Baca artikel Popbela lainnya di IDN App
Install

ADÉLA Rilis Album Debut ‘PRIMA’ dan MV “Nicole Kidman”, Terinspirasi Sang Aktris

5 min read
ADÉLA Rilis Album Debut ‘PRIMA’ dan MV “Nicole Kidman”, Terinspirasi Sang Aktris
Dok. ADÉLA
  • ADÉLA merilis album debut PRIMA via Capitol Records pada 4 September 2026, berisi 11 lagu yang memadukan pop, lirik personal, ambisi, seksualitas, humor, dan kerentanan.

  • Video musik “Nicole Kidman” garapan Hannah Lux Davis terinspirasi peran ikonik Nicole Kidman, setelah pengalaman ADÉLA menghadiri Golden Globes memicu obsesinya pada sosok bintang film.

  • “Ain’t In LA” menjadi entri pertama ADÉLA di Billboard Hot 100 dan mengangkat mimpi besar orang dari berbagai asal; tur utama PRIMA di Amerika Utara juga terjual habis dalam menit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah memperkenalkan warna musiknya lewat debut EP The Provocateur, ADÉLA akhirnya membuka babak baru dalam perjalanan menuju impiannya sebagai bintang pop. Penyanyi asal Bratislava tersebut resmi merilis album debut bertajuk PRIMA melalui Capitol Records pada 4 September 2026, menghadirkan sisi dirinya yang lebih luas lewat perpaduan energi pop, lirik personal, hingga momen-momen rentan yang terasa begitu dekat.

Album ini juga hadir bersamaan dengan video musik terbaru untuk salah satu lagunya, “Nicole Kidman”. Disutradarai Hannah Lux Davis, video tersebut mengambil inspirasi dari sejumlah peran ikonik Nicole Kidman di layar lebar. Tanpa berlama-lama lagi, simak informasi lengkapnya di sini yuk, Bela!

  1. ‘PRIMA’ Jadi Langkah Pertama ADÉLA Menuju Takhta Pop

    teenvogue.com
    teenvogue.com

    Diproduseri secara eksekutif oleh Blake Slatkin dan Dylan Brady, PRIMA menggambarkan fase ketika ADÉLA sedang memasuki kekuatannya sebagai seorang perempuan muda sekaligus mengejar impian menjadi bintang pop.

    Judul PRIMA sendiri memiliki makna yang cukup personal bagi ADÉLA. Dalam dunia balet, prima ballerina merujuk pada penari balet perempuan yang berada di posisi teratas. Istilah tersebut juga digunakan sebagai bentuk penghargaan di komunitas balerina.

    instagram.com/adelajergova
    instagram.com/adelajergova

    Bagi ADÉLA, makna tersebut terasa sesuai dengan ambisinya. Ia ingin menjadi prima ballerina of pop dan menjadikan album debut ini sebagai langkah pertama untuk mewujudkannya.

    Namun, perjalanan menuju puncak tidak selalu digambarkan dengan kesan glamor. Justru melalui album ini, ADÉLA memperlihatkan berbagai sisi kehidupan perempuan berusia 22 tahun, mulai dari rasa percaya diri, humor, seksualitas, ambisi, hingga kerentanan.

    Ia ingin PRIMA terdengar seperti kehidupan seorang perempuan muda seusianya—ketika banyak hal terjadi dalam waktu yang bersamaan dan emosi bisa berubah dari satu sisi ke sisi lainnya.

  2. “Nicole Kidman” Terinspirasi dari Sang Aktris Ikonik

    Selain lagu “Ain't In LA” yang mencuri perhatian dari album ini ada “Nicole Kidman”, yang kini hadir bersama video musik garapan Hannah Lux Davis. Video tersebut dipenuhi berbagai referensi dari peran-peran ikonik Nicole Kidman, termasuk Eyes Wide Shut, Moulin Rouge, Birth, dan Babygirl. 

    Bahkan, iklan AMC Theatres yang dibintangi sang aktris juga menjadi salah satu inspirasi visual di dalamnya. Inspirasi lagu ini berawal dari pengalaman ADÉLA ketika menghadiri sebuah acara Golden Globes. Meski belum pernah bermain dalam film, ia tampil dengan gaun, rambut yang ditata, dan penampilan yang membuatnya merasa seperti seorang bintang film.

    Pengalaman tersebut kemudian membawanya semakin terobsesi dengan Nicole Kidman. Ia bahkan menonton Eyes Wide Shut dan melihat Kidman sebagai sosok yang merepresentasikan definisi seorang bintang film. Dari pengalaman sederhana tersebut “Nicole Kidman” resmi dirilis, sebuah lagu yang kemudian diterjemahkan ke dalam video musik dengan berbagai referensi sinematik dari perjalanan karier sang aktris.

