagai belahan dunia membanjiri platform tersebut.
Fenomena ini mempertegas posisi UpScrolled sebagai ruang alternatif bagi pengguna yang ingin membagikan konten kemanusiaan tanpa rasa takut akan sensor berlebihan. Menurutmu, apakah UpScrolled bisa bertahan dan berkembang sebagai alternatif serius TikTok, Bela?