Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Salinan dari Salinan dari BEFORE_20260104_193041_0002.png
Dok. Visual Capitalist

Intinya sih...

  • Ketegangan geopolitik global memanas setelah AS menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro

  • Venezuela memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, mengungguli Arab Saudi dan Iran

  • Indonesia berada di peringkat ke-29 dengan cadangan 2,4 miliar barel, namun harus impor untuk memenuhi kebutuhan domestik

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Ketegangan geopolitik global kembali memanas setelah Amerika Serikat (AS) melakukan operasi militer di Caracas dan menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro, pada 3 Januari 2026. Peristiwa yang disebut sebagai puncak agresi Presiden AS Donald Trump terhadap Venezuela ini menyedot perhatian dunia, bukan hanya dari sisi politik dan militer, tetapi juga karena satu faktor krusial yaitu minyak.

Venezuela selama ini dikenal sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia. Di tengah tudingan bahwa perang melawan narkoba hanya dijadikan alasan, isu penguasaan sumber daya energi kembali menguat. Lantas, seberapa besar sebenarnya cadangan minyak Venezuela, dan di mana posisi negara lain—termasuk Indonesia—dalam peta minyak dunia? Berikut ulasan lengkapnya, Bela!

Minyak dalam pusaran geopolitik global

Dok. Pexels / Jan-Rune Smenes Reite

Meski dunia mulai mendorong transisi energi, bahan bakar fosil masih menyumbang hampir 70 persen kebutuhan energi global. Minyak bumi tetap menjadi tulang punggung sistem transportasi, industri, dan perdagangan internasional. Tak heran, negara dengan cadangan minyak besar memiliki pengaruh ekonomi dan geopolitik yang sangat kuat.

Dalam konteks inilah Venezuela kerap menjadi sorotan. Negara pendiri OPEC tersebut memiliki cadangan minyak raksasa, namun selama bertahun-tahun tertekan oleh sanksi ekonomi, krisis politik, dan konflik dengan negara-negara Barat.

Daftar 42 negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia

Dok. Visual Capitalist

Melansir dari Visual Capitalist, data cadangan minyak terbukti global menunjukkan konsentrasi yang sangat tinggi. Hanya empat negara yang menguasai lebih dari separuh cadangan minyak dunia. Venezuela berada di posisi puncak, bahkan mengungguli raksasa Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Iran. Lima besar negara dengan cadangan minyak terbesar dunia adalah Venezuela, Arab Saudi, Iran, Kanada, dan Irak.

Dominasi ini menjelaskan mengapa minyak terus menjadi faktor utama dalam konflik, aliansi, dan intervensi internasional. Berikut daftar 42 negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia berdasarkan data OPEC (dalam miliar barel):

  1. Venezuela – 303,221

  2. Arab Saudi – 267,200

  3. Iran – 208,600

  4. Kanada – 163,000

  5. Irak – 145,019

  6. Uni Emirat Arab – 113,000

  7. Kuwait – 101,500

  8. Rusia – 80,000

  9. Libya – 48,363

  10. Amerika Serikat – 45,014

  11. Nigeria – 37,280

  12. Kazakhstan – 30,000

  13. China – 28,182

  14. Qatar – 25,244

  15. Brasil – 15,894

  16. Aljazair – 12,200

  17. Ekuador – 8,273

  18. Azerbaijan – 7,000

  19. Norwegia – 6,912

  20. Meksiko – 5,136

  21. Sudan – 5,000

  22. India – 4,981

  23. Oman – 4,971

  24. Vietnam – 4,400

  25. Mesir – 3,300

  26. Argentina – 2,999

  27. Malaysia – 2,700

  28. Angola – 2,550

  29. Indonesia – 2,410

  30. Kolombia – 2,019

  31. Gabon – 2,000

  32. Kongo – 1,811

  33. Australia – 1,803

  34. Britania Raya – 1,500

  35. Brunei – 1,100

  36. Guinea Ekuatorial – 1,100

  37. Turkmenistan – 600

  38. Uzbekistan – 594

  39. Ukraina – 395

  40. Denmark – 365

  41. Belarus – 198

  42. Chili – 150

Indonesia menempati peringkat ke-29 dunia dengan cadangan sekitar 2,4 miliar barel. Namun, penurunan produksi lapangan tua dan minimnya investasi eksplorasi membuat Indonesia tak lagi menjadi pengekspor minyak dan bergantung pada impor. Meski begitu, cadangan yang ada tetap menyimpan potensi strategis jika dikelola dengan kebijakan energi yang tepat dan berkelanjutan.

Venezuela di tengah perebutan kepentingan

ABC News

Venezuela tak pernah lepas dari pusaran konflik geopolitik karena memiliki cadangan minyak terbesar di dunia. Penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan elite Amerika Serikat disebut sebagai puncak ketegangan panjang antara Washington dan Caracas sejak periode pertama kepemimpinan Donald Trump.

Meski AS menuding Maduro terlibat jaringan narkoba internasional, banyak pihak menilai tuduhan tersebut hanya menjadi kedok. Cadangan minyak Venezuela yang mencapai ratusan miliar barel diyakini menjadi daya tarik utama bagi AS, terutama setelah Trump secara terbuka menyatakan keinginan terlibat langsung dalam masa depan Venezuela dan industri minyaknya.

Pada saat yang sama, peta minyak dunia menunjukkan dominasi negara-negara OPEC, khususnya di Timur Tengah, yang diuntungkan oleh cadangan besar dan biaya produksi rendah. Kasus Venezuela menegaskan bahwa selama dunia masih bergantung pada energi fosil, minyak akan tetap menjadi komoditas strategis yang berpotensi memicu konflik dan intervensi global.

Editorial Team

EditorAyu Utami