  3. Eksplorasi Sisi Percaya Diri dan Feminin

    Lewat PRIMA, ADÉLA juga menunjukkan bagaimana sejumlah ikon pop yang menginspirasinya turut hadir dalam cara ia membangun musik sendiri. Dalam lagu “I’m The Man”, misalnya, ia bekerja sama dengan produser Cashmere Cat dan menggunakan intro yang mengingatkan pada produksi musik Ariana Grande di era awal kariernya. Namun, ADÉLA tidak sekadar mengandalkan referensi tersebut.

    Dalam liriknya, ia membalik konstruksi gender tradisional dalam hubungan dan berbicara mengenai dinamika ketika seorang perempuan memiliki kesuksesan yang lebih besar. Menurut ADÉLA, semakin sukses dirinya, semakin sulit menemukan laki-laki yang nyaman dengan kesuksesan tersebut. Baginya, dibutuhkan pasangan yang percaya diri dan memiliki kemampuan untuk membiarkan perempuan mengambil posisi sebagai sosok yang lebih dominan.

    Sementara itu, “Fantasize” memperlihatkan sisi ADÉLA yang lebih berani dan sex-positive. Dalam lagu tersebut, ia menggunakan gaya confident whisper yang mengingatkan pada karakter vokal Britney Spears untuk membicarakan fantasi dan kepuasan seksual dengan caranya sendiri.

  4. Tak Hanya Berani, ADÉLA Juga Tunjukkan Kerentanan

    Di balik energi penuh percaya diri yang banyak ditemukan dalam PRIMA, ADÉLA tetap memberikan ruang untuk sisi dirinya yang lebih lembut dan personal. “Red Bottoms” menjadi salah satu lagu yang sebelumnya telah dirilis, sementara “Hitachi” turut memperlihatkan sisi yang lebih tender. Namun, sisi tersebut terasa semakin dalam melalui “Therapy”.

    Lagu ini ditulis dan direkam ketika ADÉLA sedang dalam kondisi sakit. Di tengah jadwal tur, sesi rekaman, dan berbagai kesibukan lainnya, ia menghadirkan vokal dengan efek autotune yang cukup kuat di atas aransemen piano yang minimalis.

  5. “Ain’t In LA” Jadi Lagu tentang Mimpi yang Tak Mengenal Asal

    Sebelum album debutnya dirilis, ADÉLA juga mencatat pencapaian penting lewat “Ain’t In LA”. Lagu tersebut menjadi entri pertamanya di Billboard Hot 100 dan terus mengalami peningkatan setelah debut di posisi 85. Terinspirasi dari musik era Bangerz, lagu ini membawa pesan tentang orang-orang yang memiliki mimpi besar tetapi merasa kesempatan mereka terbatas karena tempat asalnya.

    Inspirasi tersebut muncul ketika ADÉLA kembali ke kampung halamannya di Bratislava. Di sana, ia menemukan foto ibunya ketika berusia 18 tahun yang tengah berpose di depan dinding penuh poster pop culture.

    Kertas poster tersebut ternyata diselundupkan sang kakek dari Jerman. Momen tersebut membuat ADÉLA memikirkan banyak perempuan yang memiliki mimpi besar tetapi mungkin tidak pernah mendapatkan kesempatan untuk dikenal dunia. Dari situlah “Ain’t In LA” lahir sebagai bentuk solidaritas untuk mereka yang tetap berani bermimpi, terlepas dari mana mereka berasal.

  6. 11 Lagu dalam Album Debut ‘PRIMA’

    Dok. ADÉLA
    Dok. ADÉLA

    Album PRIMA menghadirkan total 11 lagu yang memperlihatkan berbagai sisi musikal dan personal ADÉLA. Berikut daftar lengkapnya:

    1. “KGB”

    2. “Nicole Kidman”

    3. “I’m The Man”

    4. “Boys”

    5. “Red Bottoms”

    6. “Hitachi”

    7. “Fantasize”

    8. “Starving Artist”

    9. “Marijuana”

    10. “Therapy”

    11. “Ain’t In LA"

    Tak berhenti di perilisan album, ADÉLA juga akan membawa PRIMA ke panggung lewat tur utama pertamanya. Tur tersebut langsung mendapatkan respons besar setelah tiketnya terjual habis hanya dalam hitungan menit.

    Tur tersebut akan membawanya ke berbagai kota di Amerika Utara, termasuk Detroit, Toronto, New York, Nashville, Atlanta, Seattle, Los Angeles, hingga Meksiko.

    So, that's it. Are you the one of her fans, Bela?

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More