Melansir dari Visual Capitalist, data cadangan minyak terbukti global menunjukkan konsentrasi yang sangat tinggi. Hanya empat negara yang menguasai lebih dari separuh cadangan minyak dunia. Venezuela berada di posisi puncak, bahkan mengungguli raksasa Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Iran. Lima besar negara dengan cadangan minyak terbesar dunia adalah Venezuela, Arab Saudi, Iran, Kanada, dan Irak.
Dominasi ini menjelaskan mengapa minyak terus menjadi faktor utama dalam konflik, aliansi, dan intervensi internasional. Berikut daftar 42 negara dengan cadangan minyak terbukti terbesar di dunia berdasarkan data OPEC (dalam miliar barel):
Venezuela – 303,221
Arab Saudi – 267,200
Iran – 208,600
Kanada – 163,000
Irak – 145,019
Uni Emirat Arab – 113,000
Kuwait – 101,500
Rusia – 80,000
Libya – 48,363
Amerika Serikat – 45,014
Nigeria – 37,280
Kazakhstan – 30,000
China – 28,182
Qatar – 25,244
Brasil – 15,894
Aljazair – 12,200
Ekuador – 8,273
Azerbaijan – 7,000
Norwegia – 6,912
Meksiko – 5,136
Sudan – 5,000
India – 4,981
Oman – 4,971
Vietnam – 4,400
Mesir – 3,300
Argentina – 2,999
Malaysia – 2,700
Angola – 2,550
Indonesia – 2,410
Kolombia – 2,019
Gabon – 2,000
Kongo – 1,811
Australia – 1,803
Britania Raya – 1,500
Brunei – 1,100
Guinea Ekuatorial – 1,100
Turkmenistan – 600
Uzbekistan – 594
Ukraina – 395
Denmark – 365
Belarus – 198
Chili – 150
Indonesia menempati peringkat ke-29 dunia dengan cadangan sekitar 2,4 miliar barel. Namun, penurunan produksi lapangan tua dan minimnya investasi eksplorasi membuat Indonesia tak lagi menjadi pengekspor minyak dan bergantung pada impor. Meski begitu, cadangan yang ada tetap menyimpan potensi strategis jika dikelola dengan kebijakan energi yang tepat dan berkelanjutan.